Powered By Blogger

Sunday, 7 July 2019

Catatan Rindu Untuk Ayah & Ibu



Coba Kita Renungkan Apa yang Mereka Lakukan untuk Kita Pada Saat Kita Berumur,

1 s/d 3 bulan
(kita hanya mampu oek-oek)

6 bulan
(kita mulai belajar merangkak dan belajar makan)

1 tahun
(kita mulai belajar berjalan)

1 s/d 3 tahun
(ego kita mulai tumbuh)

7 tahun
(mulai masuk Sekolah Dasar)

13 tahun
(mulai masuk Sekolah Menengah Pertama)

16 tahun
(mulai masuk Sekolah Menengah Atas)

19 tahun
(mulai lah masuk Universitas)

20 th dst
(mulai belajar hidup mandiri dan banyak pemahaman-pemahaman baru yang terkadang memandang orang tua kitalah yang harus mengikuti zaman)

Apa yang keduanya lakukan untuk kita?
yang pasti mereka selalu dan tak akan pernah lupa untuk mengetuk pintu langit demi kita. Setiap kali pasti akan meminta kepada Allah yang terbaik bagi kita.

Namun kita sebagai anak, seringkali lupa bahkan lalai untuk membuat mereka tersenyum setiap hari.

Mari kita doakan ayah, ibu kita dan buat mereka tersenyum hingga Allah cukupkan nikmatnya di dunia ini dan kelak akan berkumpul kembali di surga. Amin

Monday, 1 July 2019

Jangan "TAKUT" kepada Allah


Pernahkah kita mendengar perkataan beberapa orang tua "Nak, takut itu ke Allah, bukan ke setan". Apakah bahkan kita sendiri yang pernah mengatakannya hal tersebut pada anak-anak kita? Sebenarnya tepat tidak ya kalau kita mengajarkan atau menanamkan pengertian seperti itu kepada anak-anak kita?. Coba kita telaah lagi dari sisi ayat-ayat Al-Qur'an pada surat Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah). Di surat tersebut Allah mengulang kata-kata "Fabiayyi aala'i rabbikuma tukazziban" sebanyak 31 kali. Dibalik kata-kata tersebut pasti kita sebagai manusia yang berakal diminta oleh Allah untuk berfikir tentang semua nikmat yang telah di berikan oleh kepada kita.


Dan pasti kita tidak akan mampu menghitung jumlah nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah. Maka dari itu kita sangatlah kikir, jika disetiap harinya kita lupa untuk bersyukur kepada Allah. Lalu apa hubungannya dengan kata-kata yang disebutkan di atas? (Nak, takut itu ke Allah, bukan ke setan). Tentu sangat erat sekali dengan perkataan tersebut, karena jika kita dalami lagi dengan melihat sifat-sifat terbaik Allah, maka kita akan tahu bahwa Allah itu sangat mencintai makhluk ciptaannya. Bahkan jika kita melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah maka Allah akan tetap memberikan nikmat-nikmat yang tidak akan pernah bisa kita hitung. Jadi, tidak akan sepadan jika kita menanamkan bahwa Allah itu menakutkan. Padahal Allah itu sangat mencintai kita. Maka, mari kita tingkatkan pengetahuan dan kelapangan hati untuk selalu bersyukur kepada Allah, sehingga kita MALU ketika kita lupa dan lalai kepada Allah. 

"Jangan Takut Kepada Allah, karena Allah Maha Menyayangi Kita"
"Malulah kepada Allah, karena Allah Selalu Menyayangi Kita"