Powered By Blogger
Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Sunday, 7 July 2019

Catatan Rindu Untuk Ayah & Ibu



Coba Kita Renungkan Apa yang Mereka Lakukan untuk Kita Pada Saat Kita Berumur,

1 s/d 3 bulan
(kita hanya mampu oek-oek)

6 bulan
(kita mulai belajar merangkak dan belajar makan)

1 tahun
(kita mulai belajar berjalan)

1 s/d 3 tahun
(ego kita mulai tumbuh)

7 tahun
(mulai masuk Sekolah Dasar)

13 tahun
(mulai masuk Sekolah Menengah Pertama)

16 tahun
(mulai masuk Sekolah Menengah Atas)

19 tahun
(mulai lah masuk Universitas)

20 th dst
(mulai belajar hidup mandiri dan banyak pemahaman-pemahaman baru yang terkadang memandang orang tua kitalah yang harus mengikuti zaman)

Apa yang keduanya lakukan untuk kita?
yang pasti mereka selalu dan tak akan pernah lupa untuk mengetuk pintu langit demi kita. Setiap kali pasti akan meminta kepada Allah yang terbaik bagi kita.

Namun kita sebagai anak, seringkali lupa bahkan lalai untuk membuat mereka tersenyum setiap hari.

Mari kita doakan ayah, ibu kita dan buat mereka tersenyum hingga Allah cukupkan nikmatnya di dunia ini dan kelak akan berkumpul kembali di surga. Amin

Monday, 1 July 2019

Jangan "TAKUT" kepada Allah


Pernahkah kita mendengar perkataan beberapa orang tua "Nak, takut itu ke Allah, bukan ke setan". Apakah bahkan kita sendiri yang pernah mengatakannya hal tersebut pada anak-anak kita? Sebenarnya tepat tidak ya kalau kita mengajarkan atau menanamkan pengertian seperti itu kepada anak-anak kita?. Coba kita telaah lagi dari sisi ayat-ayat Al-Qur'an pada surat Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah). Di surat tersebut Allah mengulang kata-kata "Fabiayyi aala'i rabbikuma tukazziban" sebanyak 31 kali. Dibalik kata-kata tersebut pasti kita sebagai manusia yang berakal diminta oleh Allah untuk berfikir tentang semua nikmat yang telah di berikan oleh kepada kita.


Dan pasti kita tidak akan mampu menghitung jumlah nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah. Maka dari itu kita sangatlah kikir, jika disetiap harinya kita lupa untuk bersyukur kepada Allah. Lalu apa hubungannya dengan kata-kata yang disebutkan di atas? (Nak, takut itu ke Allah, bukan ke setan). Tentu sangat erat sekali dengan perkataan tersebut, karena jika kita dalami lagi dengan melihat sifat-sifat terbaik Allah, maka kita akan tahu bahwa Allah itu sangat mencintai makhluk ciptaannya. Bahkan jika kita melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah maka Allah akan tetap memberikan nikmat-nikmat yang tidak akan pernah bisa kita hitung. Jadi, tidak akan sepadan jika kita menanamkan bahwa Allah itu menakutkan. Padahal Allah itu sangat mencintai kita. Maka, mari kita tingkatkan pengetahuan dan kelapangan hati untuk selalu bersyukur kepada Allah, sehingga kita MALU ketika kita lupa dan lalai kepada Allah. 

"Jangan Takut Kepada Allah, karena Allah Maha Menyayangi Kita"
"Malulah kepada Allah, karena Allah Selalu Menyayangi Kita"

Saturday, 12 July 2014

Judulnya apa ya?



Semarang, 11 Juli 2014. Di hari ini tercatat tulisanku yang pertama ditahun 2014. Entah mengapa begitu lama dan begitu susah untuk memulai kembali untuk menulis, padahal dengan menulis aku akan merasa bebas-sebebasnya. Betapa banyak isi otak ini untukku ungkapkan kedalam suatu tulisan. Jujur aku bingung harus mulai darimana aku akan bercerita tentang semua pokok bahasan yang akan aku torehkan pada kesempatan pertama ini, karena ditahun ini aku punya banyak cerita dari mulai aku bekerja menjadi abdi Negara yang membuat mimpiku semakin jelas di dapan mata untuk bisa belajar hingga keluar Negeri, berjuang untuk wanita yang telah aku pilih, ikut menentukan pemimpin Bangsa pelaut handal pada zamannya yang kini telah lupa akan perairannya, hingga urusan umat islam di belahan bumi timur tengah yang sedang berjuang atas nama Tuhan Semesta Alam.
Teriknya panas hari ini aku lalui dari kota serpong, Tangerang Selatan – Semarang demi bertemu dengan semua anggota keluargaku yang sedang mendoaakan sang pemimpin masa depan Bangsa Indonesia yaitu keponakan pertama aku agar selalu dalam lindungannya.
Tak kan pernah ada seseorang sekuat kakakku di dunia. Dia sangat tenang hari ini, walaupun aku yakin dalam hatinya pasti bergejolak tangis yang sangat mendalam tapibegitulah kakaku. Alkhamdulillah dia tetap tenang walaupun mendapatkan ujian yang begitu dahsyat dari Tuhan Semesta Alam. Aku yakin 100% semuanya akan bergerak menuju ridhomu dan keikhlasanmu untuk mengangkat semua ujian yang Engkau berikan. Amin, amin, amin.
Sesampainya di ruang 305, aku meihat keponakanku yang super tangguh itu sudah tertidur pulas. Doa terindah pasti aku lantunkan untukmu Nak, semoga Allah selalu melindungi melalui malaikat-malaikat yang diberi mandat untuk menjagamu hingga  besar nanti.
Tak terasa sudah hampir jam 12 malam, dengan mengucapkan ‘Selamat tidur Komandan Cantik’, aku akhiri tulisan ini, terimakasih untuk semua ilmu kasih sayang yang engkau ajarkan ke aku. Tak kan ku sia-sia kan usiaku di bumi ini untuk membahagiakan semua orang yang aku sayangi. Terimakasih.
Alfan.arbianto, 2014

Sunday, 30 September 2012

PUTIH?


Jika Tuhan Semesta Alam mentakdirkan warna putih merupakan kesatuan dari warna-warna  monokrom maka dapat diartikan bahwa warna putih merupakan suatu kumpulan spectrum yang mempunyai panjang kelombang khas. Warna putih sering juga disebut sebagai symbol kesucian dan permulaan dari suatu kehidupan . Jika pemahaman tersebut benar, maka muncul perumpamaan seperti gambar di bawah ini, (ingat ilmu sinar dan difragsi sinar-sinar).

Jika warna-warna monokrom dianggap sebagai setiap makhluk Tuhan Semesta Alam yang mempunyai segala perbedaan, maka warna putih adalah tujuan satu satunya untuk mendapatkan kesucian yaitu Tuhan Semesta Alam. Karena jika kita padukan semua warna itu maka yang diperoleh hanyalah satu warna yaitu putih.

“Jika Setiap Makhluk Bertasbih Dengan Caranya Masing-Masing maka Angka 1/Keterpusatan serta Kesucian yaitu warna putih lah yang Diperoleh”

Tuesday, 28 August 2012

Aku ini Pecundang dan Pendusta Ulung


Aku adalah seorang pecundang yang selalu mengaku seorang pahlawan. Seorang pecundang akan mundur dan melarikan diri ketika masalah datang. Aku adalah seorang pendusta ulung, karena ikrar setia ketika masih di dalam kandungan ibu sering ku abaikan, padahal Dia telah memberikan lima kesempatan waktu dimana kita dapat bercumbu untuk melepas semua rasa kangen yang telah lama dimakan usia dan salah satu action dari ikrar setia yang kita ucapkan dahulu kala. Malasnya si pendusta sebenarnya telah diketahui oleh Sang Pencipta, oleh sebab itulah Dia memberikan beberapa keringanan bagi sang pendusta dalam hal bersuci ataupun pelaksanaannya. Keringan-keringanan itu sebenarnya salah satu kemudahan untuk meng-ECTION kan ikrar setia yang kita ucapkan.
Semakin lama sang pendusta itu hidup, semakin luntur bahkan semakin gak percaya diri ‘Apakah bener, kita telah berikrar?’ Mungkin pertanyaan tersebut tak pernah disadari oleh sang pendusta terucap dari mulutnya, namun tingkah lakunya serta pola fikirnya lah yang menggambarkan pertanyaan tersebut terucap secara jelas. Salah satu efek dari pertanyaan tersebut adalah sang pendusta akan selalu merasa tidak mampu dalam menghadapi ujian-Nya, padahal sudah jelas bahwa disetiap ujiannya pasti ada jawaban yang nantinya akan meningkatkan derajat bagi sang pendusta.
Karena sang pendusta pernah mengaku pahlawan, maka untuk menjawab pertanyaan tersebut sang pendusta berandai-andai untuk berkompetisi dengan waktu. Apajadinya jika sang pendusta mempu menghentikan waktu satu menit saja ketika sedang bercumbu dengan-Nya. Betapa nikmat sang pendusta, jikalau dia mampu untuk melakukan itu setiap lima waktu.

Monday, 23 July 2012

Cinta-nya Bapak tukang ng-Rebus Kacang


Cikarang, 23 July 2012. Tampak seorang pria paruh baya  dengan wajah tertunduk lesu dengan sebatang rokok yang masih menempel di antara kedua jari kanannya berjalan menuju bapak-bapak penjual  kacang rebus. “Pak, beli 5000”, kata sang pria. Dengan penuh sungguh-sungguh, Bapak sang penjual kacang tadi mempersiapkan satu bungkus kacang dengan selembar kertas bekas. “ini mas, kacangnya”, kata si tukang kacang rebus. “terimakasih, Pak”, jawab dengan lirih oleh pria tersebut.
Dengan wajah masih di tekuk tanpa senyum, pria tersebut kemudia membuka buntelan kacang yang diperolehnya dari Bapak tadi. Tanpa banyak omong, pria tersebut kemudian duduk disamping grobak penjual kacang tersebut.
“Ssssttttttt, huhhhhh”, suara hempasan asap rokok dari sang pria.
“Kenapa mas?”, Tanya sang penjual kacang kepada sang pria.
“Ndak papa pak”.
Selang beberapa detik sang pria itu pun melanjutkan perkataannya.
                “Bapak punya anak istri?”
                “Alkhamdulillah punya mas”, jawab sang penjual kacang rebus. “Memangnya kenapa mas?”
                “Iya nih pak, ternyata kata cinta jaman dulu tuh akan basi juga ya pak”
                “Maksudnya mas?”
                “Iya basi, cinta kita akan basi karena telah lama usang dimakan waktu. Dulu saja pas pacaran, kata-kata indah selalu menghiasi kata cinta. Tapi sekarang setelah menikah, semuanya jadi hambar”.
“Walah mas-mas, jangan terlalu pusing mikirin cinta. Cinta itu bagaikan kacang rebus yang mas makan”.
“Loh kok bisa?”
“Iya lah mas, kita tidak akan pernah tahu apakah ada atau tidak untuk setiap ruang dimana kacang itu ditempatkan oleh Tuhan. Kita sebagai manusia hanya mampu berharap dan bersyukur disetiap kulit kacang akan selalu ditempati sepasang kacang yang berkualitas baik”.
“Memang ada hubungannya dengan cinta ya pak?”
“ada lah mas, cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Kita tidak akan dapat menolak dimana dia akan tumbuh. Kita hanya mampu bersyukur dan mengarahkan untuk setiap cinta yang dititipkan oleh Tuhan Semesta Alam agar bermanfaat bagi sesama manusia. Jika kita memaksakan cinta itu hadir maka hal yang timbul adalah ketidak normalan bagi setiap pelakunya. Misalnya saja kacang, kalau kacang sudah ditakdirkan dalam satu kulit berisi 2-3 biji maka rasanya akan jauh lebih enak dibandingkan dengan kacang variasi genetic yang berisi lebih dari 2-3 biji. Walaupun secara kuantitas biasanya lebih banyak. Porsi cinta akan jauh lebih baik jika kita mensyukuri disetiap kedatangannya. Seperti masnya tadi beli kacang rebus saya, itu adalah cinta Tuhan Semesta Alam dalam memberikan rezeki kepada saya dan keluarga saya. Jadi intinya, mas itu jangan selalu memperpusing apa itu cinta. Jalani saja kehidupan ini dengan bersyukur maka nikmatnya cinta akan tetap terasa disepanjang jalan hidup kita, InsyaAllah.
                “Terimakasih pak”, kata pria tersebut dengan menjabat tangan sang penjual kacang rebus. Dengan wajah mulai tersenyum pria tadi meninggalkan penjua kacang rebus.

Thursday, 19 July 2012

Apakah Bener ‘Putih itu Suci?’



                Sering terdengar di telinga kita bahwa bayi yang baru lahir bak lembaran kertas putih yang masih bersih. Belum ada coretan-coretan perjalanan hidup yang membawanya ke arah kesemrawutan dalam hidup. Hal itu disebabkan oleh pena serta kertas sang bayi masih ada di kedua orang tuanya yang setiap harinya keduanya membuat garis tepi agar tulisan sang anak akan rapi, mudah terbaca oleh sang pembaca nantinya yaitu malaikat pembaca amal perbuatan. Setiap tahun bayi itu akan tumbuh, tumbuh dan tumbuh sampai akhirnya tibalah di suatu titik (ketika baligh*) dimana diberi hak untuk memegang pena serta kertasnya sendiri untuk menuliskan semua alur cerita kehidupannya.
                Ada kalanya mereka menuliskan alur hidupnya sesuai dengan garis-garis tepi yang dibuat oleh keduanya, ada kalanya mereka menulis dengan asal-asalan (ming waton nulis). Hal yang lumrah oleh bayi itu adalah tidak menyadari kalau dirinya sudah membuat rusak tulisan dengan coretan-coretan yang tidak jelas. Ketika umurnya bertambah dewasa yaitu kurang lebih 20an tahun, bayi itupun menyadari bahwa tulisan-tulisan itu telah dinodahi oleh simbol-simbol warna yang dia torehkan ke dalam lembaran kertas tadi. Pertanyaan sang bayi adalah ‘Kenapa aku harus menorehkan warna-warna itu? Padahal sebenarnya akan mengotori kertas ku!’, kata sang bayi dengan nada marah. ‘Dari manakah aku mendapatkan warna sebanyak itu, padahal Engkau amanahi aku hanya satu pena?’, lanjut sang bayi. ‘krik,krik,Zzzzzzz,’ suara jangkrik serta suara dengkuran orang tidur menemani pertanyaan-pertanyaan bayi itu.
                ‘Itu adalah simbol-simbol dari semua dosamu’, kata Sang Pembuat Pena dan Kertas. ‘Kenapa Engkau ridhoi aku untuk menghancurkan garis-garis Mu, padahal nantinya utusanmulah yang akan membaca alur ceritaku?’ lanjut bayi itu. ‘Itu memang sengaja Aku torehkan lewat ujian-ujian yang Ku berikan, agar semua warna itu kamu kombinasaikan agar tercipta spectrum putih bersih’, Jawab-Nya. Setelah mendengar penjelasn tadi sang bayi-pun langsung tersungkur sujud dan mengatakan ‘Terimakasih Tuhan, Engkau telah mengenalkan Sang Pemuat Pena dengan aku lewat semua masalah yang Engkau ciptakan’.
                Sang Raja siang pun mulai mengintip dari balik awan, sang bayipun hanya tersenyum dan bersyukur bahwa hari ini dia masih diberi nikmat untuk menyusun warna-warna kehidupan.  
Note: ketika seorang manusia sudah dapat mengenal hak dan kewajiban serta dapat membedakan hal yang baik maupun buruk.

Silahkan berbagi dengan yang lain.

Wednesday, 27 June 2012

Manusia kelebihan Gula!, Siapa Takut?


Siapa sih anak Indonesia yang tak kenal dengan kata ‘Gula’. Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dari suatu keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel.
Dari penjelasan singkat tentang gula di atas, berarti kita tahu bahwa setiap sel tubuh kita memperoleh energi dari glukosa.Tubuh kita secara alami telah dianugrahi sifat-sifat manis oleh Tuhan Semesta Alam. Sifat manis inilah yang sebenarnya dapat membuat kehidupan ini menjadi bermakna dan mendamaikan semua umat manusia. Kenapa dapat seperti itu?, pasti Anda bertanya-tanya.
Hal tesebut dapat terbukti dari fakta ‘semua manusia diciptakan untuk saling berpasang-pasangan’. Dari kata-kata tersebut terselip makna yang cukup luas yaitu setiap manusia dimuka bumi ini telah diciptakan untuk menemukan pasangannya. Tak dipungkiri lagi didalam menemukan pasangannya setiap manusia pasti mendahulukan penglihatan fisik daripada sifat aslinya. Banyak diantara kita yang tidak terima akan takdir akan orang lain seperti, ‘kok orang itu mau ya, sama ceweknya/cowoknya yang jelek itu?’. Dari fakta itu kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Tuhan Semesta Alam telah menyelipkan rasa manis untuk setiap manusia. Rasa manis inilah yang nantinya akan dirasakan serta dapat difahami oleh setiap pasangan.
   Rasa manis yang tersimpan didalam tubuh kita juga sebenarnya dapat membuat bumi kita ini menjadi damai. Rasa alami yang dibawa oleh gula yaitu manis dapat dipadukan dengan kopi yang rasanya sangat pahit, coklat, jahe yang rasanya pedas maupun asam jawa yang rasanya asam. Sehingga apabila ada seseorang yang berkomentar atau berbicara se-pahit kopi, se-pedas jahe, maupun se-asam, asam jawa sebenarnya secara alamiah tubuh kita dapat mengolahnya menjadi olahan-olahan yang lebih bermanfaat bagi orang lain. Hasil olahan yang dimaksud adalah doa yang bermanfaat bagi orang-orang yang membeci kita, solusi-solusi bagus yang diberikan kepada musuh kita maupun senyuman manis yang diberikan kepada musuh kita. Hal tersebut dapat tercapai jika kita tetap berfikir positif, bersikap tenang serta pasrah kepada Tuhan Semesta Alam akan semua hal yang terjadi dengan kita.
Dari pemahaman di atas, maka kita tidak akan pernah takut kalau kita mempunyai sifat gula yang berlebih yaitu manis.

Sunday, 17 June 2012

‘Apakah Kita Harus Berguru pada Semua Hewan-Nya?’


Tuhan Semesta Alam telah mentakdirkan,
Ikan mempunyai sirip untuk berenang,
Burung mempunyai sayap untuk terbang,
Lebah mempunyai madu,
Cicak mempunyai kaki yang dapat menempel dinding,
Nyamuk mempunyai jarum di mulutnya,
Laba-laba mempuyai benang terkuat,
dan masih banyak lagi keistimewaan-keistimewaan yang dimiliki oleh setiap makhluk-Nya. Mereka tetap ikhlas akan semua kemampuan-kemampuan yang dimilikinya walaupun hukum rimba (yang kuat yang menang) tetap akan berlaku hingga akhir zaman nanti.
Pertanyaannya adalah, Kenapa Kita jarang Bersyukur kepada-Nya dan selalu merasa kurang, padahal kita telah diberi sesuatu yang paling special oleh Tuhan Semesta Alam yaitu akal pikiran. Apakah ‘Keikhlasan’ Manusia harus belajar dari hewan-hewan tersebut?

Tuesday, 8 November 2011

senyum

Cinta merupakan salah karya Tuhan Semesta Alam yang bersifat abstrak. Penampilan dari sebuah cinta tidak pernah jelas terlihat oleh panca indra manusia, sehingga manusia seringkali merasakan bahwa banyak sekali masalah-masalah yang tumbuh dari kata cinta. Mereka terkadang mempertanyakan kapan dan dimana cinta itu akan tumbuh, seperti apakah orang yang dianugrahi sebuah cinta sejati, kenapa kita harus memilih kata cinta, kenapa aku harus berfikir tentang kata cinta, kenapa aku sakit hati karena cinta, kapan cinta ini berakhir, kenapa aku harus mengenal kata cinta, kenapa harus aku yang mencinta dia. Tuhan Semesta Alam menciptakan ‘CINTA’ untuk menenangkan setiap karya-Nya. Dengan adanya cinta kita diharapkan menjadi makhluk yang bermanfaat serta membaikan oranglain. Pertanyaan-pertanyaan akan cinta tidaklah penting untuk kita fikirkan, yang paling penting adalah bagaimana cara kita untuk memfikirkan untuk bersyukur kepada Tuhan Semesta Alam karena telah memberikan kata cinta disetiap perbuatan yang berbuah senyum.

Saturday, 24 September 2011

Teori ‘Lock and Key’

Teramat sulit ketika seseorang menerjemahkan arti sebuah cinta yang dikorelasikan dengan jodoh, karena kita tahu bahwa keberadaan jodoh itu sangatlah dirahasiakan oleh Tuhan Semesta Alam, kita hanya mampu meraba-raba dari setiap kekurangan dari setiap pasangan kita. Sebagian besar manusia selalu menyangkut pautakan kata cinta dengan jodoh. Keduanya memang sangatlah erat, karena kata jodoh tercipta ketika cinta mulai tumbuh. Namun yang perlu dimengerti adalah keikhlasan akan penyampaian cinta terhadap sesama makhluk Tuhan Semesta Alam. Hiduplah dengan teori ‘Lock and Key’ Kedua benda itu selalu mendahulukan kepentingan ‘Si Pemilik Rumah’. Keduanya dapat menenangkan hati dari pemiliknya. Si Pemilik rumah akan tenang ketika meninggalkan rumahnya karena sudah percaya akan kerja ‘LOCK’, sehingga dalam perjalannannya si pemilik hanya setia menjaga ‘KEY’ nya untuk selanjutnya digunakan untuk membuga gerbang dan masuk ke rumah. Dari peristiwa tersebut, Anda tidak menyadari akan keajaiban Tuhan menciptakan kepantasan antara Lock and Key, karena keduanya mendahulukan kepentingan si Pemiliknya maka keduanya akan selalu dipertemukan dengan cara-cara yang paling indah oleh Tuhan Semesta Alam. Sejauh apapun itu jarak yang memisahkan mereka tingkat kepastian mereka akan ketemu sangatlah besar, karena Tuhan telah menakdirkan diantara keduanya untuk saling melengkapi dan membahagiakan pemiliknya.

Thursday, 1 September 2011

‘Indahnya Seorang Wanita Cantik’

Pernahkah kita berfikir betapa dahsyatnya ‘seorang wanita’ dimata para ‘penelaah kehidupan’?. Mereka selalu menganggap ‘seorang’ wanita itu adalah inspirasi terbesar untuk mengenal Tuhan lebih dalam, karena dari seorang wanita banyak sekali ‘pembelajaran Tuhan’ yang dapat dipetik, diantaranya yaitu ‘Cara Mereka Berpakaian’. Sebagai manusia, kita diperintahkan untuk berakaian yang pantas. Arti pantas di sini adalah pakaian yang sudah menutup aurat. Karena dalam pembahasan ini diambil dari sudut pandang ‘seorang wanita’, maka keterkaitan aurat dari ‘seorang pria’ tidak akan dibahas secara jauh. Pakaian minimal yang harus dikenakan oleh seorang wanita yaitu pakaian yang mampu menutup semua bagian auratnya. Adapaun pernak-pernik seperti bros serta hiasan-hiasan yang lain hanya sebagai pelengkap kecantikan ‘seorang wanita’ didalam berpakaian. ‘Seorang wanita’ yang sudah memenuhi syarat ‘menutup aurat’ dapat dikatakan wanita itu sudah cukup bahkan pantas bagi seorang pria untuk mengatakan bahwa wanita itu ‘cantik’. Namun BAYANGKAN!, apabila dalam penampilan wanita tersebut ditambahkan pernak-pernik seperti bros dan lain-lain, pria tersebut dapat menambahi kata ‘sangat’ di depan kata ‘cantik’. Penambahan kata sangat, hanyalah penambahan yang sederhana, namun jika dilihat dari makna yang terkandung didalamnya ada ‘perubahan makna yang bersifat menyempurnakan sesuatu’. Bagitupula kaitannya dengan Ibadah Wajib dan Ibadah Sunah. Ibadah sunah akan menjadikan ibadah wajib menjadi lebih ‘cantik’ dihadapan-Nya. Ibarat ‘seorang wanita’, Ibadah wajib sebanding dengan seorang wanita yang berpakaian ‘pantas’ sedangkan Ibadah Sunah bak pernak-pernik yang dipakai sebagai pelengkap kecantikan bagi seorang wanita.

Monday, 29 August 2011

FASA-FASA CINTA

Sebagian orang menganggap kata cinta identik dengan hubungan antara dua insan yang terikat didalam satu ikatan sehingga terjadi suatu interaksi yang dinamakan kangen, kebahagiaan serta kesedihan. Cinta adalah ‘suatu’ hasil karya Tuhan yang sebenarnya digunakan untuk mendasari kegiatan makhluk-Nya di alam semesta ini. Ibarat pembentukan suatu senyawa didalam ilmu kimia, cinta merupakan atom-atom inti yang menyusun dari molekul yang dimaksud. Intepretasi makna ‘cinta’ akan berbentuk fasa-fasa yang dapat dilihat maupun dirasakan oleh pelakunya.
Rasa kangen, kebahagiaan, kesedihan dan kebencian merupakan beberapa fasa dari cinta. Sebagian orang tidak menyadari bahwa di dunia ini masih banyak fasa-fasa cinta. Fasa-fasa cinta tersebut selama ini sebnarnya nampak, namun karena ada pembatasan belenggu akan artian ‘cinta’ maka fasa lain dari cinta akan terasa tak nampak darinya. Beberapa fasa cinta yang lain adalah ‘membaca, menulis dan bertanya’. Ketiganya termasuk fasa cinta dari ‘penuntutan ilmu’. Rapi, sopan, bersih merupakan fasa cinta dari ‘estetika’, dan lain-lain.
“Semakin banyak intepretasi kita akan fasa cinta, semakin sering pula untuk bersyukur kepada-Nya”
Note:
Di dalam ilmu kimia dikenal tiga jenis fasa dari suatu senyawa. Fasa-fasa tersebut yaitu fasa padat, fasa cair dan fasa padat. Yang paling membedakan dari ketiga fasa tersebut adalah interaksi serta kerapatan yang dimiliki oleh antar struktur senyawa. Fasa padat mempunyai kerapatan paling tinggi dibandingkan dengan fasa cair dan gas. Fasa Cair lebih rapat daripada gas. Jika dilihat dari kenampakan fisik dari ketiganya sangatlah berbeda, namun jika dilihat dari komponen unsur pembentuknya unsur yang sama. Misalnya senyawa air (H2O). Senyawa air terbentuk dari atom H dan O. Senyawa air mempunyai fasa padat yang sering disebut ‘es’, fasa cair ‘air’, fasa gas ‘gas H2O’.

“Tuhan Semesta Alam telah Menganuhgrahkan Keadilan terhadap Daya Tarip Setiap Makhluknya”

Keadilan Tuhan Semesta Alam akan pencipataan manusia diantaranya adalah ‘membubuhi titik penarik pada setiap manusia yang diciptakannya’. Titik penarik tersebut sering diungkapkan dengan penuh perasaan namun tanpa alasan. Hal tersebut terbukti dari setiap pasangan manusia (cowok-cewek) selalu mengagumi satu sama lain dan keduanya menganggap pasangannya paling sempurna dihadapan masing-masing sehingga munculah pujian-pujian diantara keduanya.
Hal tersebut terbukti ketika seseorang merasakan ‘suatu hal ketidak pantasan dari orang lain akan pasanganya’.
‘kok bisa ya?, orang sejelek itu pasangannya cakep banget?’
Perkataan tersebut santer terdengar diantara kita. Dari fakta di atas, dapat dimengerti bahwa diantara keduanya ‘pasti’ sudah terjadi koneksi antar titik tersebut sehingga membentuk suatu hubungan yang disebut cinta.
Mengacu pada ‘Tuhan itu telah menetapkan jodoh diantara kitA’, maka dapat dimengerti pula bahwa ‘setiap insan pasti mempunyai kepantasan masing-masing di dalam pemilihan jodohnya oleh Tuhan Semesta Alam’. Maka, janganlah khawatir tentang pemantasan yang dilakukan oleh Tuhan Semesta Alam di dalam menentukan pasangan kita.

Monday, 25 July 2011

“Ketekukan Mengenal Tuhan akan Muncul dan Bertambah Ketika Kita ditekan Masalah-Masalah Tuhan yang Akan Membesarkan Kita”

Sebagaimana manusia pada umunya, kita seringkali tidak peduli akan kejadian-kejadian Tuhan yang sebenarnya mengejutkan hati untuk membesarkan nama-Nya. Kejadian-kejadian itu sebenarnya salah satu cara Tuhan untuk mendekatkan kita kepada-Nya. Salah satu kejadian itu adalah “berkunjung ke Rumah Sakit”. Ketika kita memasuki rumah sakit, suasa yang Nampak didalamnya adalah kesedihan, kenestapaan, kemalangan serta ketenangan hati. Namun terkadang juga kita tetap mendengarkan gelak tanpa tawa, sedih tanpa air mata. Semua itu adalah penggambaran yang buruk dari “berkunjung ke Rumah Sakit”.
Dari kesuraman penggambaran perasaan ketika kita memasuki rumah sakit sebenarnya tersirat keimanan serta kedekatan mereka terhadap Tuhan. Penekanan masalah-masalah mereka, menyebabkan lompatan ketekunan mereka dalam mengenal Tuhan yang sesungguhnya. Mereka akan selalu menginstropeksi diri akan kekurangan-kekurangan yang telah diperbuat mereka selama hidup sehingga Tuhan mengingatkan mereka dengan rasa sakit.
Bagaimana seandainya, jika kita selalu mempelajari ketekunan mereka disetiap waktu kita didalam menelusuri waktu Tuhan?, kemungkinan yang akan terjadi adalah kita akan selalu bersyukur dan akan menjadi manusia yang tunduk sehingga menciptakan manusia yang baik dan membaikan.

Saturday, 23 July 2011

“Kesetiaan Cinta yang hakiki berawal dari sebuah Bayangan”

Sebagian besar manusia selalu mendefinisikan kata setia dengan berbagai macam makna. Rata-rata dari semua definisi kesetiaan akan berujung pahit ketika hidupnya sedang dirundung kepedihan akibat putusnya hubungan cinta. Konsep kesetiaan sebenarnya dapat kita pelajari dari bayangan yang dipendarkan oleh cahaya kepada tubuh kita. Bayangan yang terpendar oleh tubuh kita adalah kesetiaan yang paling hakiki yang tercipta oleh Tuhan. Tuhan tidak pernah memisahkan kita dengan sosok bayangan kita. Kita tidak akan pernah pernah tahu, kapan Tuhan akan memisahkan diantara keduanya. Ketika kita sedang sedih dia selalu datang menemani kita, begitu pula disaat kita senang.
Kehebatan Tuhan dalam menerangkan suatu makna yang kecil sungguhlah luar biasa, karena terkadang kenampakannya kasat oleh mata. Kenampakan suatu bayangan yang berpendar oleh datangnya cahaya merupakan suatu gambaran pelajaran Tuhan akan sebuah “kesetiaan” yang hakiki. Jika kita mau belajar kesederhanaan makna dari kesetian, maka kita akan selalu merasakan nikmatnya karunia Tuhan yang telah memberikan kita makna dari sebuah kesetiaan.

Wednesday, 22 June 2011

“Hidup untuk Mati”

HIDUP itu hanya sekali, Mengapa kita harus menyakiti hati orang lain padahal belum jelas mana yang benar, mana yang salah?, HIDUP itu hanya sekali, Mengapa kita harus marah kepada orang lain ketika orang lain menyakiti kita?, HIDUP itu hanya sekali , Mengapa kita harus saling memukul disaat ada perbedaan diantara kita?, HIDUP itu sekali, Mengapa kita harus tidak saling kenal setelah sempat mencari makna cinta bersama-sama?, HIDUP itu sekali , Mengapa kita harus mengumpat kepada orang lain?, padahal dari orang itu ada berbagai macam pelajaran Tuhan yang dapat kita pelajari. HIDUP itu sekali, Mengapa kita harus putus asa, ketika usaha kita digagalkan oleh Tuhan?, HIDUP itu sekali, Mengapa kita harus mengeluh ketika Tuhan sedang memberikan ujian kepada kita?, HIDUP itu untuk MATI, “Maka benahilah setiap proses dalam menyongsong KEMATIAN, maka niscaya kita akan terSENYUM setiap saat.”

“Kebolehjadian Manusia untuk Menemukan Jodoh Sangat Kecil”

Belajar makna cinta ala dunia sangatlah tidak abadi. Itu tercermin pada pengertian bahwa semua yang ada di dunia tak ada yang bersifat kekal melainkan pasti rusak. Dengan adanya pengertian itu, maka semua arti cinta yang dilandasi dengan ke fanaan dunia pasti berakhir dengan tangis kekecewaan. Bentuk dari tangisan itu bermacam-macam, misalnya saling benci, saling maki, saling tuduh dan masih banyak lagi.
Cinta itu akan indah ketika maknanya sudah dititipkan kepada Tuhan. Tuhanlah yang mempunyai segala cinta. Manusia tak akan merasa sakit hati lagi ketika cintanya sudah dilewatkan dahulu kepada Tuhan dan baru disampaikan kepada sesama. Bagi sebagia manusia hal tersebut tidaklah penting dipirkan, karena selama sudah dianggap cocok, mereka menganggap bahwa pasangannya itu adalah “JODOH yang TEPAT”. Padahal jika kita amati lebih jauh lagi, Jodoh itu sebenarnya suatu ketidak pastian yang diciptaan Tuhan untuk dimengerti oleh manusia. Tuhan telah menjajikan kepada manusia untuk membuatkan pasangan-pasanganya sesuai. Hal Itu menandakan bahwa setiap manusia sudah mempunyai jodohnya. Lalu sekarang coba berfikir, terkadang ada beberapa pasangan yang mengakhiri hubungannya dengan perceraian. Padahal keduanya “SUDAH PERNAH” mengucapkan “INI ADALAH JODOH KU” di awal pernikahan.
Itulah sebabnya saya katakan bahwa “Jodoh itu suatu ketidak pastian yang diciptakan Tuhan untuk dimengerti oleh manusia”, kita hanya dapat membuat cocok setiap perbedaan yang ada untuk kita syukuri, dari pengertian itulah maka manusia akan diberi ketenangan oleh Tuhan akan Jodohnya dan bukti Tuhan akan ketetapan jodoh diantara manusia akan terasa indah, karena kita sudah belajar untuk saling membaikan. Dan yang pasti kita tidak akan pernah untuk sakit hati lagi hidup di dunia ini.

Tuesday, 21 June 2011

“Tuhan Menyelipkan Makna CINTA kedalam Kata SAHABAT”


Sungguh, manusia tak kan bosan ketika mendengarkan kata CINTA, apalagi makna didalamnya. Beberapa orang beranggapan CINTA adalah hal paling pahit yang ditemukan didunia, itu kata-kata dari orang yang patah hati akibat CINTA, tetapi sebaliknya CINTA akan bermakna paling indah ketika hatinya sedang bertaburkan kesenangan yang berlandaskan CINTA. Untuk sebagian manusia, seringkali menganggap manis pahitnya CINTA lewat kejadian-kejadian serta efek yang ditimbulkan akibat interaksi dua insan manusia yang berbeda jenis kelaminnya.
Kepemilikan semua makna CINTA hanyalah punya Tuhan. Setiap manusia di dunia hanya diperbolehkan untuk menelaah setiap kejadian agar mendapatkan suatu pengertian CINTA. Tanpa kita sadari, sebenarnya Tuhan telah menciptakan kita dalam sil-silah akar keturunan yang jelas, yang menimbulkan suatu pengertian serta istilah-istilah dalam hubungannya antar manusia. Secara garis besar hubungan antar manusia dibagi menjadi dua yaitu hubungan keluarga dan hubungan pertemanan. Hubungan antar anak, orang tua kandung dan antar anggota keluarga, diartikan manusia sebagai hubungan keluarga, interaksi antar manusia diartikan sebagai pertemanan.
Hubungan keluarga, merupakan hubungan yang sangat fundamental didalam membentuk sikap kepribadian setiap pelaku di dalamnya. Banyak sekali makna yang terkandung di dalamnya, namun untuk saat ini yang akan saya bahas adalah tingkatan konsentrasi pengertian interaksi antar manusia.
Hubungan pertemanan adalah hubungan paling sederhana dan konteks konsentrasi arti didalamnya sangatlah rendah, karena biasanya pertemanan hanya sekedar kenal nama dan saling menyapa ketika bertemu. Tingkatan yang lebih tinggi dari hubungan pertemanan adalah “PERSAHABATAN”. Sikap perSAHABATan jauh lebih kompleks dan bermakna dibandingkan dengan sikap pertemanan. Sikap perhabatan akan disematkan pada hubungan antar manusia ketika diantara kedua pelakuka sudah menjajagi dan mulai mencoba untuk saling mengingatkan suatu kebaikan yang membaikan. Sikap inilah yang pasti belum ditemukan dari hubungan pertemanan.
Pengingatan akan kebaikan yang membaikan sebenarnya taraf paling tinggi suatu hubungan antar manusia. Pelakunya akan merasa selalu peduli akan keadaan yang sedang dialami. Jika jika ada diantara keduanya yang susah, maka salah satu dari keduanya itu pasti akan membantu agar cepat keluar dari kesusahan. Jika salah satu dari keduanya ada yang senang, maka akan muncul suatu teguran untuk mensyukuri agar tidak kufur nikmat.
Interaksi-interaksi itulah yang sebenarnya makna dari sebuah CINTA yang baik dan membaikan. CINTA itu tidak harus tumbuh dari dua insan yang berbeda jenis kelaminnya, namun CINTA dapat selalu tumbuh dimana kata SAHABAT sudah disematkan ke dalam suatu hubungan. So, mulailah mencona untuk menciptakan SAHABAT sebanyak mungkin agar Anda menikmati CINTA di setiap perjalanan hidup di dunia, and smile until you are going to come heaven.

Monday, 20 June 2011

“Wanita adalah salah satu Esensi terpenting dari Reaktor Kehidupan”


Wanita adalah sesosok makhluk yang tercipta oleh Tuhan dengan keadaan paling lemah tercipta. Terlihat dari tindak-tanduknya yang lemah dan selalu menengahkan segala urusan dikembalikan kepada jernihnya hati. Sebagian besar para ahli pengetahuan, menganggap bahwa penyelesaian masalah yang dihadapi wanita berakar dari solusi hati. Jarang sekali proses penalaran peristiwa disingkrongkan dengan otak. Itulah sebabnya, banyak sekali wanita yang masih bertahan untuk mencintai seorang pria, padahal pria itu sudah pernah selingkuh atau menyakiti hatinya.
Rata-rata manusia mempunyai pola fikir yang sama dengan fakta di atas. Wanita itu sebenanrnya “Bahan Bakar Reaktor Kehidupan” yang paling sempurna didalam pencipta-Nya. Untuk menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk membangkitkan energi listrik diperlukan pengontrolan dalam reaksi Fisi pada inti atom. Pengontrolan itu dimaksudkan agar didalam pencapaian panas yang dikehendaki didalam menggerakan turbin tidak terlalu berlebihan. Jika reaksi fisi tidak terkendali maka panasnya akan melelehkan semua bahan dari reaktor (sering dikenal sebagai peristiwa melting down) sehingga bahan radio aktif akan menyebar ke lingkungan reaktor. Bahan Bakar reaktor nuklir yang sangat terkenal adalah uranium-235.
Sepertihal nya uranium-235, wanita juga mempunyai kemampuan yang dahsyat, jika kita mau berfikir berbeda dari kebanyakan manusia. Kehebatan itu sebenarnya muncul dari sifat kelemahan yang diciptakan oleh Tuhan. Banya peristiwa yang sebanrnya penggambaran kedahsyatan seorang wanita, diantaranya, sebuah negara super power dapat hancur hanya gara-gara wanita, pemimpin akan jatuh harkat martabatnya hanya gara-gara wanita, suami hebat gara-gara dibelakangnya ada seorang wanita yang setia, jarang sekali ditemukan janda tua menikah lagi (ada juga beberapa yang nikah lagi) karena kesetiaannya dan masih banyak lagi.
Dari beberapa contoh tadi, pasti kita sudah bisa membandingkan, perbedaan pengontrolan power dari reaktor kehidupan. Wanita dengan pengontrolan yang sesuai jalur Tuhan, akan mambuat semuanya menjadi takjub akan kehebatan Tuhan yang dititipkan sebagian kecil kepada wanita. Wanita dengan pengontrolan yang buruk, akan menjadikan hal-hal yang buruk pula karena adanya sifat “Radiasi” yang sangat bahaya. So, mulailah belajar untuk penjagaan di dalam “Menyikapi Bahan Bakar Reaktor Kehidupan” agar tepat guna, sehingga menciptakan hal-hal yang baik dan membaikan.