Siapa sih anak Indonesia yang tak kenal dengan kata ‘Gula’. Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi
perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula
digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dari suatu
keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi
dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel.
Dari
penjelasan singkat tentang gula di atas, berarti kita tahu bahwa setiap sel tubuh
kita memperoleh energi dari glukosa.Tubuh kita secara alami telah dianugrahi
sifat-sifat manis oleh Tuhan Semesta Alam. Sifat manis inilah yang sebenarnya
dapat membuat kehidupan ini menjadi bermakna dan mendamaikan semua umat
manusia. Kenapa dapat seperti itu?, pasti Anda bertanya-tanya.
Hal tesebut
dapat terbukti dari fakta ‘semua manusia diciptakan untuk saling
berpasang-pasangan’. Dari kata-kata tersebut terselip makna yang cukup
luas yaitu setiap manusia dimuka bumi ini telah diciptakan untuk menemukan
pasangannya. Tak dipungkiri lagi didalam menemukan pasangannya setiap manusia
pasti mendahulukan penglihatan fisik daripada sifat aslinya. Banyak diantara
kita yang tidak terima akan takdir akan orang lain seperti, ‘kok orang itu mau
ya, sama ceweknya/cowoknya yang jelek itu?’. Dari fakta itu kita dapat
mengambil kesimpulan bahwa Tuhan Semesta Alam telah menyelipkan rasa
manis untuk setiap manusia. Rasa manis inilah yang nantinya akan
dirasakan serta dapat difahami oleh setiap pasangan.
Rasa manis yang tersimpan didalam tubuh kita
juga sebenarnya dapat membuat bumi kita ini menjadi damai. Rasa alami yang
dibawa oleh gula yaitu manis dapat dipadukan dengan kopi yang rasanya sangat
pahit, coklat, jahe yang rasanya pedas maupun asam jawa yang rasanya asam.
Sehingga apabila ada seseorang yang berkomentar atau berbicara se-pahit kopi, se-pedas jahe, maupun se-asam,
asam jawa sebenarnya secara alamiah tubuh kita dapat mengolahnya menjadi
olahan-olahan yang lebih bermanfaat bagi orang lain. Hasil olahan yang dimaksud
adalah doa yang bermanfaat bagi orang-orang yang membeci kita, solusi-solusi
bagus yang diberikan kepada musuh kita maupun senyuman manis yang diberikan
kepada musuh kita. Hal tersebut dapat tercapai jika kita tetap berfikir
positif, bersikap tenang serta pasrah kepada Tuhan Semesta Alam akan semua hal
yang terjadi dengan kita.
Dari
pemahaman di atas, maka kita tidak akan pernah takut kalau kita mempunyai sifat
gula yang berlebih yaitu manis.
