Sadarkah kamu kalau bumi itu pernah menjadi tempat rehabilitasi termegah
umat manusia? Dan tahukah mengapa demikian?, Jika belum tahu juga jawabnnya,
maka mari berimajinasi sejenak tentang manusia pertama yang ada di dunia ini
yaitu Adam as dan siti hawa. Pada mulanya keduanya bahagia tinggal di dalam
surga namun suatu ketika keduanya melanggar larangan-Nya, akibat dari peristiwa
itulah keduanya diturunkan ke Bumi. Keduanya diberi amanah untuk tetap beriman,
saling berbagi, berbuat kebajikan serta percaya akan adanya hari akhir.
Dari penggalan cerita yang sangat pendek di atas maka ‘Apakah kita cukup
kuat untuk mempunyai kesombongan kepada-Nya, padahal kita terlahir di dunia ini
berawal dari kehinaan dan mempunyai silsilah kesalahan pada masa lalu?’ padahal
kita masih diberi amanah dari-Nya hingga hari akhir nanti. Amanah tersebut
merupakan rambu-rambu yang akan menghubungkan antara bumi dan pintu surga. Jika
kita tetap menaati peraturan-peratura tersebut, harapannya adalah kita dapat
kembali lagi seperti nenek moyang kita dahulu yang berawal dari surga. Namun
perlu diingat juga, amanah yang pertama yaitu keiimanan. Untuk amanah yang satu
ini, kita hanya mampu menjaganya, karena keimanan kita dapat diibaratkan sebagai
api kecil. Kadang si api tenang, kadang juga si api hampir pada, karena tertiup
angin. Pemilik api itulah yang akan selalu menjaga dengan baik si api kecil
itu.
Oleh
sebab itulah mari kita tetap berdoa agar si api kecil yang ada di hati kita
tetap terjaga oleh-Nya, sehingga kita tetap dijalur serta patuh terhadap
rambu-rambu-Nya.
