Saturday, 24 September 2011
Si Tante Memang Cantik
(Suatu ketika di depan sebuah mall kota Jogjakarta)
Bapak Tukang Becak: "waduh Tante, belanjaannya banyak bener hari ini?, buat anaknya semua ya?", tanya si Bapak sambil menuntuk kea rah belanjaannya si Tante dan menggoda (Bahasa: Lebay dikit) si Tante biar naik Becaknya.
Tante Cantik: "iya ini Pak, anterin saya dong Pak, sampe ke perumahan Palem Asri"
Bapak Tukang Becak: "siap Tante", saut Bapak dengan gembira.
Didalam perjalanan keduanya terdiam, si Bapak tetap mengayuh Becak dan si Tante tetap setia dengan BBnya (Merk HP terkenal tahun 2010an).
Bapak Tukang Becak: 'Anak-anak sekarang tu sudah mulai berani protes ke orang tua ya Tante, katanya demokratis jadi semuanya boleh ngomong', celetuk si Bapak.
Tante Cantik: 'Loh memangnya kenapa Pak, bener kan Pak?', jawab si Tante dengan tenangnya (tambah tersenyum lagi, cantiknya si Tantepun bertambah).
Bapak Tukang Becak: ‘Ya bener sih, tapi….’
Tante Cantik: ‘Tapi kenapa Pak?’, sahut si Tante Cantik.
Bapak Tukang Becak: ‘Bayangin aja ya Tan, anak saya kan 5 mereka berkomitment untuk minta uang jajan yang besarnya sama, kan ya susah to?, kata mereka kalo ngasihnya beda-beda, berarti Bapak Tidak Adil.’
Tante Cantik: ‘ada-ada aja deh ni si Bapak’, yo setidaknya Bapak harus bias ngertiin ke anak-anaknya Bapak bahwa ‘ADIL ITU TIDAK HARUS SAMA’.
Bapak Tukang Becak: ‘Ow, bener juga ya Tante. O.K saya coba Tante.’ Jawab Bapak dengan tenangnya.
Keadilan itu tidak harus sama, itu berari bahwa pengertian keadilan lebih cenderung ke arah ‘kepantasan’. Keadilan akan terasa indah ketika pelaksanaan akan suatu keadilan tersebut berdasarkan kepantasan. Tanpa kita sadari terkadang kita berfikir bahwa kehidupan dunia itu tidak adil, yang miskin tetap dengan kemiskinannya yang kaya malah tambah kaya (santer terdengar di berbagai media informasi). Tingkat kedudukan sosial merupakan suatu gambaran keadilan Tuhan kepada umatnya. Orang miskin terjadi karena mereka memang pantas diberi gelar ‘miskin’ oleh Tuhan dan yang kaya juga. Namun diantara kepantasan-kepantasan itu, kita sebagai manusia yang diberi akal dan budi, harus selalu berusaha mencari setiap makna akan gelar-gelar yang disematkan Tuhan kepada kita, karena disetiap gelar yang disematkan Tuhan kepada kita merupakan suatu cobaan yang memang didalamnya tersirat makna-makna Tuhan untuk selalu kita fikirkan agar menjadikan kita ‘Orang Baik’.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment