Powered By Blogger

Saturday, 24 March 2012

Anjing, Babi, Jancuk, Matamu, apalagi ya?


ANJING, merupakan salah satu dari kata umpatan yang sering terdengar dari masyarakat Indonesia. Terciptanya umpatan ANJING dimungkinkan karena anjing salah satu hewan najis bagi kaum muslim, adapun kata yang lain yaitu BABI. Lalu bagaimana dengan nasib JANGKRIK dan kata-kata umpatan lain seperti MATAMU, RAIMU, ANCUK. Kata-kata itu akan dianggap sebagai salah satu umpatan ketika kontrol hati kita sedang dikendalikan oleh syetan. Sifat syeitan tersebut akan membaur dalam makna yang kita ucapkan tersebut, dampaknya adalah kemarahan serta permusuhan. Namun sebaliknya jika kita control hati kita dengan cinta, pastilah kata-kata tersebut akan bermakna indah dan menjadi pelajaran-pelajaran yang sangat berarti dalam hidup kita.
Pernahkah Anda melihat keakraban dua orang manusia ketika diantara keduanya menyebutkan kata ANJING pada saat bertemu sapa.
Orang 1                                : Anjing, sekarang bagaimana kabar mu?
Orang 2                                : Alkhamdulillah sehat.
Keduanyapun melanjutkan percakapan mereka.
Betapa indah bukan keadaan dua instan tersebut. Keduanya sudah bertahun-tahun tidak pernah bertegur sapa karena kesibukannya masing-masing. Itu tandanya tidak semua kata umpatan bermakna umpatan bahkan semuanya akan bermakna indah ketika hati kita dikontrol oleh cinta-Nya.
‘Seburuk-buruk kata akan bermakna indah ketika hati ini telah dikontrol oleh cinta-Nya, bagaimana jadinya kalau kata-kata indah yang terucapkan dari mulut kita?’