ANJING, merupakan salah satu dari kata
umpatan yang sering terdengar dari masyarakat Indonesia. Terciptanya umpatan
ANJING dimungkinkan karena anjing salah satu hewan najis bagi kaum muslim, adapun
kata yang lain yaitu BABI. Lalu bagaimana dengan nasib JANGKRIK dan kata-kata
umpatan lain seperti MATAMU, RAIMU, ANCUK. Kata-kata itu akan dianggap sebagai salah
satu umpatan ketika kontrol hati kita sedang dikendalikan oleh syetan. Sifat syeitan
tersebut akan membaur dalam makna yang kita ucapkan tersebut, dampaknya adalah
kemarahan serta permusuhan. Namun sebaliknya jika kita control hati kita dengan
cinta, pastilah kata-kata tersebut akan bermakna indah dan menjadi
pelajaran-pelajaran yang sangat berarti dalam hidup kita.
Pernahkah Anda melihat keakraban dua orang
manusia ketika diantara keduanya menyebutkan kata ANJING pada saat bertemu
sapa.
Orang 1 :
Anjing, sekarang bagaimana kabar mu?
Orang 2 :
Alkhamdulillah sehat.
Keduanyapun melanjutkan percakapan mereka.
Betapa indah bukan keadaan dua instan tersebut. Keduanya sudah
bertahun-tahun tidak pernah bertegur sapa karena kesibukannya masing-masing.
Itu tandanya tidak semua kata umpatan bermakna umpatan bahkan semuanya akan
bermakna indah ketika hati kita dikontrol oleh cinta-Nya.
‘Seburuk-buruk kata akan bermakna indah ketika hati ini telah dikontrol
oleh cinta-Nya, bagaimana jadinya kalau kata-kata indah yang terucapkan dari
mulut kita?’
