Powered By Blogger

Tuesday, 28 August 2012

Aku ini Pecundang dan Pendusta Ulung


Aku adalah seorang pecundang yang selalu mengaku seorang pahlawan. Seorang pecundang akan mundur dan melarikan diri ketika masalah datang. Aku adalah seorang pendusta ulung, karena ikrar setia ketika masih di dalam kandungan ibu sering ku abaikan, padahal Dia telah memberikan lima kesempatan waktu dimana kita dapat bercumbu untuk melepas semua rasa kangen yang telah lama dimakan usia dan salah satu action dari ikrar setia yang kita ucapkan dahulu kala. Malasnya si pendusta sebenarnya telah diketahui oleh Sang Pencipta, oleh sebab itulah Dia memberikan beberapa keringanan bagi sang pendusta dalam hal bersuci ataupun pelaksanaannya. Keringan-keringanan itu sebenarnya salah satu kemudahan untuk meng-ECTION kan ikrar setia yang kita ucapkan.
Semakin lama sang pendusta itu hidup, semakin luntur bahkan semakin gak percaya diri ‘Apakah bener, kita telah berikrar?’ Mungkin pertanyaan tersebut tak pernah disadari oleh sang pendusta terucap dari mulutnya, namun tingkah lakunya serta pola fikirnya lah yang menggambarkan pertanyaan tersebut terucap secara jelas. Salah satu efek dari pertanyaan tersebut adalah sang pendusta akan selalu merasa tidak mampu dalam menghadapi ujian-Nya, padahal sudah jelas bahwa disetiap ujiannya pasti ada jawaban yang nantinya akan meningkatkan derajat bagi sang pendusta.
Karena sang pendusta pernah mengaku pahlawan, maka untuk menjawab pertanyaan tersebut sang pendusta berandai-andai untuk berkompetisi dengan waktu. Apajadinya jika sang pendusta mempu menghentikan waktu satu menit saja ketika sedang bercumbu dengan-Nya. Betapa nikmat sang pendusta, jikalau dia mampu untuk melakukan itu setiap lima waktu.

No comments:

Post a Comment