Jika kita amati lebih mendalam, para ilmuan muslim sebagian besar adalah penghafal Al-Qur'an. Terus apa hubungannya?, saya pun mencoba untuk menebak dan mencari tahu. Bagaimana sih kira - kira keterkainnya antara Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan. Setelah diamati dan ditelusuri ternyata hal yang paling kecil saja, seperti 'membaca ayat - ayat dalam Al-Qur'an' dapat dijadikan contoh dan diterapkan oleh para ilmuan muslim pada masa itu untuk mempelajari sistematika research. Pertanyaan selanjutnya adalah "Loh, apa hubungannya antara membaca ayat-ayat Al-Qur'an dengan sistematika research?. Jika kita telaah lagi lebih dalam, ternyata memang benar, kita didalam membaca ayat-ayat Allah dan setiap surat tidak boleh loncat-loncat, harus menyeluruh dan komprehensif, sehingga mampu diaplikasikan menjadi amalan-amalan yang baik dan berguna bagi masyarakat sekitar. Begitu juga research, jika kita sabar dan melewati tahapan-tahapan yang ada InsyaAllah kualitas research kita akan sangat bermanfaat bagi kita dan bagi umat manusia, karena telah sejalan dengan ajaran Al-Qur'an. InsyaAllah.
So, bagaimana jadinya jika para scientist di Indonesia semuanya penghafal dan pengamal Al-Qur'an?

