Cikarang 1 oktober 2012 jam 00.00 WIB, Jalan Kali Malang kawasan Industri
pintu bagian 10-11 masih tetap menunjukan aktivitas seperti biasanya. Nampak para wanita paruh baya, remaja sedang
duduk-duduk santai di bangku yang telah disiapkan oleh pemilik lapak. Mereka
berdandan sebaik baik dandanan. Pakean ketat beserta jeans mini yang mereka
paksa paksakan muat agar lebih kelihatan sexy dipandang dan menggairahkan
selalu mereka kenakan setiap malam. Setiap kali melintas satu, dua motor mereka
akan menyapa dengan merdu ‘mari mas mampir’. Ada pula yang
membuat kode-kode dengan layar Hp, asap rook, bahkan api korek gas pun mereka
jadikan kode bagi pelanggan. Tak habis fikir mereka membuat kode-kode khas
untuk setiap pelanggannya.
Speedo meter motor ku tetap
terjaga di angka 20 km/jam. Selang 1 menit dari perjalanan pintu 10 ke pintu 11
akupun memberanikan diri untuk berhenti di salah satu lapak mereka. Pemandangan nikmat dunia mereka hamparkan
semuanya, namun yang hingga aku fikirkan sampai saat ini ada beberapa anak
kecil yang secara langsung menyaksikan kenikmatan-kenikmatan tersebut. APA YANG
MEREKA FIKIRKAN?
Dengan bermodalkan keberanian dan beberapa lembar uang, akhirnya aku
menemukan jawaban jujur yang mereka lontarkan. Walaupun bahasanya sangat susah
untuk aku susun pada saat itu, tetapi alhasil aku pulang dengan hati yang lega
ternyata aku tahu di setiap hati mereka ‘Masih
ada Iman dan kesetian kepada sang Maha Pencipta Alam Semesta ini’.
Beberapa diantara mereka menuturkan, karena alasan klasik kepepet masalah
keuangan, punya background pengalaman yang pahit tentang asmara mereka, dan
masih banyak alasan lagi yang mereka sampaikan. Sesungguhnya mereka sadar akan
semua resiko dari jalan yang mereka pilih, bagaimana nasib anak-anaknya,
keluarganya nanti dimasa depan, namun kenyataanya nikmat dunia sangatlah
membutakan mereka untuk mengatakan TIDAK.
Ucap syukur aku panjatkan kepada Mu ya Tuhan Semesta Alam, karena
Engkaulah yang selalu menjaga keimanan kami dari mulai membuka hingga menutup
mata di setiap malam hari. Betapa dahsyatnya keistimewaan wanita yang Engkau
pasangkan buat kami ya Tuhan Semesta Alam, dari suara mereka Engkau beri energi
untuk menggoda kaum kami, belum lagi bentuk badan hingga warna kulit pun Engkau
beri energi untuk menggoda kami.
Itulah kenapa, ada istilah ‘Wanita
itu adalah pakaian dunia bagi kaum pria’. Semakin baik wanita itu untuk menjaga
semua keistimewaan itu, semakin baik pula pria yang disampingnya. Banyak para
pemimpin besar lahir karena kebesaran wanita-wanita disekitarnya. Keadilan Mu,
Engkau sematkan ketika kesuksesan pria selalu di buntuti dengan kebesaran
seorang wanita. Semoga Tuhan Semesta Alam selalu mencintai semua wanita yang
berada di sekitar kita, Amin.
