Saturday, 19 November 2011
“Kenapa HEWAN itu anaknya Banyak sih?”, Tanya dek Nisa
Disuatu pagi yang cerah terlihat anak-anak TK sedang mengantri ‘bersalaman’ dengan sang Ibu guru. Dari kejauhan mata memandang terbesit suara ibu guru mengucap salam kepada salah satu anak yang mengantri.
Ibu Guru : “Assalamualaikum dek Nisa?”
Nisa : “Waalaikumsalam bu Guru”. Sambil tersenyum.
Ibu Guru : “Bagaimana Pekerjaan Rumahnya dek Nisa?”
Nisa : “Udah tak kerjain Ibu, semalam.”
Ibu Guru : “Ayo dek Nisa, bilangnya apa?, Alkhamdu….”
Nisa : “Alkhamdulillah” sambil melanjutkan.
“Ibu-ibu, ayam ku di rumah bertelor lagi hari ini.”
Ibu Guru : “Waduh, tambah banyak dong telornya dek Nisa”
Nisa : “Ibu-ibu, Nisa mau Tanya.”
Ibu Guru : “Tanya apa dek Nisa?” tanya Bu guru.
Nisa : “Kenapa kalau hewan itu anaknya langsung banyak ya?, ayam Nisa aja sudah 10 telor yang keluar, belum bebek, belum kambing, belum yang lainnya?”
Ibu Guru terdiam mendengarkan pertanyaan dek Nisa.
Ibu Guru : “Ingat ndak dek Nisa, Tuhan Semesta Alam itu menciptakan alam semesta ini ditujukan untuk kepentingan manusia. Bagaimana akibatnya kalau ayam itu bertelur cumin satu?. Kasihan si Ayam kalau dek Nisa pengin telur ceplok, nanti si ayam gak punya anak deh.”
Nisa : “Ow iya yah, semua itu kan tercipta untuk manusia”
“Terimakasih Bu Guru.”
Ibu Guru : Sama-sama dek Nisa, makanya kita itu harus bersyukur setiap hari. Jangan lupa itu dek Nisa.”
Nisa : “Iya, Bu guru.” Sambil tersenyum dan berjalan untuk menuju kelas.
/Oliphan.blogspot.com/
Thursday, 10 November 2011
'Aku Seorang Pahlawan', teriak Bapak Penarik Becak
Dihiasi dengan senyuman, si Bapak mulai membuka pintu.
'Assalamualaikum'. Ucap Bapak dengan tenang.
'Waalaikumsalam.' Jawab si Ibu sembari membimbing anaknya belajar.
'Eh, Bapak pulang. Narik hari ini dapat berapa Pak?', Lanjut Ibu.
'Alkhamdulillah Bu, InsyaAllah cukup untuk makan kita, bayar sekolah adek dan sisanya buat menabung.' Jawab si Bapak dengan tenang.
'Tolong ambilin minum dong Bu, habis narik becak seharian capek rasanya.'
'Iya Pak, saya ambilkan.'
'Sebentar ya dek, Ibu mau ngambil air minum dulu buat Bapak'. Lanjut Ibu.
Sembari menunggu ibunya kembali, si anak dengan sigapnya bertanya kepada Si Bapak.
'Pak, Pak, Pak.'
'Ada apa nak?'. Tanya Bapak.
'Katanya hari ini, hari pahlawan ya?'.
'Iya Nak, hari ini kan tanggal 10 November.'
'Memangnya kenepa?, kalau hari ini 'Hari Pahlawan'.
“Kasihan dong Pak, para pahlawan.'
'Kasihan kenapa dek?'
'Ya, kasihan lah. Nih fotonya'. Sambil menunjukan sebuah foto dokumtasi dari selembar buku sejarahnya.
''Mereka sudah sudah susah payah, masa dibayar dengan kesengsaraan dan kesengsarahan. Bahkan sekarang pun saya tidak tahu pak, Siapa penerus mereka?' 'Nak, penerus mereka ya kita-kita ini.' 'Loh kok bisa Pak?' 'Yang namanya Pahlawan itu, tidak harus yang berbau militer. Bapak bekerja narik becak dengan sungguh-sungguh pun itu termasuk JIWA PAHLAWAN.' 'Loh kok bisa Pak?.' Tanya si Anak. 'Dengan adanya kesungguhan dari Bapak mencari nafkah yang HALAL, Bapak hanya bisa berharap dengan uang seadanya ini Bapak bisa mendidik keluarga Bapak menjadi orang-orang baik.' 'Loh, kalau aku tugasnya apa pak?, biar jadi pahlawan?.' 'Tugas kamu sekarang adalah belajar dengan sungguh-sungguh agar menjadi orang baik.' 'Ow, begitu ya Pak.' 'Ini Pak, minumnya.' kata ibu. 'Ayo belajar lagi Nak.'
''Mereka sudah sudah susah payah, masa dibayar dengan kesengsaraan dan kesengsarahan. Bahkan sekarang pun saya tidak tahu pak, Siapa penerus mereka?' 'Nak, penerus mereka ya kita-kita ini.' 'Loh kok bisa Pak?' 'Yang namanya Pahlawan itu, tidak harus yang berbau militer. Bapak bekerja narik becak dengan sungguh-sungguh pun itu termasuk JIWA PAHLAWAN.' 'Loh kok bisa Pak?.' Tanya si Anak. 'Dengan adanya kesungguhan dari Bapak mencari nafkah yang HALAL, Bapak hanya bisa berharap dengan uang seadanya ini Bapak bisa mendidik keluarga Bapak menjadi orang-orang baik.' 'Loh, kalau aku tugasnya apa pak?, biar jadi pahlawan?.' 'Tugas kamu sekarang adalah belajar dengan sungguh-sungguh agar menjadi orang baik.' 'Ow, begitu ya Pak.' 'Ini Pak, minumnya.' kata ibu. 'Ayo belajar lagi Nak.'
Wednesday, 9 November 2011
Anaknya Si Bapak Penarik Becak
Suatu ketika ada anak tukang becak yang sedang belajar bertanya kepada bapaknya.
“Kenapa ya pak, semua guru adek tu pinter-pinter semua?”, Tanya si anak dengan polosnya.
“Mmmm…karena beliau-beliau sudah tua dek.” Jawab si Bapak.
“Loh, Bapak kan juga udah tua, kenapa gak seperti mereka?” Tanya anak tiba-tiba.
“Bapak pinter kok, tapi bukan dalam hal belajar pelajaran sekolah. Bapak pinternya narik becak, handal ditikungan, ditanjakan bahkan diturunan. Coba guru-guru mu suruh narik becak, PASTI kebingunan dan akhirnya nabrak.”
“Benar juga ya Pak.” Jawab si anak dengan polosnya.
“Ingat dek, kepintaran itu berawal dari peristiwa kesalahan-kesalahan yang pernah dialami oleh seseorang, jadi jika kamu pengin pinter giat-giat lah mencari ilmu sampai kamu merasa salah dan akhirnya tanpa disadari kamu pun akan benar.”
“Baik Pak!”, Jawab si anak dengan penuh semangat.
Si anak pun melanjutkan belajarnya dan si Bapak siap untuk berangkat bekerja menarik becak.
Tuesday, 8 November 2011
kotor
Munculnya sesuatu yang dinamakan ‘kotor’ adalah salah satu efek dari perjalanan waktu. Proses kotor tidak selalu dilakukan oleh pelakunya secara disengaja, namun kebanyakan dari proses ‘kotor’ terjadi secara tidak sengaja. Hal tersebut dapat dimengerti ketika kita mengenakan pakain bersih. Pakaian yang kita pakai secara tidak sengaja terkena coklat atau semacamnya. Proses tertumpahnya coklat terjadi secara tiba-tiba, tanpa kita sadari. Hal tersebut tidak ada kaitanya dengan pemecahan telor atau penumpahan kue ulang tahun kepada seseorang, karena pada proses tersebut ada penambahan kata partikel yaitu me-, sehingga mengakibatkan bergesernya makna kotor menjadi ‘membuat jadi kotor’.
Proses kotor jangan selalu dikaitakan dengan sesuatu hal-hal yang menjijikan seperti lumpur, coklat yang tumpah dibaju, debu dan lain sebagainya. Jika proses kotor kita kaitkan dengan perilaku kita maka kesadaran akan memohon ampun kepada Tuhan Semesta Alam mulai tumbuh. Hal tersebut dapat dimengerti dari proses munculnya ‘kotor’ dari diri kita cenderung lebih mudah tercipta seiring dengan perjalannya waktu. Semakin lama kita hidup, semakin sering pula kita mengalami proses kotor.
Dari pengertian sederhana tersebut, kita akan tahu bahwa pentingnya instrospeksi diri dalam rangka mengingat Tuhan Semesta Alam di setiap kegiatan yang kita lakukan setiap hari.
senyum
Cinta merupakan salah karya Tuhan Semesta Alam yang bersifat abstrak. Penampilan dari sebuah cinta tidak pernah jelas terlihat oleh panca indra manusia, sehingga manusia seringkali merasakan bahwa banyak sekali masalah-masalah yang tumbuh dari kata cinta. Mereka terkadang mempertanyakan kapan dan dimana cinta itu akan tumbuh, seperti apakah orang yang dianugrahi sebuah cinta sejati, kenapa kita harus memilih kata cinta, kenapa aku harus berfikir tentang kata cinta, kenapa aku sakit hati karena cinta, kapan cinta ini berakhir, kenapa aku harus mengenal kata cinta, kenapa harus aku yang mencinta dia.
Tuhan Semesta Alam menciptakan ‘CINTA’ untuk menenangkan setiap karya-Nya. Dengan adanya cinta kita diharapkan menjadi makhluk yang bermanfaat serta membaikan oranglain. Pertanyaan-pertanyaan akan cinta tidaklah penting untuk kita fikirkan, yang paling penting adalah bagaimana cara kita untuk memfikirkan untuk bersyukur kepada Tuhan Semesta Alam karena telah memberikan kata cinta disetiap perbuatan yang berbuah senyum.
Subscribe to:
Comments (Atom)

