Powered By Blogger

Wednesday, 27 June 2012

Manusia kelebihan Gula!, Siapa Takut?


Siapa sih anak Indonesia yang tak kenal dengan kata ‘Gula’. Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dari suatu keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel.
Dari penjelasan singkat tentang gula di atas, berarti kita tahu bahwa setiap sel tubuh kita memperoleh energi dari glukosa.Tubuh kita secara alami telah dianugrahi sifat-sifat manis oleh Tuhan Semesta Alam. Sifat manis inilah yang sebenarnya dapat membuat kehidupan ini menjadi bermakna dan mendamaikan semua umat manusia. Kenapa dapat seperti itu?, pasti Anda bertanya-tanya.
Hal tesebut dapat terbukti dari fakta ‘semua manusia diciptakan untuk saling berpasang-pasangan’. Dari kata-kata tersebut terselip makna yang cukup luas yaitu setiap manusia dimuka bumi ini telah diciptakan untuk menemukan pasangannya. Tak dipungkiri lagi didalam menemukan pasangannya setiap manusia pasti mendahulukan penglihatan fisik daripada sifat aslinya. Banyak diantara kita yang tidak terima akan takdir akan orang lain seperti, ‘kok orang itu mau ya, sama ceweknya/cowoknya yang jelek itu?’. Dari fakta itu kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Tuhan Semesta Alam telah menyelipkan rasa manis untuk setiap manusia. Rasa manis inilah yang nantinya akan dirasakan serta dapat difahami oleh setiap pasangan.
   Rasa manis yang tersimpan didalam tubuh kita juga sebenarnya dapat membuat bumi kita ini menjadi damai. Rasa alami yang dibawa oleh gula yaitu manis dapat dipadukan dengan kopi yang rasanya sangat pahit, coklat, jahe yang rasanya pedas maupun asam jawa yang rasanya asam. Sehingga apabila ada seseorang yang berkomentar atau berbicara se-pahit kopi, se-pedas jahe, maupun se-asam, asam jawa sebenarnya secara alamiah tubuh kita dapat mengolahnya menjadi olahan-olahan yang lebih bermanfaat bagi orang lain. Hasil olahan yang dimaksud adalah doa yang bermanfaat bagi orang-orang yang membeci kita, solusi-solusi bagus yang diberikan kepada musuh kita maupun senyuman manis yang diberikan kepada musuh kita. Hal tersebut dapat tercapai jika kita tetap berfikir positif, bersikap tenang serta pasrah kepada Tuhan Semesta Alam akan semua hal yang terjadi dengan kita.
Dari pemahaman di atas, maka kita tidak akan pernah takut kalau kita mempunyai sifat gula yang berlebih yaitu manis.

Sunday, 17 June 2012

‘Apakah Kita Harus Berguru pada Semua Hewan-Nya?’


Tuhan Semesta Alam telah mentakdirkan,
Ikan mempunyai sirip untuk berenang,
Burung mempunyai sayap untuk terbang,
Lebah mempunyai madu,
Cicak mempunyai kaki yang dapat menempel dinding,
Nyamuk mempunyai jarum di mulutnya,
Laba-laba mempuyai benang terkuat,
dan masih banyak lagi keistimewaan-keistimewaan yang dimiliki oleh setiap makhluk-Nya. Mereka tetap ikhlas akan semua kemampuan-kemampuan yang dimilikinya walaupun hukum rimba (yang kuat yang menang) tetap akan berlaku hingga akhir zaman nanti.
Pertanyaannya adalah, Kenapa Kita jarang Bersyukur kepada-Nya dan selalu merasa kurang, padahal kita telah diberi sesuatu yang paling special oleh Tuhan Semesta Alam yaitu akal pikiran. Apakah ‘Keikhlasan’ Manusia harus belajar dari hewan-hewan tersebut?

Tuesday, 12 June 2012

Ternyata Tidak Selamanya Harus Uang Kok!


Kata shadaqoh atau sedekah berasal dari kata ‘shadaqa’ yang artinya benar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata infak berarti pemberian sumbangan (harta) dsb (selain zakat wajib) untuk kebaikan, sedekah, nafkah. Jika kita selalu mengacu pada pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia maka implementasi urutan shadaqoh akan menjadi sempit, karena pengertian tersebut akan mempersempit cangkupan penerima infak. Jika kita mau menelusuri lebih jauhlagi dari pengertian infak maka akan difahami tentang cangkupan penerima infak. Cangkupan penerima infak sebenarnya sangatlah detail. Apabila cangkupan infak tersebut terlaksana maka akan terbentuk suatu keseimbangan dalam keluarga dan masyarakat, akibatnya adalah tumbuhnya rasa saling memiliki diantara sesama manusia. Efek jangka panjangnya adalah setiap manusia akan selalu bersyukur dan merasa tercukupi. Walaupun sebenarnya perlu dilakukan cara-cara yang baik pula dalam pemberian infak tersebut.
Sesuai dengan asal katanya maka, pengertian infak akan lebih luas disaat kita berfikir bahwa infak itu merupakan suatu tindakan yang berhubungan dengan orang lain dengan berlandaskan kebenaran iman, misalnya tersenyum, membantu orang lain dan sebagainya. Jika kita sudah mulai berlatih untuk itu, maka InsyaAllah kehidupan kita akan jauh lebih tenang dan lebih banyak orang lain yang bahagia karena keberadaan kita. 

Sunday, 10 June 2012

Ketika Api Lilin Memberi Makna Kehidupan


Iman adalah (n) 1. kepercayaan (yang berkenaan  dengan agama) kepada Allah, Nabi, kitab suci;  2. ketetapan hati; keteguhan batin; ke-seimbangan batin (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Jika kata iman di bubuhi awalan ke-, maka akan menjadi keimanan. Keimanan (n) adalah keyakinan; ketetapan hati; keteguhan hati (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Pengertian di atas bersifat abstrak, sehingga sebagian dari kita tidak dapat mengukur banyak, sedikit, tebal, tipisnya iman kita. Kita hanya mampu merasakan ketenangan ketika iman kita sedang berada pada puncak tertinggi. Efek ke tubuh kita adalah kita merasa bahagia dan selalu mensyukuri apa saja yang kita miliki. Iman bersifat fluktuatif, kadang berada di atas, kadang juga berada dibawah, tergantung ketahanan kita untuk menahan hembusan cobaan dari yang punya iman yaitu Tuhan Semesta Alam.
Api lilin merupakan salah satu perumpamaaan yang tepat untuk menggambarkan betapa lemahnya keimanan kita. Kita tidak punya hak sama sekali untuk mengatur kapan api kita menyala dengan terang. Kita hanya bisa mampu untuk berdoa agar nyala api tetap bertahan walaupun itu sangat kecil kuantitasnya ketika hembusan angin dari pemilik api menerpa. Kita juga tidak mempunyai hak untuk menyalakan atau memadamkan api kecil tersebut. (Agamaku-Agamaku, Agamamu-Agamamu).
Mari tetap berdoa, agar Tuhan Semesta Alam tetap mempertahankan nyala api, walaupun sangat kecil dan kita mampu berjalan di kegelapan dan kerasnya dunia ini.

Wednesday, 2 May 2012

‘Adakah Jalur Alternatif menuju surga ya?’


Sadarkah kamu kalau bumi itu pernah menjadi tempat rehabilitasi termegah umat manusia? Dan tahukah mengapa demikian?, Jika belum tahu juga jawabnnya, maka mari berimajinasi sejenak tentang manusia pertama yang ada di dunia ini yaitu Adam as dan siti hawa. Pada mulanya keduanya bahagia tinggal di dalam surga namun suatu ketika keduanya melanggar larangan-Nya, akibat dari peristiwa itulah keduanya diturunkan ke Bumi. Keduanya diberi amanah untuk tetap beriman, saling berbagi, berbuat kebajikan serta percaya akan adanya hari akhir.
Dari penggalan cerita yang sangat pendek di atas maka ‘Apakah kita cukup kuat untuk mempunyai kesombongan kepada-Nya, padahal kita terlahir di dunia ini berawal dari kehinaan dan mempunyai silsilah kesalahan pada masa lalu?’ padahal kita masih diberi amanah dari-Nya hingga hari akhir nanti. Amanah tersebut merupakan rambu-rambu yang akan menghubungkan antara bumi dan pintu surga. Jika kita tetap menaati peraturan-peratura tersebut, harapannya adalah kita dapat kembali lagi seperti nenek moyang kita dahulu yang berawal dari surga. Namun perlu diingat juga, amanah yang pertama yaitu keiimanan. Untuk amanah yang satu ini, kita hanya mampu menjaganya, karena keimanan kita dapat diibaratkan sebagai api kecil. Kadang si api tenang, kadang juga si api hampir pada, karena tertiup angin. Pemilik api itulah yang akan selalu menjaga dengan baik si api kecil itu.
Oleh sebab itulah mari kita tetap berdoa agar si api kecil yang ada di hati kita tetap terjaga oleh-Nya, sehingga kita tetap dijalur serta patuh terhadap rambu-rambu-Nya.

Sunday, 22 April 2012

Adaptasi adalah Anti-Vir paling Mutakhir Pengusir Virus ‘Galau’


Adaptasi adalah salah satu perilaku makhluk hidup untuk mempertahan diri dari perubahan lingkungan. Proses adaptasi akan dilakukan jika ada proses penekanan atau gangguan yang mengakibatkan munculnya rasa kekhawatiran misalnya kekhawatiran untuk hidup, mencari makan dan lain sebagainya. Semua makhluk hidup di alam semesta ini ditakdirkan untuk merasakan nikmatnya proses adaptasi. Jika kita diperbolehkan untuk meraba makna dari kata ‘adaptasi’ maka ekspektasi dari kata tersebut adalah kemampuan manusia yang diberikan oleh Tuhan Semesta Alam untuk bisa berubah kebentuk yang diinginkan oleh manusia tersebut maupun lingkungan. Didalam ilmu kimia biasa disebut like dissolve like , misalnya ada campuran air dan minyak, maka jika ada larutan x (mempunyai sifat seperti minyak) maka  larutan tersebut akan mudah bercampur atau larut dengan minyak. Begitupula manusia, jika seorang manusia ingin menjadi ahli motor maka beradaptasilah kepada orang-orang yang ahli motor, jika ingin menjadi dokter maka beradaptasi lah dengan dokter, jika kita ingin menjadi kekasih-Nya, maka beradaptasilah dengan kekasih-kekasih Nya juga dan lain sebagainya. Perilaku tersebut merupakan salah satu bentuk usaha diri kita untuk meraih semua mimpi-mimpi kita, keputusan tertinggi tetap ada pada-Nya dan yang pasti juga adalah keputusan-keputusa-Nya adalah keputusan terbaik bagi semua umuat-Nya, jika kita seorang guru, maka guru adalah keputusan terbaik-Nya untuk kita. Sujud Syukur dan Ikhlas akan membuat kita mudah untuk beradaptasi, dimanapun dan kapanpun.
Bagaimana Menurut Anda?

Sunday, 8 April 2012

Apa Jadinya Kalau Kita Menghitung Mundur Umur Kita


Pernahkah Kita Menghitung Mundur Umur Kita?. Umur atau usia setiap tahunnya akan semakin bertambah, dari mulai dihitung dengan satuan hari, bulan (biasanya untuk bayi), dan tahun (satuan usia setelah melewati 1 tahun kelahiran). Bergantinya tahun sebanding dengan bertambahnya umur kita. Banyak diantara kita selalu merayakan bertambahnya umur kita setiap tahun, dari pesta yang sederhana hingga paling meriah. Namun, Apakah ada yang Berubah Setelah Perayaan Itu? . Kebahagiaan, keceriaan,harapan-harapan, doa-doa baik serta hadiah pasti didapat dalam perayaan itu. Namun, apa jadinya kalau kita menghitung terbalik/mundur umur kita, atau dengan kata lain ‘kita mengingat sisa standar umur yang manusia miliki?’. Misalnya Jika Usia Anda sekarang 23 tahun, maka yang diingat adalah ada sisa umur 40 tahun (dari standar manusia 63 tahun). Jika proses tersebut terfikirkan maka proses instropeksi diri lah yang akan menjadikan kita lebih baik lagi, serta memanfaatkan sebaik mungkin di sisa umur kita. Tidak hanya Kebahagiaan, keceriaan,harapan-harapan, doa-doa baik serta hadiah yang kita peroleh, namun pemahaman hidup kita akan semakin mantap.
Apakah Anda Punya Pandangan yang Berbeda dengan Betambahnya Umur?