Thursday, 29 September 2011
Teori STRES
Sesuai dengan hukum fisika, rumus tekanan yaitu: P=F/A. P yaitu tekanan, F adalah gaya yang diberikan dan A adalah luasan penampang. Jika diasumsikan gaya yang diberikan sama maka factor A (luasan penampang) yang menjadi tolak ukur, apakah tekanan yang dihasilkan besar ataukah kecil. Semakin kecil luasan penampang yang disediakan, maka semakin besar tekanan yang dihasilkan. Hal tersebut dapat dimengerti pula ketika ada seorang cewek yang mengenakan sepatu berhak tinggi yang berjalan di jalanan becek maka hal yang terjadi adalah si cewek akan merasa kesusahan karena tekanan yang dihasilkan oleh sepatu sangatlah besar. Namun sebaliknya jika luasan penampang hak sepatu dari si cewek di perbesar maka tekanan yang dihasilkan akan semakin kecil dan selanjutnya si cewek akan mampu berjalan di atas jalanan yang becek tersebut.
Dari konsep tersebut, dapat dimengerti pula jika ‘gaya’ yang diterima merupakan masalah-masalah yang diciptakan oleh Tuhan Semesta Alam kepada manusia dan luasan penampang adalah cara-cara manusia untuk menghadapi masalah-masalah itu maka tekanan dapat disimbolkan sebagai ‘stres’. Dari pengertian tersebut diperoleh rumus baru yaitu:
Stress = masalah/cara-cara manusia
Semakin banyak inisiatif yang kita buat untuk menyelami masalah, semakin jauh pula kehidupan kita dari kata stress.
Ku ingat Rakyat ku Lewat Sir Isaac Newton
Sir Isaac Newton adalah ahli fisika, matematika, astronomi, kimia dan ahli filsafat yang lahir di Inggris. Buku yang ditulis dan dipublikasikan pada tahun 1687, PhilosophiƦ Naturalis Principia Mathematica, dikatakan sebagai buku yang paling berpengaruh dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Karyanya ini menjelaskan tentang hukum gravitasi dan tiga asas (hukum) pergerakan, yang mengubah pandangan orang terhadap hukum fisika alam selama tiga abad kedepan dan menjadi dasar dari ilmu pengetahuan modern.
Siapa diantara kalian yang belum pernah mendengar kata GRAVITASI?, tentu sudah bukan?. Kata gravitasi santer terdengar dikalangan scientist, namun kebaradaannya seringkali luput dari pengertian dalam kehidupan. Dari hukum Tuhan ini kita akan mendapat pengertian bahwa semua benda yang berada di dunia ini akan tertarik ke bawah karena akibat adanya gravitasi bumi. Jika dikondisikan sebuah benda jatuh dari ketinggian x meter, maka benda tersebut akan menghujam ke dalam tanah sejauh x meter (karena ada pengaruh gaya jatuh dan grafitasi). Semakin tinggi kedudukan suatu benda maka semakin dalam pula bekas hujaman benda tersebut.
Jika pengertian tersebut dianalogikan sebagai kedudukan seseorang maka sesuai dengan hukum Tuhan ini, semakin tinggi kedudukan seseorang semakin dekat pula kaitannya dengan suatu hal yang berada di bawah yaitu ‘rakyat’ jelata.
Saturday, 24 September 2011
Teori ‘Lock and Key’
Teramat sulit ketika seseorang menerjemahkan arti sebuah cinta yang dikorelasikan dengan jodoh, karena kita tahu bahwa keberadaan jodoh itu sangatlah dirahasiakan oleh Tuhan Semesta Alam, kita hanya mampu meraba-raba dari setiap kekurangan dari setiap pasangan kita. Sebagian besar manusia selalu menyangkut pautakan kata cinta dengan jodoh. Keduanya memang sangatlah erat, karena kata jodoh tercipta ketika cinta mulai tumbuh. Namun yang perlu dimengerti adalah keikhlasan akan penyampaian cinta terhadap sesama makhluk Tuhan Semesta Alam.
Hiduplah dengan teori ‘Lock and Key’
Kedua benda itu selalu mendahulukan kepentingan ‘Si Pemilik Rumah’. Keduanya dapat menenangkan hati dari pemiliknya. Si Pemilik rumah akan tenang ketika meninggalkan rumahnya karena sudah percaya akan kerja ‘LOCK’, sehingga dalam perjalannannya si pemilik hanya setia menjaga ‘KEY’ nya untuk selanjutnya digunakan untuk membuga gerbang dan masuk ke rumah. Dari peristiwa tersebut, Anda tidak menyadari akan keajaiban Tuhan menciptakan kepantasan antara Lock and Key, karena keduanya mendahulukan kepentingan si Pemiliknya maka keduanya akan selalu dipertemukan dengan cara-cara yang paling indah oleh Tuhan Semesta Alam. Sejauh apapun itu jarak yang memisahkan mereka tingkat kepastian mereka akan ketemu sangatlah besar, karena Tuhan telah menakdirkan diantara keduanya untuk saling melengkapi dan membahagiakan pemiliknya.
Si Tante Memang Cantik
(Suatu ketika di depan sebuah mall kota Jogjakarta)
Bapak Tukang Becak: "waduh Tante, belanjaannya banyak bener hari ini?, buat anaknya semua ya?", tanya si Bapak sambil menuntuk kea rah belanjaannya si Tante dan menggoda (Bahasa: Lebay dikit) si Tante biar naik Becaknya.
Tante Cantik: "iya ini Pak, anterin saya dong Pak, sampe ke perumahan Palem Asri"
Bapak Tukang Becak: "siap Tante", saut Bapak dengan gembira.
Didalam perjalanan keduanya terdiam, si Bapak tetap mengayuh Becak dan si Tante tetap setia dengan BBnya (Merk HP terkenal tahun 2010an).
Bapak Tukang Becak: 'Anak-anak sekarang tu sudah mulai berani protes ke orang tua ya Tante, katanya demokratis jadi semuanya boleh ngomong', celetuk si Bapak.
Tante Cantik: 'Loh memangnya kenapa Pak, bener kan Pak?', jawab si Tante dengan tenangnya (tambah tersenyum lagi, cantiknya si Tantepun bertambah).
Bapak Tukang Becak: ‘Ya bener sih, tapi….’
Tante Cantik: ‘Tapi kenapa Pak?’, sahut si Tante Cantik.
Bapak Tukang Becak: ‘Bayangin aja ya Tan, anak saya kan 5 mereka berkomitment untuk minta uang jajan yang besarnya sama, kan ya susah to?, kata mereka kalo ngasihnya beda-beda, berarti Bapak Tidak Adil.’
Tante Cantik: ‘ada-ada aja deh ni si Bapak’, yo setidaknya Bapak harus bias ngertiin ke anak-anaknya Bapak bahwa ‘ADIL ITU TIDAK HARUS SAMA’.
Bapak Tukang Becak: ‘Ow, bener juga ya Tante. O.K saya coba Tante.’ Jawab Bapak dengan tenangnya.
Keadilan itu tidak harus sama, itu berari bahwa pengertian keadilan lebih cenderung ke arah ‘kepantasan’. Keadilan akan terasa indah ketika pelaksanaan akan suatu keadilan tersebut berdasarkan kepantasan. Tanpa kita sadari terkadang kita berfikir bahwa kehidupan dunia itu tidak adil, yang miskin tetap dengan kemiskinannya yang kaya malah tambah kaya (santer terdengar di berbagai media informasi). Tingkat kedudukan sosial merupakan suatu gambaran keadilan Tuhan kepada umatnya. Orang miskin terjadi karena mereka memang pantas diberi gelar ‘miskin’ oleh Tuhan dan yang kaya juga. Namun diantara kepantasan-kepantasan itu, kita sebagai manusia yang diberi akal dan budi, harus selalu berusaha mencari setiap makna akan gelar-gelar yang disematkan Tuhan kepada kita, karena disetiap gelar yang disematkan Tuhan kepada kita merupakan suatu cobaan yang memang didalamnya tersirat makna-makna Tuhan untuk selalu kita fikirkan agar menjadikan kita ‘Orang Baik’.
Efisiensi Kerja Mesin Carnot bagi Kehidupan
Nicolas Leonard Sadi Carnot adalah seorang insinyur militer Prancis pada tahun 1842 telah mengungkapkan teori efesiensi kerja suatu mesin. Carnot beranggapan bahwa semua energi yang diberikan kedalam sebuah sistem (biasa dikenal dengan input) akan berubah menjadi energi panas dan kerja (out put). Dari pengertian tersebut munculan suatu persamaan sebagai berikut:
Note: W= usaha Q=energi/kalor Dari persamaan tersebut dapat dimengerti bahwa jika rasa Cinta yang diberikan oleh Tuhan Semesta Alam merupakan sebuah energi (input) maka untuk menjadikan efisiensi kinerja mendekati 100%, kita dianjurkan untuk menjadi makhluk yang selalu menyayangi diantara makhluk Tuhan. Semakin banyak kita membagikan rasa cinta yang kita miliki, semakin efisien pula diri kita dihadapan Tuhan Semesta Alam. ‘menyingkirkan batu krikil yang ada di tengah jalan, itu juga bentuk dari cinta kok’
Note: W= usaha Q=energi/kalor Dari persamaan tersebut dapat dimengerti bahwa jika rasa Cinta yang diberikan oleh Tuhan Semesta Alam merupakan sebuah energi (input) maka untuk menjadikan efisiensi kinerja mendekati 100%, kita dianjurkan untuk menjadi makhluk yang selalu menyayangi diantara makhluk Tuhan. Semakin banyak kita membagikan rasa cinta yang kita miliki, semakin efisien pula diri kita dihadapan Tuhan Semesta Alam. ‘menyingkirkan batu krikil yang ada di tengah jalan, itu juga bentuk dari cinta kok’
Saturday, 17 September 2011
Pernahkah kita Belajar Kehidupan dari ‘sistem koordinat kartesius’?
Jika titik A adalah titik awal dari sistemn koordinat kartesius, maka sumbu x,y dan z adalah jarak yang akan memproyeksikan titik-titik dari A yaitu a1, a2, dan a3 untuk menduduki dimensi ruang dan waktu dari sebuah kehudupan system koordinat kartesius.
Jika dianggap bahwa titik a1, a2 dan a3 selalu berada diantara x, y dan z, maka akan diperoleh rumus:
1/a1, 1/a2 dan 1/a3
Nilai ketiganya akan samadengan 1 (satu) ketika a1=x, a2=y dan a3=z. Semakin banyak kita mendefinisikan angka a1, a2 dan a3 dari titik awal yaitu A, maka akan semakin dekat pula dengan angka 1 (satu).
Jika seorang bayi yang baru lahir diposisikan sebagai A, maka a1, a2 dan a3 adalah proyeksi perjalanan sang bayi di dalam ruang dan waktu. Didalam perjalanannya sang bayi akan menemukan nilai a1, a2 dan a3. Nilai-nilai dari a1, a2 dan a3 akan diberikan oleh Tuhan ketika sang bayi berfikir untuk setiap masalah-masalah yang dihadapi selama menempuh sumbu x, y dan z. Jika hal tersebut dimengerti, maka nilai dari a1, a2 dan a3 dapat diproyeksikan sebagai nilai-nilai yang akan membawa sang bayi akan hakikat dari angka 1 (satu). Semakin mendekati nilai a1, a2 dan a3 dengan x, y dan z, maka semakin dekat pula posisi A dengan angka 1 (satu) yaitu ‘Tuhan Semesta Alam’.
Thursday, 1 September 2011
‘Indahnya Seorang Wanita Cantik’
Pernahkah kita berfikir betapa dahsyatnya ‘seorang wanita’ dimata para ‘penelaah kehidupan’?. Mereka selalu menganggap ‘seorang’ wanita itu adalah inspirasi terbesar untuk mengenal Tuhan lebih dalam, karena dari seorang wanita banyak sekali ‘pembelajaran Tuhan’ yang dapat dipetik, diantaranya yaitu ‘Cara Mereka Berpakaian’.
Sebagai manusia, kita diperintahkan untuk berakaian yang pantas. Arti pantas di sini adalah pakaian yang sudah menutup aurat. Karena dalam pembahasan ini diambil dari sudut pandang ‘seorang wanita’, maka keterkaitan aurat dari ‘seorang pria’ tidak akan dibahas secara jauh. Pakaian minimal yang harus dikenakan oleh seorang wanita yaitu pakaian yang mampu menutup semua bagian auratnya. Adapaun pernak-pernik seperti bros serta hiasan-hiasan yang lain hanya sebagai pelengkap kecantikan ‘seorang wanita’ didalam berpakaian.
‘Seorang wanita’ yang sudah memenuhi syarat ‘menutup aurat’ dapat dikatakan wanita itu sudah cukup bahkan pantas bagi seorang pria untuk mengatakan bahwa wanita itu ‘cantik’. Namun BAYANGKAN!, apabila dalam penampilan wanita tersebut ditambahkan pernak-pernik seperti bros dan lain-lain, pria tersebut dapat menambahi kata ‘sangat’ di depan kata ‘cantik’. Penambahan kata sangat, hanyalah penambahan yang sederhana, namun jika dilihat dari makna yang terkandung didalamnya ada ‘perubahan makna yang bersifat menyempurnakan sesuatu’.
Bagitupula kaitannya dengan Ibadah Wajib dan Ibadah Sunah. Ibadah sunah akan menjadikan ibadah wajib menjadi lebih ‘cantik’ dihadapan-Nya. Ibarat ‘seorang wanita’, Ibadah wajib sebanding dengan seorang wanita yang berpakaian ‘pantas’ sedangkan Ibadah Sunah bak pernak-pernik yang dipakai sebagai pelengkap kecantikan bagi seorang wanita.
Subscribe to:
Comments (Atom)
