Powered By Blogger

Saturday, 24 March 2012

Anjing, Babi, Jancuk, Matamu, apalagi ya?


ANJING, merupakan salah satu dari kata umpatan yang sering terdengar dari masyarakat Indonesia. Terciptanya umpatan ANJING dimungkinkan karena anjing salah satu hewan najis bagi kaum muslim, adapun kata yang lain yaitu BABI. Lalu bagaimana dengan nasib JANGKRIK dan kata-kata umpatan lain seperti MATAMU, RAIMU, ANCUK. Kata-kata itu akan dianggap sebagai salah satu umpatan ketika kontrol hati kita sedang dikendalikan oleh syetan. Sifat syeitan tersebut akan membaur dalam makna yang kita ucapkan tersebut, dampaknya adalah kemarahan serta permusuhan. Namun sebaliknya jika kita control hati kita dengan cinta, pastilah kata-kata tersebut akan bermakna indah dan menjadi pelajaran-pelajaran yang sangat berarti dalam hidup kita.
Pernahkah Anda melihat keakraban dua orang manusia ketika diantara keduanya menyebutkan kata ANJING pada saat bertemu sapa.
Orang 1                                : Anjing, sekarang bagaimana kabar mu?
Orang 2                                : Alkhamdulillah sehat.
Keduanyapun melanjutkan percakapan mereka.
Betapa indah bukan keadaan dua instan tersebut. Keduanya sudah bertahun-tahun tidak pernah bertegur sapa karena kesibukannya masing-masing. Itu tandanya tidak semua kata umpatan bermakna umpatan bahkan semuanya akan bermakna indah ketika hati kita dikontrol oleh cinta-Nya.
‘Seburuk-buruk kata akan bermakna indah ketika hati ini telah dikontrol oleh cinta-Nya, bagaimana jadinya kalau kata-kata indah yang terucapkan dari mulut kita?’

Tuesday, 14 February 2012

Untung Isinya Bukan Kemasannya


Salah satu strategi perdagang yaitu ‘buatlah kemasan produkmu semenarik mungkin’. Strategi itu dilakukan untuk menarik konsumen agar membeli produknya. Penampilan fisik dari setiap produk sangatlah mendukung pada proses pemasaran. Produk akan lebih dipilih oleh pembeli ketika bentuk dari kemasan produk sangat menarik.
UNTUNG Tuhan Semesta Alam tidak menggunakan teori itu. Tuhan Semesta Alam menggunakan teori ‘pemilihan didasarkan pada kemurnian isi (hati), bukan pada kenampakan fisiknya’. Semoga kita dapat bersyukur kepada-Nya disetiap saat. 

Pilihan terbaik dari Tuhan Semesta Alam untuk Manusia


“KESAL” merupakan salah satu kata yang digunakan untuk mengekspresikan ketidak tepatan antara kenyataan dan harapan. Hal tersebut kerap kali terjadi kepada setiap individu. Mereka menganggap bahwa setiap kejadian di dunia ini akan membahagikan dirinya ketika angan-angan yang diharapkan (doa) terkabulkan oleh-Nya.kebanyakan orang mengganggap bahwa kenampakan fisik dari terkabulnya doa merupakan standar dari realisasi doa kepada-Nya. Jika kenampakan fisiknya tidak sesuai yang diinginkan berarti mereka menganggap doanya belum terkabul, bahkan ada juga yang menganggap doanya tidak terkabul. Dari pemikiran itulah maka timbul yang namanya ‘KESAL’.
Tuhan Semesta Alam itu akan memelihara langit, bumi, dan diantaranya. Oleh sebabitulah kenapa kita harus kesal terhadap suatu keadaan. Hal tersebut tidak perlu kita lakukan karena realisasi dari keadaan sekarang merupakan keadaan terbaik dari mata Tuhan Semesta Alam.Semoga kita menjadi makhluknya-Nya yang selalu bersyukur disetiap keadaan.
‘Bahagia di atas nikmatnya bararti bersyukur’
‘Bahagia di atas penderitaan berarti sabar’

Apakah benar manusia tercipta dari perselingkuhan Malaikat dan Iblis ya?


Hingga saat ini makhluk ciptaan Tuhan Semesta Alam paling sempurna adalah manusia. Manusia masih menempati peringkat utama dari makhluk-makhluk Tuhan lainnya seperti malaikat, iblis, hewan dan lain-lain. Hal tersebut diakibatkan oleh adanya karunia-Nya yang hingga saat ini terkadang dilalaikan oleh manusia untuk bersyukur. Hal yang dimaksud adalah akal pikiran dan nafsu.
Kedudukan tertinggi dari manusia adalah ketika standarnya melebihi standar malaikat. Malaikat merupakan salah satu mahluk ciptaan-Nya yang selalu sujud dan rukuk kepada-Nya. Ibarat kata kehidupan malaikat bak ikan di dalam air. Tanpa air tersebut ikat tak akan dapat hidup (Jalaluddin Rumi). Sebagai makhluk-Nya, manusia ternyata deberi kesempatan untuk berada di tingkat seperti itu. Namun sebaliknya, manusia juga dapat berada diposisi yang paling rendah, bahkan lebih rendah daripada hewan, kapan hal itu terjadi ?. Hal itu terjadi ketika koneksi antara akal pikiran dan hati kita terputus, akibatnya sifat iblis yang menguasai tubuh kita yaitu nafsu. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang disayangi Tuhan Semesta Alam, sehingga kita tak pernah tersesat dikala kabut iblis menghalangi kita disetiap rambu-rambu yang telah dipasang oleh kekasih-Nya.

Thursday, 9 February 2012

On Line-nya hati dan pikiran kita


Kata mabuk selalu dikaitkan dengan minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang, walaupun terkadang tidak juga semua orang memandang hal tersebut. Namun, setidaknya setiap orang tidak menyadari bahwa mabuk itu merupakan suatu hal yang sangat dekat dengan kita. Semua orang pasti jarang sekali sadar akan kedatangan mabuk. Hal tersebut dikarenakan masih terbelenggunya lingkaran pikiran kita akan kata-kata mabuk. Kata mabuk akan dipandang sangat berbahaya jika pengertiannya adalah ‘akibat dari tertutupnya tali antara hati dan pikiran kita oleh sifat-sifat syetan’.
Penutupan hati kita oleh syetan, mengakibatkan mendegnya koneksi antara hati dan pikiran, sehingga apabila kita dalam keadaan mabuk, setiap perbuatan tercela akan diupayakan semaksimal mungkin padahal hal tersebut tidak dibenarkan oleh hati kita. Oleh sebab itulah, dalam keadaan sadar atau tidak sadar kita sebenarnya dekat sekali dengan hal-hal seperti mabuk. Semoga Tuhan Semesta Alam selalu menjaga koneksi hati dan pikiran kita agar selalu On Line.

Tuesday, 17 January 2012

LONCENG PAK SAWAH

Sepenggal 'NOVEL Sepucuk Surat Untuk BapakKu' karya Alfan Danny Arbianto


‘Klonteng…klonteng…klonteng…”
Pagi itu mataku terbelalak ketika suara alarem dari pak sawah sampai ketelingaku. Diakhir akhir bulan Desember mulai sering terdengar suara gaduh itu dari luar kamarku. Suara gaduh itu berasal dari alat pengusir burung pak sawah. Sekarang ini pak sawah selalu datang lebih awal daripada biasanya. Biasanya pak sawah mulai beraktifitas setelah matahari keluar dari sarangnya, namun untuk akhir-kahir ini pak sawah selalu mendahului terbitnya matahari. Tak ada alasan lain bagi pak sawah untuk tidak berangkat lebih awal kecuali untuk menyelamatkan butiran-butiran padinya dari gangguan burung pipit yang selalu bertengger di setiap batang padinya.
Dengan otak masih dengan setengah sadar, ku mulai dekati jendela kamarku yang bertambah kusam karena jarang sekali dibersihkan. Keduanya bertambah buram ketika bercak-bercak debu mulai membekas bak tetesan air hujan yang kerap menguyur keduanya. Tanpa ada ragu sedikitpun untuk membuka keduanya dengan sepenuh tenaga.
‘Greg…’
‘wussssss’
Hempasan angin serta embun pagi terasa menusuk dihidungku. Denyut nadiku seolah-olah terhenti sesaat dengan datangnya dinginnya pagi. Aroma kesegaran serta indahnya kicauan burung mulai membawaku kepada kesadaran seutuhnya. Keadaan itu kerap kali terasa karena kamarku berada dilantai dua, dengan hamparan puing-puing material bangunan perumahan serta beberapa petak sisa sawah dari proyek pembangunan perumahan sehingga secuil suasana sawah yang membentang dibelakang kamarku masih terpampang indah setiap pagi. Tak tahu sampai kapan suara gaduh dari pak sawah bertahan dan akan tergantikan dengan kegaduhan mesin-mesih kendaraan bermotor serta perabotan rumah tangga lainnya yang memicu bunyi-bunyian yang akan mengganggu kenikmatan tidurku. Untuk saat ini aku hanya mampu berharap akan kesehatan pak sawah agar tetap membangunkanku ketika esok hari datang lagi.

Dari sela-sela debu yang menempel di kedua kaca jendela kamarku terlihat dengan jelas ribuan batang padi yang mulai menguning dengan dihiasi beberapa ekor burung yang beradu cepat dengan pak sawah. Bak seorang cow boy pak sawah dengan cekatnya menarik beberapa tali yang telah terpancang rapi di gubuknya ketika beberapa burung hinggap di setiap ranting tanaman padinya. Mulut pak sawah tetap membisu seribu kata, hanya kedua bola matanya serta kedua tanggnya yang selalu aktif ketika burung-burung datang. Sembari memperhatikan butiran padinya, terkadang pak sawah tak henti-hentinya memilah milah bibit tanaman yang akan ditanaman dimusim tanam mendatang misalnya jagung, kacang-kacangan atau sejenisnya.
Lonceng buatan pak sawah sangatlah sederhana, dengan bermodalkan kaleng bekas susu dan tali plastik, pak sawah mampu menciptakan alat yang paling sederhana untuk mengagetkan para burung ketika hinggap di batang-batang padi. Beberapa peneliti di bidang pertanian menyatakan bahwa cara tersebut sebenarnya kurang efektif karena untuk beberapa kali penarikan oleh pak sawah burung akan mampu merekam ritme yang sama ketika pak sawah mengulanginya lagi. Kemungkinan-kemungkinan tersebut nampaknya sudah dipertimbangkan oleh pak sawah, karena sepanjang saya mendengarkan lonceng yang dimainkan oleh pak sawah, menghasilkan ritme yang berbeda-beda disetiap waktu yang berbeda pula. Oleh sebab itulah yang menguatkan diriku untuk tetap mendoakan pak sawah tetap sehat dan tetap setia untuk membangunkanku di setiap pagi. Hingga saat ini akupun tak pernah tahu dan tak mau tahu darimana si pak sawah mendapatkan ide cerdas itu. Aku hanya berperasangka bahwa Tuhan Semesta Alam lah yang mengajari beliau akan khidupan sawah sebenarnya dan yang pasti lagi adalah aku tetap bisa bangun pagi karena lonceng pak sawah.
Suara lonceng pak sawah dan segarnya udara pagi tak terasa membawaku ke tingkat tertinggi dari sebuah kenangan akan seorang pria hebat yang sekarang telah bertambah lemah karena lelah akan kehidupan dunia yang telah dijalaninya bertahun-tahun. Pria ini telah mengenyam manis pahitnya kehidupan mulai dari tahun 1945. Tepat 5 hari sebelum kemerdekaan Republik Indonesia anak keenam dari pasangan Bapak Karyadi dan Ibu Khotijah ini dilahirkan ke dunia dengan bantuan seorang dukun bayi. Anak keenam dari pasangan pejuang kemerdekaan itu diberi nama Muhammad Yahya Maulana Yusuf Ibrahim. Betapa panjang nama yang disematkan kepada anak keenam mereka sepanjang harapan-harapan keduanya di kehidupan mendatang. Yusuf merupakan satu-satunya anak laki-laki yang dilahirkan dari kedua pejuang 45 tersebut. Keduanya menaruh jutaan mimpi kepada yusuf. Oleh sebab itulah ayahnya rela membanting tulang bekerja sebagai petani demi anaknya menjadi seorang guru ngaji.
Usamnya daun padi yang menguning bagaikan perubahan warna rambut yusuf tua yang sekarang menjadi bapakku, dari hitam legam menjadi putih karena dimakan usia. Masih terngiang ditelingaku ketika bapakku menemaniku ke Jogjakarta untuk bersekolah di salah satu universitas tertua di Indonesia.
“dek, jangan lupa solat, belajar ya”
“InsyaAllah Pak”, jawab ku sambil tersenyum.
Percakapn itupula yang membawa aku untuk mengenang betapa gigihnya perjuangan bapakku dalam mengantarkan aku ke kota Jogjakarta. Suatu kebanggaan tersendiri bagi bapakku yang hanya guru ngaji kampungan,mengantarkan anaknya di universitas terkemuka di Indonesia. Bapakku hanyalah seorang guru ngaji di sebuah desa kecil di kabupaten Tegal. Beliau selalu mengajariku akan kesederhanaan, keramahan, kemandirian serta ketaatan dalam beragama. Pelajaran-pelajaran tersebut belaiu sampaikan kepadaku setiap hari. Beliau tak mengenal kapan dan dimana harus mengajarkan nilai-nilai tersebut kepadaku. Yang ku tahu hanyalah bapakku pengajar paling setia disepanjang hidupku.
Seperti anak desa lainnya, harta yang paling berharga dari seorang bapak zaman dahulu adalah beberapa petak sawah. Sembari mengajar pendidikan agama islam, bapaku tak enggan untuk mengurus sendiri sawah pemberian kakekku itu. Beliau selalu mengurusnya ketika waktu mengajar telah usai. Tak ayal diakhir bulan selalu saja bapak membawa hasil panen apa itu berupa jagung, ketela ataupun hanya seikat kacang tanah yang masih mentah.
Masih lekat diingatanku ketika beliau mengajakku untuk ikut menanam jagung di sawah kakek. Beliau mengajariku akan pemilihan bibit jagung yang baik untuk ditanam, kapan waktu tanam terbaik untuk tanaman jagung dan berbagai macam ilmu tanam pada waktu itu. Walaupun kala itu aku hanya sebatas mendengarkan, tapi aku percaya pengenalan-pengenalan itulah merupakan salah satu cara bapakku untuk mengajarkan aku akan kehidupan sebenarnya.
‘klonteng…klonteng…klonteng…’
Akupun tersentak dan mulai berusaha untuk keluar dari lamunanku.
‘Alkhamdulillah, gumamku yang dihiasi dengan senyuman.
Bersambung….

Aku Mengerti Karena Anda

Idealnya, setiap manusia di dunia menginginkan perjalanan hidup yang lurus sesuai dengan ketentuan Tuhan. Mereka mengharapkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Jika gambar di atas diasumsikan sebagai titik-titik kedudukan manusia. Setiap titik mewakili kejadian-kejadian yang dialami manusia, maka jika seseorang berjalan dari satu titik ke titik yang lain yang dirasakan hanyalah garis lurus.
Kemampuan untuk menyadari akan terbentuknya suatu belokan dari sebuah perjalanan hidup sangatlah kecil, karena fokus perjalan manusia hanyalah satu titik. Satu titik di depan kita adalah future (masa depan), sedangkan satu titik di belakang kita adalah kenangan. Kedua titik tersebut akan selalu nampak lurus dihadapan kita. Kita sangatlah susah untuk mengontrol bahkan menyadari keterbelokan perjalan kita untuk menuju Tuhan Semesta Alam.
Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol kehidupan kita yaitu mintalah nasihat-nasihat kebaikan dari orang disekitar kita. Orang disekitar kitalah yang sebenarnya pemerhati perjalanan hidup kita sesungguhnya. Banyak sekali cara-cara Tuhan yang dititipkan kepada orang-orang disekitar kita untuk mengingatkan kesalahan kita.Hal tersebut seringkali kita abaikan. Adapun cara yang lain adalah introspeksi diri sendiri sesering mungkin. Cara ini merupakan salah satu cara yang cukup susah dilakukan, karena setiap manusia lebih sering melakukan pembenaran terhadap kelakukannya sehingga proses introspeksi seringkali terganggu.
Dengan kita menyadari betapa pentingnya orang lain terhadap kita, maka doakanlah orang-orang disekitar kita dengan sebaik-baiknya doa.