Powered By Blogger

Wednesday, 16 July 2014

Perjanjian Busuk




Serpong, 16 Juli 2014. Tersentak aku dari dalam tidurku karena dentuman kentongan beberapa warga yang lewat disekitar kostku. Maklum lah, budaya puasa selalu akan hidup dan hidup di Negeri tercinta ini. Tak akan mungkin akan di temukan di Negara lain kecuali kau di Indonesia.  Aku tengok jam pada waktu itu menunjukan jam 03.36 WIB. Tak lupa pula aku bangunin orang yang kusayangi yang sekarang masih berada di kota lain untuk menikmati indahnya bunga-bunga mimpi yang Engkau ciptakan Tuhan,
Dengan mata masih sepertiga dibuka, aku mulai menguatkan tekad untuk beranjak dari tempat tidurku untuk menuju kamar mandi. Setelah selesai membasuh dengan air yang begitu dingin menyapa mukaku, akhirnya kelopak mataku ini merekah hingga dalam keadaan maksimal. ‘Alkhamdulillah ku lantunkan kepadaMu, Tuhan untuk hari ini yang damai’.
Roti mungil, beberapa buah kurma dan satu botol air mineral adalah menu sahur hari ini. Tak kurang dari 10 menit, semua hidangan itu akhirnya ludes dan hanya tersisa biji-biji kurma saja yang telah menumpuk di dalam kantong plastik. Sembari menunggu berkumandangnya saat imsak datang dan adzan subuh, aku pun bergerak menuju tas kerjaku untuk mengambil laptop dan menulis bait bait makna untuk Negeri Indonesia raya yang sudah lama tidak berani membanggakan dirinya sendiri.
Perjanjian Busuk
Wahai Bangsa Bangsa di luar sana yang sedang tertawa kepada Bangsa Kami
Kami sadar betul akan keberadaan kalian
Kami sadar betul akan keadaan kami
Tonggak proklamasi belum cukup untuk mengusir semua penjajah ditanah Negeri ini
Masih banyak sumber daya Alam yang kau rampas dari kita, dari mulai energy diujung ujung kepulauan kami hingga kau merampas hak-hak kami untuk hidup bersemangat untuk membangun Negeri tercinta ini.
Kau buai kami dengan pundi-pundi uang yang melimpah demi merelakan perjanjian-perjanjian busuk yang kau sepakati dengan pemimpin kami yang korup
Kau boleh tertawa hari ini tuan.
Namun jangan harap mampu tertawa lagi ketika pemimpin-pemimpin muda akan lahir untuk berdiri di garda depan untuk melucuti semua perjanjian perjanjian busuk yang kau tanda tangani bersama dengan pendahulu kami.
Kami bukan Bangsa yang lemah Tuan,
Kami Bangsa yang Besar, Kami Bangsa Pejuang, Kami Bangsa yang Merdeka
Jangan khawatirkan kami Pak
Kami akan akan selalu melanjutkan perberjuang mu demi tumpah darah Bangsa Indonesia.

No comments:

Post a Comment