Powered By Blogger

Sunday, 10 June 2012

Ketika Api Lilin Memberi Makna Kehidupan


Iman adalah (n) 1. kepercayaan (yang berkenaan  dengan agama) kepada Allah, Nabi, kitab suci;  2. ketetapan hati; keteguhan batin; ke-seimbangan batin (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Jika kata iman di bubuhi awalan ke-, maka akan menjadi keimanan. Keimanan (n) adalah keyakinan; ketetapan hati; keteguhan hati (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Pengertian di atas bersifat abstrak, sehingga sebagian dari kita tidak dapat mengukur banyak, sedikit, tebal, tipisnya iman kita. Kita hanya mampu merasakan ketenangan ketika iman kita sedang berada pada puncak tertinggi. Efek ke tubuh kita adalah kita merasa bahagia dan selalu mensyukuri apa saja yang kita miliki. Iman bersifat fluktuatif, kadang berada di atas, kadang juga berada dibawah, tergantung ketahanan kita untuk menahan hembusan cobaan dari yang punya iman yaitu Tuhan Semesta Alam.
Api lilin merupakan salah satu perumpamaaan yang tepat untuk menggambarkan betapa lemahnya keimanan kita. Kita tidak punya hak sama sekali untuk mengatur kapan api kita menyala dengan terang. Kita hanya bisa mampu untuk berdoa agar nyala api tetap bertahan walaupun itu sangat kecil kuantitasnya ketika hembusan angin dari pemilik api menerpa. Kita juga tidak mempunyai hak untuk menyalakan atau memadamkan api kecil tersebut. (Agamaku-Agamaku, Agamamu-Agamamu).
Mari tetap berdoa, agar Tuhan Semesta Alam tetap mempertahankan nyala api, walaupun sangat kecil dan kita mampu berjalan di kegelapan dan kerasnya dunia ini.

No comments:

Post a Comment