Powered By Blogger

Sunday, 22 April 2012

Adaptasi adalah Anti-Vir paling Mutakhir Pengusir Virus ‘Galau’


Adaptasi adalah salah satu perilaku makhluk hidup untuk mempertahan diri dari perubahan lingkungan. Proses adaptasi akan dilakukan jika ada proses penekanan atau gangguan yang mengakibatkan munculnya rasa kekhawatiran misalnya kekhawatiran untuk hidup, mencari makan dan lain sebagainya. Semua makhluk hidup di alam semesta ini ditakdirkan untuk merasakan nikmatnya proses adaptasi. Jika kita diperbolehkan untuk meraba makna dari kata ‘adaptasi’ maka ekspektasi dari kata tersebut adalah kemampuan manusia yang diberikan oleh Tuhan Semesta Alam untuk bisa berubah kebentuk yang diinginkan oleh manusia tersebut maupun lingkungan. Didalam ilmu kimia biasa disebut like dissolve like , misalnya ada campuran air dan minyak, maka jika ada larutan x (mempunyai sifat seperti minyak) maka  larutan tersebut akan mudah bercampur atau larut dengan minyak. Begitupula manusia, jika seorang manusia ingin menjadi ahli motor maka beradaptasilah kepada orang-orang yang ahli motor, jika ingin menjadi dokter maka beradaptasi lah dengan dokter, jika kita ingin menjadi kekasih-Nya, maka beradaptasilah dengan kekasih-kekasih Nya juga dan lain sebagainya. Perilaku tersebut merupakan salah satu bentuk usaha diri kita untuk meraih semua mimpi-mimpi kita, keputusan tertinggi tetap ada pada-Nya dan yang pasti juga adalah keputusan-keputusa-Nya adalah keputusan terbaik bagi semua umuat-Nya, jika kita seorang guru, maka guru adalah keputusan terbaik-Nya untuk kita. Sujud Syukur dan Ikhlas akan membuat kita mudah untuk beradaptasi, dimanapun dan kapanpun.
Bagaimana Menurut Anda?

Sunday, 8 April 2012

Apa Jadinya Kalau Kita Menghitung Mundur Umur Kita


Pernahkah Kita Menghitung Mundur Umur Kita?. Umur atau usia setiap tahunnya akan semakin bertambah, dari mulai dihitung dengan satuan hari, bulan (biasanya untuk bayi), dan tahun (satuan usia setelah melewati 1 tahun kelahiran). Bergantinya tahun sebanding dengan bertambahnya umur kita. Banyak diantara kita selalu merayakan bertambahnya umur kita setiap tahun, dari pesta yang sederhana hingga paling meriah. Namun, Apakah ada yang Berubah Setelah Perayaan Itu? . Kebahagiaan, keceriaan,harapan-harapan, doa-doa baik serta hadiah pasti didapat dalam perayaan itu. Namun, apa jadinya kalau kita menghitung terbalik/mundur umur kita, atau dengan kata lain ‘kita mengingat sisa standar umur yang manusia miliki?’. Misalnya Jika Usia Anda sekarang 23 tahun, maka yang diingat adalah ada sisa umur 40 tahun (dari standar manusia 63 tahun). Jika proses tersebut terfikirkan maka proses instropeksi diri lah yang akan menjadikan kita lebih baik lagi, serta memanfaatkan sebaik mungkin di sisa umur kita. Tidak hanya Kebahagiaan, keceriaan,harapan-harapan, doa-doa baik serta hadiah yang kita peroleh, namun pemahaman hidup kita akan semakin mantap.
Apakah Anda Punya Pandangan yang Berbeda dengan Betambahnya Umur?

Friday, 6 April 2012

Kedewasaan Tingkat Tinggi


Setiap orang pasti mempunyai makna tersendiri akan istilah ‘kedewasaan’. Ada sebagian yang menganggap kedewasaan marupakan suatu tatanan perkembangan otak dan perilaku manusia yang telah mencapai taraf pemahaman batin, sehingga berimbas pada kemampuan penalaran dan munculnya sifat kehati-hatian dalam melakukan sesuatu. Akibatnya adalah orang tersebut akan mengetahui dan menyadari akan kepentingan individu dan kepentingan orang lain. Kedua sifat tersebut akan diperlakukan sewajarnya ketika kita telah beranjak dewasa. Kita akan tahu, kapan harus memakai kedua sifat tersebut. Kedua sifat tersebut sebenarnya sudah melekat erat dengan tubuh manusia, hanya saja dominansi atau kecenderungannya tergantung dari lingkungan yang mengajarinya. Selama lingkungannya mengajari keseimbangan antara kedua sifat tersebut, maka tingkat pemahaman serta sifat kedewasaan orang tersebut akan semakin baik. Penjelasan diatas merupakan salah satu pemahaman tingkat kedewasaan yang paling sederhana.
Taukah kamu kalau ada pemahaman ‘kedewasaan tingkat tinggi?’
Pemahaman kedewasaan tingakat tinggi berawal dari pertanyaan-pertanyaan sederhana yaitu ‘Saya itu Siapa?’, ‘Untuk apa kita Hidup?’ dan ‘Untuk Apa kita Hidup?’. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, dibutuhkan suatu rambu-rambu dimana rambu-rambu tersebut yang akan menuntun langkah kita untuk menuju jawaban-jawaban yang kita maksud.
Tuhan Semesta Alam telah mempermudah diri kita untuk menemukan jawaban tersebut, karena Dia telah mengutus orang-orang pilihannya (misalnya Nabi) untuk membabat hutan (istilah gelapnya zaman jahiliah/kebodohan) untuk membuatkan jalan serta pemasangkan rambu-rambunya disetiap tikungan iblis (syeitan). Godaan akan bermunculan ketika manusia berada di tikungan iblis, apakah kita akan terlena mengikutinya ataukah kita akan bertahan dijalan-Nya.
Pemahaman rambu-rambu ini biasa orang awam sebut ‘Mematuhi perintah-Nya serta Menjauhi Larangan-Nya’. Jika pelaksanaan setiap rambu-rambu tersebut dapat berjalan dengan sebaik mungkin maka kita telah mencoba untuk menjadi manusia dengan tingkat kedewasaan paling tinggi.
Sekarang apa Makna Kedewasaan Menurut Anda?