Powered By Blogger

Thursday, 8 December 2011

Tak Hanya Manusia yang diuji Oleh Tuhan Semesta Alam

Pernahkah Anda mencermati kata ‘uji’ pada Kamus Besar Bahasa Indonesia? Kata UJI pada kamus Besar Bahasa Indonesia berarti percobaan untuk mengetahui mutu sesuatu (ketulenan, kecakapan ketahanan, dsb). Kata ‘uji’ dapat dikembangkan menjadi ber•u•ji v 1 mengadu kekuatan (kepandaian dsb), meng•u•ji v 1 memeriksa untuk mengetahui mutu (kepandaian dsb) sesuatu dsb, di•u•ji v dicoba untuk diketahui mutunya, uji•an n 1 hasil menguji; hasil memeriksa; 2 sesuatu yg dipakai untuk menguji mutu sesuatu (kepandaian, kemampuan, hasil belajar, dsb), 3 cobaan, ter•u•ji v 1 dapat diuji; 2 tangguh, ke•ter•u•ji•an n hal teruji, peng•u•ji n 1 orang yg menguji, peng•u•ji•an n 1 proses, cara, perbuatan menguji; 2 Keu pemeriksaan atas transaksi keuangan; audit. Jika Anda mengamati perubahan kata dari ‘uji’ pada paragraph di atas, maka Anda tidak menemukan kata yang tepat untuk menggantikan makna ‘Orang Yang Diuji’. Anda hanya akan menemukan kata penguji yang berarti, orang yang diuji. Dari konteks di atas berarti makna dari ‘seseorang’ yang diuji tidak ada penyempitan atau pembentukan kata yung spesifik untuk ‘seseorang yang diuji’. Hal tersebut menandakan bahwa Tuhan Semesta Alam menyelipkan makna luasnya lewat bahasa Indonesia tentang tidak ada pembatasan ‘suatu objek yang diuji’. Semua makhluk yang tercipta oleh-Nya pasti di uji untuk di lihat ketaatannya dalam bersujud kepada-Nya. Manusia yang merupakan salah satu ciptaan-Nya dengan kesempurnaan berupa akal fikiran, seharusnya ketaatannya melebihi ciptaan-ciptaan-Nya yang lain, walaupun sudah jelas bahwa makhluk-makhluk Tuhan yang lain seperti sekumpulan burung, planet-planet dan sebagainya mempunyai ketaatan pada level ‘SANGAT’. Oleh sebab itulah, sudah pantas jika kata ‘uji’ pada kamus besar bahasa Indonesia pelaku dari ‘penguji’ yang sebenarnya adalah Tuhan Semesta Alam untuk menguji ‘Semua Makhluknya’ agar kedudukan di dunia mereka ‘Teruji’.

No comments:

Post a Comment