Masalah terbesar bagi negara-negara berkembang saat ini adalah krisis, baik itu krisis kepercayaan, krisis finansial, krisis kepemimpinan, krisis percaya diri dan masih banyak krisis-krisis yang lain. Krisis-krisis tersebut sebenarnya berawal dari munculnya rasa “kecemasan”. Munculnya rasa kecemasan akan terus berkembang dan menghantui kita, ketika kita hanya mampu untuk diam termenung dan selalu menghela nafas serta melakukan penyesalan-penyesalan. Sebenarnya, perilaku termenung, penghelaan nafas dalam menghadapi maslah serta melakukan penyesalan buakan suatu perbuatan yang negatif atau salah. Perbuatan-perbuatan itu akan dianggap salah, ketika penetapan momentum dari kejadian tersebut salah. Jika dibayangkan, seperti halnya kita memakai kaos kaki ke tangan kita. Secara kegunaan benar, “kaos kaki adalah salah satu penghangat tubuh kita ketika kita merasa dingin”, namun jika penempatannya tidak tepat secara estetika, maka hal tersebut akan dianggap kurang tepat bahkan ekstrimnya akan dianggap “salah”.
Perilaku “Cemas” akan membawa kita kepada keegoisan akan semua rencana-rencana kebaikan serta meningkatkan rasa ketidak pedulian kita terhadap orang lain. Jika perilaku tersebut terus dibiarkan berkembang ditubuh kita maka perilaku “cemas” itu akan bermutasi menjadi perilaku “putus asa” yang membawa dampat lebih buruk lagi terhadap kepribadian bahkan ada beberapa kasus yang mengatakan “putus asa dapat mengakibatkan kematian”. Hal tersebut merupakan fakta, banyak dari kalangan pengusaha ataupun profesi yang lain terkadang mengakhiri hidupnya lantaran mereka putus asa.
Perilaku-perilaku tersebut sebenanrnya dapat kita hambat pertumbuhannya dengan perilaku “mengasihi serta menyayangi” sesama makhluk Tuhan. Sifat tersebut dapat kita pelihara serta dipupuk setiap hari sehingga perkembangannya selalu baik dan membaikan. Dengan kita belajar mengasihi serta menyayangi sesama makhluk Tuhan setiap hari, maka dalam keseharian kita pun akan merasakan “kasih sayang Tuhan.” Tuhan itu selalu memberikan kebaikan-kebaikan terhadap semua yang diciptakan-Nya. So, mari bersemangat setiap hari dalam mengasihi serta menyayangi sasama makhluk Tuhan.

No comments:
Post a Comment