Powered By Blogger

Tuesday, 17 January 2012

LONCENG PAK SAWAH

Sepenggal 'NOVEL Sepucuk Surat Untuk BapakKu' karya Alfan Danny Arbianto


‘Klonteng…klonteng…klonteng…”
Pagi itu mataku terbelalak ketika suara alarem dari pak sawah sampai ketelingaku. Diakhir akhir bulan Desember mulai sering terdengar suara gaduh itu dari luar kamarku. Suara gaduh itu berasal dari alat pengusir burung pak sawah. Sekarang ini pak sawah selalu datang lebih awal daripada biasanya. Biasanya pak sawah mulai beraktifitas setelah matahari keluar dari sarangnya, namun untuk akhir-kahir ini pak sawah selalu mendahului terbitnya matahari. Tak ada alasan lain bagi pak sawah untuk tidak berangkat lebih awal kecuali untuk menyelamatkan butiran-butiran padinya dari gangguan burung pipit yang selalu bertengger di setiap batang padinya.
Dengan otak masih dengan setengah sadar, ku mulai dekati jendela kamarku yang bertambah kusam karena jarang sekali dibersihkan. Keduanya bertambah buram ketika bercak-bercak debu mulai membekas bak tetesan air hujan yang kerap menguyur keduanya. Tanpa ada ragu sedikitpun untuk membuka keduanya dengan sepenuh tenaga.
‘Greg…’
‘wussssss’
Hempasan angin serta embun pagi terasa menusuk dihidungku. Denyut nadiku seolah-olah terhenti sesaat dengan datangnya dinginnya pagi. Aroma kesegaran serta indahnya kicauan burung mulai membawaku kepada kesadaran seutuhnya. Keadaan itu kerap kali terasa karena kamarku berada dilantai dua, dengan hamparan puing-puing material bangunan perumahan serta beberapa petak sisa sawah dari proyek pembangunan perumahan sehingga secuil suasana sawah yang membentang dibelakang kamarku masih terpampang indah setiap pagi. Tak tahu sampai kapan suara gaduh dari pak sawah bertahan dan akan tergantikan dengan kegaduhan mesin-mesih kendaraan bermotor serta perabotan rumah tangga lainnya yang memicu bunyi-bunyian yang akan mengganggu kenikmatan tidurku. Untuk saat ini aku hanya mampu berharap akan kesehatan pak sawah agar tetap membangunkanku ketika esok hari datang lagi.

Dari sela-sela debu yang menempel di kedua kaca jendela kamarku terlihat dengan jelas ribuan batang padi yang mulai menguning dengan dihiasi beberapa ekor burung yang beradu cepat dengan pak sawah. Bak seorang cow boy pak sawah dengan cekatnya menarik beberapa tali yang telah terpancang rapi di gubuknya ketika beberapa burung hinggap di setiap ranting tanaman padinya. Mulut pak sawah tetap membisu seribu kata, hanya kedua bola matanya serta kedua tanggnya yang selalu aktif ketika burung-burung datang. Sembari memperhatikan butiran padinya, terkadang pak sawah tak henti-hentinya memilah milah bibit tanaman yang akan ditanaman dimusim tanam mendatang misalnya jagung, kacang-kacangan atau sejenisnya.
Lonceng buatan pak sawah sangatlah sederhana, dengan bermodalkan kaleng bekas susu dan tali plastik, pak sawah mampu menciptakan alat yang paling sederhana untuk mengagetkan para burung ketika hinggap di batang-batang padi. Beberapa peneliti di bidang pertanian menyatakan bahwa cara tersebut sebenarnya kurang efektif karena untuk beberapa kali penarikan oleh pak sawah burung akan mampu merekam ritme yang sama ketika pak sawah mengulanginya lagi. Kemungkinan-kemungkinan tersebut nampaknya sudah dipertimbangkan oleh pak sawah, karena sepanjang saya mendengarkan lonceng yang dimainkan oleh pak sawah, menghasilkan ritme yang berbeda-beda disetiap waktu yang berbeda pula. Oleh sebab itulah yang menguatkan diriku untuk tetap mendoakan pak sawah tetap sehat dan tetap setia untuk membangunkanku di setiap pagi. Hingga saat ini akupun tak pernah tahu dan tak mau tahu darimana si pak sawah mendapatkan ide cerdas itu. Aku hanya berperasangka bahwa Tuhan Semesta Alam lah yang mengajari beliau akan khidupan sawah sebenarnya dan yang pasti lagi adalah aku tetap bisa bangun pagi karena lonceng pak sawah.
Suara lonceng pak sawah dan segarnya udara pagi tak terasa membawaku ke tingkat tertinggi dari sebuah kenangan akan seorang pria hebat yang sekarang telah bertambah lemah karena lelah akan kehidupan dunia yang telah dijalaninya bertahun-tahun. Pria ini telah mengenyam manis pahitnya kehidupan mulai dari tahun 1945. Tepat 5 hari sebelum kemerdekaan Republik Indonesia anak keenam dari pasangan Bapak Karyadi dan Ibu Khotijah ini dilahirkan ke dunia dengan bantuan seorang dukun bayi. Anak keenam dari pasangan pejuang kemerdekaan itu diberi nama Muhammad Yahya Maulana Yusuf Ibrahim. Betapa panjang nama yang disematkan kepada anak keenam mereka sepanjang harapan-harapan keduanya di kehidupan mendatang. Yusuf merupakan satu-satunya anak laki-laki yang dilahirkan dari kedua pejuang 45 tersebut. Keduanya menaruh jutaan mimpi kepada yusuf. Oleh sebab itulah ayahnya rela membanting tulang bekerja sebagai petani demi anaknya menjadi seorang guru ngaji.
Usamnya daun padi yang menguning bagaikan perubahan warna rambut yusuf tua yang sekarang menjadi bapakku, dari hitam legam menjadi putih karena dimakan usia. Masih terngiang ditelingaku ketika bapakku menemaniku ke Jogjakarta untuk bersekolah di salah satu universitas tertua di Indonesia.
“dek, jangan lupa solat, belajar ya”
“InsyaAllah Pak”, jawab ku sambil tersenyum.
Percakapn itupula yang membawa aku untuk mengenang betapa gigihnya perjuangan bapakku dalam mengantarkan aku ke kota Jogjakarta. Suatu kebanggaan tersendiri bagi bapakku yang hanya guru ngaji kampungan,mengantarkan anaknya di universitas terkemuka di Indonesia. Bapakku hanyalah seorang guru ngaji di sebuah desa kecil di kabupaten Tegal. Beliau selalu mengajariku akan kesederhanaan, keramahan, kemandirian serta ketaatan dalam beragama. Pelajaran-pelajaran tersebut belaiu sampaikan kepadaku setiap hari. Beliau tak mengenal kapan dan dimana harus mengajarkan nilai-nilai tersebut kepadaku. Yang ku tahu hanyalah bapakku pengajar paling setia disepanjang hidupku.
Seperti anak desa lainnya, harta yang paling berharga dari seorang bapak zaman dahulu adalah beberapa petak sawah. Sembari mengajar pendidikan agama islam, bapaku tak enggan untuk mengurus sendiri sawah pemberian kakekku itu. Beliau selalu mengurusnya ketika waktu mengajar telah usai. Tak ayal diakhir bulan selalu saja bapak membawa hasil panen apa itu berupa jagung, ketela ataupun hanya seikat kacang tanah yang masih mentah.
Masih lekat diingatanku ketika beliau mengajakku untuk ikut menanam jagung di sawah kakek. Beliau mengajariku akan pemilihan bibit jagung yang baik untuk ditanam, kapan waktu tanam terbaik untuk tanaman jagung dan berbagai macam ilmu tanam pada waktu itu. Walaupun kala itu aku hanya sebatas mendengarkan, tapi aku percaya pengenalan-pengenalan itulah merupakan salah satu cara bapakku untuk mengajarkan aku akan kehidupan sebenarnya.
‘klonteng…klonteng…klonteng…’
Akupun tersentak dan mulai berusaha untuk keluar dari lamunanku.
‘Alkhamdulillah, gumamku yang dihiasi dengan senyuman.
Bersambung….

Aku Mengerti Karena Anda

Idealnya, setiap manusia di dunia menginginkan perjalanan hidup yang lurus sesuai dengan ketentuan Tuhan. Mereka mengharapkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Jika gambar di atas diasumsikan sebagai titik-titik kedudukan manusia. Setiap titik mewakili kejadian-kejadian yang dialami manusia, maka jika seseorang berjalan dari satu titik ke titik yang lain yang dirasakan hanyalah garis lurus.
Kemampuan untuk menyadari akan terbentuknya suatu belokan dari sebuah perjalanan hidup sangatlah kecil, karena fokus perjalan manusia hanyalah satu titik. Satu titik di depan kita adalah future (masa depan), sedangkan satu titik di belakang kita adalah kenangan. Kedua titik tersebut akan selalu nampak lurus dihadapan kita. Kita sangatlah susah untuk mengontrol bahkan menyadari keterbelokan perjalan kita untuk menuju Tuhan Semesta Alam.
Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol kehidupan kita yaitu mintalah nasihat-nasihat kebaikan dari orang disekitar kita. Orang disekitar kitalah yang sebenarnya pemerhati perjalanan hidup kita sesungguhnya. Banyak sekali cara-cara Tuhan yang dititipkan kepada orang-orang disekitar kita untuk mengingatkan kesalahan kita.Hal tersebut seringkali kita abaikan. Adapun cara yang lain adalah introspeksi diri sendiri sesering mungkin. Cara ini merupakan salah satu cara yang cukup susah dilakukan, karena setiap manusia lebih sering melakukan pembenaran terhadap kelakukannya sehingga proses introspeksi seringkali terganggu.
Dengan kita menyadari betapa pentingnya orang lain terhadap kita, maka doakanlah orang-orang disekitar kita dengan sebaik-baiknya doa.

Kegagahan Ayam Jago

Didalam perkembangannya di masyarakat ayam jago merupakan salah satu symbol/icon betapa gagahnya seorang pria dihadapan seorang wanita. Hal tersebut sering dikaitkan dengan ‘jalu’ (dalam bahasa Tegal) yang bertengger di kedua kakinya. Seekor jago kurang pas jika tidak mempunyai sepasang ‘jalu’ di kedua kakinya. Ada daya tarik tersendiri terhadap lawan jenisnya. Semakin bagus bentuk dari ‘jalu’ tersebut semakin tinggi pula kedudukan ayam jago tersebut di lingkunganya. Jika seorang pria dapat dilambangkan dengan seekor ayam jago, berarti kepinteran (lebih mengarah keahlian) dari pria itulah yang menjadi ‘jalu’ di dalam hidupnya. Jalu tersebut akan berguna dalam kehidupan ketika dominansi ‘jalu’ tersebut dirawat serta disyukuri keadaannya. Dengan adanya proses bersyukur itulah biasanya timbul kepercayaan diri akan ‘jalu’ nya tersebut untuk membaikan orang lain, terutama lawan jenisnya (istrinya kelak).

Monday, 16 January 2012

mengapa harus AKU yang diKECILKAN

Seorang lulusan kimia FMIPA saat ini masih dipandang sebelah mata. Kebanyakan masyarakat Indonesia masih mengganggap bahwa lulusan kimia FMIPA lebih cenderung berhubungan dengan pendidikan/menjadi pengajar atau bekerja di laboratorium sebuah perusahaan. Pandangan tersebut akan hilang apabila sudah dihadapkan suatu realita yang mengatakan bahwa ada banyak lulusan kimia FMIPA yang menjadi pengusaha di bidangnya. Misalnya saja Prof. Bambang Setyaji, beliau adalah salah seorang lulusan kimia FMIPA yang menjadi wirausaha minyaj kelapa dan pengembangannya dan masih banyak tokoh yang lain. Oleh sebab itulah saya percaya dengan kemampuan saya sebagai seorang calon lulusan sarjana kimia akan dapat merubah Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik. Setiap negara di dunia pasti menginginkan suatu perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Perubahan itu biasanya dilihat dari beberapa sektor diantaranya perekonomian, politik, sosial dan budaya. Namun dari keempat sektor itu yang paling sering dikaji dan dianggap sebagai sector pembangunan yang paling esensial di suatu negara yaitu sektor ekonomi. Pembangunan merupakan suatu proses dan usaha untuk meningkatkan kehidupan ekonomi politik, budaya, infrastruktur masyarakat dan sebagainya agar menjadi lebih baik dari sebelumnya (Mansour Fakih). Negara Indonesia termasuk salah satu Negara yang sangat berkembang dari semua sektor pembangunan. Perkembangan tersebut terkadang tidak diimbangi dengan peningkatan kemampuan dari masyarakat Indonesia, sehingga akan berdampak pada penurunan tingkat perekonomian pada sektor real akibatnya usaha kecil mandiri akan kalah saing dengan perusahaan luar negeri, karena kita tahu bahwa Indonesia sudah menerapkan sistem pasar bebas. Dengan adanya sistem perekonomian global yang dianut oleh Indonesia berimbas pada mudahnya pihak asing untuk mendirikan suatu badan usaha. Dengan adanya hal tersebut masyarakat Indonesia dituntut untuk meningkatkan kemampuannya agar bisa bersaing dengan pihak asing yang masuk ke Indonesia. Daya konsumsi masyarakat Indonesia sangatlah tinggi jika melihat sesuatu yang baru. Hal ini berdampak pada besarnya jumlah impor kendaraan bermotor produk Jepang, sehingga menyebabkan memenurunnya kualitas lingkungan pada daerah perkotaan. Salah satunya yaitu tingkat pencemaran karbon monoksida pada udara meningkat. Usaha kecil mandiri seperti pengrajin knalpot di Indonesia masih kurang berkembang sehingga eksistensinya di dalam dunia otomotif masih dikuasai oleh pihak asing seperti Jepang, China maupun negara-negara Eropa. Namun jika dilakukan pengembangan produk knalpot maka hasilnya akan lebih baik dari pada produk luar negeri. Pengembangan produk yang dilakukan misalnya penambahan bahan converter gas emisi CO menjadi gas CO2. Hal tersebut secara tidak langsung akan menguntungkan pihak pengrajin knalpot lokal dan juga akan menurunkan tingkat pencemaran gas CO di udara. Pencemaran udara ini merupakan penyumbang dari kerusakan bumi kita dan juga sebagai salah satu penyebab kematian bagi umat manusia. (Lutgens dan Tarbuck,1982) dan (Fardiaz, 1992) menyatakan bahwa udara tidak akan pernah bersih, beberapa gas seperti sulfur dioksida (SO2), hidrogen sulfida (H2S), dan karbon monoksida (CO) selalu dibebaskan ke udara karena senantiasa ada sumber polusi alami seperti asap dari letusan gunung berapi, spora 5 dari tanaman, asap dari kebakaran hutan dan sampah, gas-gas yang dihasilkan oleh pembusukan sampah. Selain itu, partikel-partikel padatan atau cairan berukuran kecil dapat tersebar di udara oleh angin, letusan gunung berapi, atau gangguan alam lainnya, seperti erosi tanah. Sumber polusi selain alami, yaitu karena adanya aktivitas manusia (Farida, 2004). Dari hasil observasi menyatakan bahwa di Indonesia, kurang lebih 70% pencemaran udara disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif, baik terhadap kesehatan manusia maupun terhadap lingkungan, seperti timbal/timah hitam (Pb), suspended particulate matter (SPM), oksida nitrogen (NOx), hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan oksida fotokimia (Ox). Kendaraan bermotor menyumbang hampir 100% timbal, 13-44% suspended particulate matter (SPM), 71-89% hidrokarbon, 34-73% NOx, dan hampir seluruh karbon monoksida (CO) ke udara Jakarta. Dari banyak gas penyebab pencemaran udara yang berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup salah satunya yaitu karbon monoksida (CO). Karbon monoksida (CO) apabila terhisap ke dalam paru-paru akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang akan dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dapat terjadi karena gas CO bersifat racun metabolisme, ikut bereaksi secara metabolisme dengan darah. Seperti halnya oksigen, gas CO bereaksi dengan darah (hemoglobin) : Hemoglobin + O2 –> O2Hb (oksihemoglobin) Hemoglobin + CO –> COHb (karboksihemoglobin) Konsentrasi gas CO sampai dengan 100 ppm masih dianggap aman kalau waktu kontak hanya sebentar. Gas CO sebanyak 30 ppm apabila dihisap manusia selama 8 jam akan menimbulkan rasa pusing dan mual. Pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap tubuh manusia ternyata tidak sama dengan manusia yang satu dengan yang lainnya. [2] Kadar dari gas karbon monoksida sebenarnya dapat dikurangi apabila diciptakan suatu alat yang nantinya akan mengubah gas karbon monoksida (CO) menjadi gas karbon monoksida (CO2). Gas karbondioksida kebebradaannya merupakan sumber dari penyebab adanya efek rumah kaca. Kadar CO2 di alam sebenarnya dapat dikontrol kadarnya dengan adanya pohon-pohon yang dapat melakukan proses fotosintesis sendiri. Karbon aktif merupakan salah satu bahan kimia yang jika dilakukan suatu impregnasi atau pengembanan suatu logam maka akan membentuk suatu katalis yang bersifat oksidarsi terhadap suatu senyawa kimia. [3] Dapat diketahui bahwa untuk mendapatkan suatu karbon alam tidaklah susah. Karbon alam dapat terbentuk dari tempurung kelapa, sekam padi, pelepah pisang dan masih banyak yang lain. Pelepah pisang sangatlah jarang digunakan di dalam membuat karbon alam, padahal kita tahu bahwa banyak pohon pisang tumbuh di segala tempat, seperti di sawah, tanah kosong, hutan, dan sebagainya. Padahal, akan lebih bermanfaat bila batang pohon pisang dapat kita gunakan, selain buah dan daunnya, daripada pohon tersebut ditebang dan batangnya disia-siakan. Berangkat dari hal itu saya ingin mencoba mengajak para pengrajin knalpot lokal untuk memanfaatkan batang pisang sebagai karbon aktif yang dapat digunakan sebagai katalis ataupun adsorben. Pembuatan karbon aktif dari batang pisang ini belum banyak dilakukan. Sedangkan penggunaan bahan baku lainnya seperti tempurung kelapa telah banyak dilakukan dalam skala laboratorium. Aktivasi karbon dengan bahan kimia paling umum digunakan dalam skala laboraorium. Namun, penggunaan bahan–bahan kimia seperti asam nitrat, zink klorida, dan kalium hidroksida dapat menimbulkan masalah baru (Husni, dkk., 2005). Katalis merupakan salah satu bahan kimia yang dapat mempercepat proses reaksi kimia. Salah satu reaksi kimia yang menggunakan katalis yaitu perubahan gas CO menjadi CO2. Pada umumnya reaksi ini berjalan pada suhu yang cukup tinggi sehingga dibutuhkan suhu lingkungan yang tinggi pula. Untuk menjaga keefisiensian penggunaan katalis banyak dilakukan impregnasi atau penempelan katalis pada karbon aktif atau sejenisnya. Jika proses impregnasi dimungkinkan pada karbon aktif maka proses pembuatan converter gas emisi CO pada knalpot dapat dilakukan. Hal tersebut akan berimbas pada produk knalpot yang dihasilkan akan berbeda dengan knalpot yang ada dipasaran sekarang. Proses impregnasi cukup mudah dilakukan dan dipelajari oleh semua kalangan dengan jenjang pendidikan yang relative rendah, misalnya lulusan SMP atau pun SMA. Impregnasi nikel klorida pada karbon aktif dilakukan dengan cara pembasahan ( dalam hal ini digunakan dua macam pelarut yaitu aquades dan etanol ) kemudian dikeringkan pada suhu 110°C dan dikalsinasi pada 400°C selama 4 jam. selanjutnya sampel direduksi dengan gas hidrogen pada suhu 4000°C selama 4 jam. Setelah dilakukan penempelan katalis pada karbon aktif kemudian dilakukan pembentukan converter dengan menggunakan prinsip Fixed-bed Reactor. Pertikel-pertikel katalis diletakkan dalam suatu tube silindris yang dilewati oleh gas CO dari emisi kendaraan. Tube berukuran diameter 6 cm dengan panjang 10 cm diisi dengan katalis dan ditempatkan pada knalpot. Jika proses pembuatan kenalpot di atas disosialisasikan kepada semua pengusaha knalpot lokal di Indonesia maka saya berasumsi bahwa knalpot yang dihasilkan akan dapat bersaing dengan produk luar negeri. Dengan adanya peningkatan kualitas produk maka akan meningkat pula tingkat penghasilan para pengrajin knalpot lokal. Adapun efek jangka panjangnya yaitu tingkat pencemaran gas CO di Indonesia dapat dikurangi dengan penggunaan knalpot pengconverter gas CO.

Si Baik dan Si Buruk

Cipta(an) adalah salah satu bentuk hasil karya yang dihasilkan dari kreatifitas sang pembuatnya (pencipta). Subject yang berperan pembuatan karya yaitu Tuhan dan manusia. Tuhan adalah Sang Maha Pencipta, sedangkan manusia adalah pemegang amanah dari sifat pencipta yang dititipkan oleh Tuhan. Secara garis besar, tujuan dari pencipta dalam berkreatifitas ada dua yaitu untuk memperbaharui karya sebelumnya dan untuk menggantikan karya sebelumnya.Dari dua tujuan tersebut menandakan bahwa didalam pembuatan sebuah karya selalu mengutamanakn perbedaan di dalamnya. Perbedaan yag muncul dari sebuah karya memberikan suatu efek memperbaiki atau melengkapi dari karya sebelumnya. Salah satu hasil karya manusia adalah hand phone. Fenonema pembaharuan karya dapat kita lihat dari semua bentuk Hand Phone yang telah beredar. Setiap perusahaan pembuat hand phone setiap tahunnya menciptakan beberapa serie. Peningkatan serie dari tahun-ketahun selalu mengalami peningkatan keunggulan, dari yang awalnya tidak dapat digunakan untuk memotret menjadi hand phone berkamera dengan pixel yang tinggi. Salah satu hasil karya Tuhan adalah manusia. Tuhan menciptakan manusia dengan segala perbedaannya. Perabaan makna dari sebuah penciptaan manusia yang berbeda-beda adalah upaya Tuhan untuk melengkapkan manusia di dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Ada dua jenis label yang disematkan oleh Allah kepada manusia yang telah diciptakaan-Nya yaitu baik dan buruk. Kedua hal tersebut dibuat oleh Tuhan agar manusia tersebut sling berfikir dalam mengintrospeksi diri. Si buruk akan mengistrospeksi dirinya ketika melihat si baik, begitu juga sebaliknya. Dari pemahaman itu, kita sebagai manusia yang mempunyai akal seharusnya berfikir akan perbedaan yang dimiliki kita agar tercipta suatu pelengkapan terhadap manusia yang lainnya. Jika hal tersebut sudah berjalan, maka kedamaian akan muncul kapanpun dan dimanapun.

Tuesday, 10 January 2012

Belajar Berkendara dari Bapak Penarik Becak (Belajar itu tidak harus identik dengan pelajaran-pelajaran yang susah)

Suatu ketika terjadi percakapan antara bapak penarik becak dengan penumpangnya. “tuh mas liat, kok ya gak mikir ya mas” “mikir apaan Pak?”, Tanya penumpang dengan perkataan spontan. “itu tuh liat”, sambil menunjuk ke arah pemuda yang sedang melaju tepat di belakang sebuah mobil. “loh, tidak ada yang salah kan pak, dengan mas-mas yang itu?”, Tanya si penumpang tambah heran dengan perkataan si Penarik Becak tersebut. “dengerin ya mas, kalau nanti mas nya itu naik sepeda motor atau semacamnya, dan berada persis debelakang sebuah mobil, mendingan posisi mas nya itu segaris dengan posisi kedua ban dari mobil tersebut, karena jika mas nya berada di tengah-tengah, ada kemungkinan terjerembak dalam kubangan jalan. Normalnya itu pengendara mobil akan lebih memilih jalan yang tidak berlubang.” “ow iya ya pak, terimakasih atas infonya pak”. Tanpa berkata-kata lagi keduanya tetap melanjutkan perjalanan hingga sampai tujuan.

Tuesday, 3 January 2012

Hidup itu ‘ADAnya APA’

Jika ada dua buah statement tentang kehidupan yakni ‘hidup itu apa adanya’ dan ‘hidup itu adanya apa’, maka kamu akan memilih yang mana?, Beberapa orang akan memilih ‘hidup itu apa adanya’, karena dari kalimat tersebut menandakan bahwa orang tersebut ‘nrimo’ (istilah bahasa jawa) dalam bahasa Indonesia berarti ‘menerima’. Mereka menerima akan apapun itu yang diberikan oleh Tuhan, apakah itu baik maupun buruk. Sebagian orang mengartikan kata ‘hidup itu apa adanya’ adalah salah satu tanda syukur keikhlasan kita kepada Tuhan yang telah memberikan apapun itu terhadap makhluk-Nya. Namun sebaliknya, menurut beberapa orang kata-kata ‘hidup itu adanya apa’, lebih bersifat konotatif yaitu dekat dengan materialistis. Hal tersebut merupakan salah satu pandangan yang sangat sempit karena jika kita fikir ulang kata-kata ‘hidup itu apa adanya’ maka akan muncul makna ‘KEIKHLASAN dengan rasa PESIMIS yang menyertai. Kata-kata tersebut cenderung menerima apa adanya, tanpa ada perlakuan yang lebih lanjut agar perbaikan hidup tetap berjalan setiap harinya. ‘Hidup itu adanya apa’,kata-kata tersebut memberikan pengertian bahwa hidup itu harus IKHLAS dan SELALU OPTIMIS. Misalnya, ada dua orang yaitu A dan B kita ingin memberi atau menginfakan harta kita untuk keperluan orang lain, maka A (hidup itu apa adanya) akan memberikan apa adanya, dan B (hidup itu adanya apa) akan mengupayakan apapun yang dimilikinya untuk diberikan kepada orang tersebut. Memang kalau kita fikir-fikir makna kedua kalimat tersebut sangatlah berdekatan, namun kita perlu ingat pula bahwa ‘mirip itu tak sama’