Powered By Blogger

Friday, 1 November 2013

Hanya Untuk Tuhanku

Kata-kata pertama yang ingin aku ucapkan untukmu Tuhan adalah ‘terimakasih’, karena Engkau telah mentakdirkan aku untuk keluar dari kota teristimewa di Indonesia yaitu Yogyakarta dan memindah hidupku ke pinggiran kota Jakarta yang sangat pengap akan asap industri dan sangat panas karena semua pohon-Mu sudah disulap oleh beberapa manusia yang mengaku dirinya sebagai pesulap alias pengusaha besar yang mengatas namakan sebagai peyambung cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia ini yaitu mensejahterakan seluruh masyarakat Indonesia dan ikut membangun perekonomian Bangsa.
Sekarang, Engkau jadikan aku seperti helaian daun yang jatuh dari ranting pohon yang hanyut di selokan industri. Aku hanya mampu pasrah dan terdiam mengikuti arus dan pekatnya bau kotoran selokan rumah tangga. Tak ada daya sedikitpun untukku mampu keluar dari arus yang tidak begitu deras ini. Kotor dan bau busuk telah berbaur dengan diriku. Bau busuk mulai menyengat saluran pernapasanku. Pusing mual dan lemas, itulah yang kurasakan saat ini. Aku hanya mampu terbujur kaku, membisu, menatap hampa ke semua makhluk-Mu yang terus menenerus memandangi aku dikejauhan sana. Aku yakin mereka tahu dan sadar akan keberadaanku, namun mereka hanya melihatku sepintas saja dan melanjutkan lagi kegiatan rutin mereka yaitu bekerja, bekerja dan bekerja.
Dari kejauhan, aku tetap mengamati semua kegiatan yang dilakukannya. Dari mulai Kau terbitkan cahaya matahari di Negeri ini hingga kau selimuti dengan gelapnya malam-Mu yang dihiasi dengan bintang-bintang, walaupun perhiasan tersebut kini sudah semakin langka karena cahayanya telah kami tutupi dengan terangnya lampu-lampu kota yang super megah.
Pagi hingga sore hari mereka gunakan untuk bekerja, malamnya untuk istirahat. Mmmm…bener juga sih. Tapi itulah perjalanan hidup. Kita tidak akan sadar ketika lingkungan yang mengajari dan mengubah pola fikir kita untuk menjadi salah satu mata rantai dari pola hidup ‘keduniawian’. Tak sadar akupun hanyut dalam aktivitas mereka hingga satu tahun lebih.
Dalam benakku sekarang adalah kebahagiaan akan tampak ketika kedudukan, jabatan, popularitas dan harta yang melimpah bercampur menjadi satu sehingga pujian dan kebanggaan akan muncul dengan sendirinya dari semua orang yang berada disekitarku. Harkat martabat akan lebih jauh tinggi dari orang lain.
Untuk mencapai semuanya itu aku belajar, belajar, dan belajar setiap hari dari semua orang yang ada di sekitarku. Dimulai dari mencari topeng kebaikan yang nantinya akan ku gunakan ketika menghadapi atasan hingga masker penutup mulut untuk membungkam semua kejujuran yang sebenarnya muncul dari setiap kagiatanku sehari hari. Semua jurus ku pelajari demi kedudukan serta gaji yang layak di kantorku sekarang.  
Tuhan, mungkin usaha-usaha itulah yang menjadikan aku semakin tenggelam ke dasar selokan industri. Tak kan ada yang tahu betapa kotornya diriku sekarang. Semua makhluk-Mu hanya mampu sebagai penonton saja, tidak akan ada yang mampu untuk mengambilku naik ke atas daratan yang lebih beradab, yang lebih segar karena udara-Mu, yang lebih indah karena kebebasan-Mu dan yang pasti akan lebih tenang karena akan lebih dekat dengan-Mu. Hanya Engkau lah Tuhan yang mampu melihatku terbujur kaku di selokan industri ini.
Sekarang awal bulan November, tepatnya tanggal 1 November 2013, itu artinya adalah deretan angka mata uangku di ATM pun akan bertambah. Ku ucapkan syukur yang sangat berlimpah kehadirat-Mu Tuhan Semesta Alam, Engkau telah mempercayaiku untuk menjaga sebagian kecil dari harta-Mu. Di tanggal ini pula aku ingin merayakan ulang tahun buku pertamaku yang ke-1 bulan, karena dari terciptanya buku itu aku menulis tulisan ini.
Aku tidak akan pernah tahu kapan buku itu mulai lenyap satu persatu. Yang jelas buku itu masih menumpuk dan terbungkus rapi di pojokan kamar kost yang sudah hampir satu tahun setengah, aku tempati.  Ku berharap banyak dari buku itu Tuhan, aku ingin menjadi orang terkenal, aku ingin menjadi seorang penulis, aku ingin menjadi orang yang lebih kaya dari sekarang.
Namun, apa yang terjadi Tuhan?, aku sekarang hanyalah seorang yang terombang ambing di antara sampah sampah yang Engkau tempatkan pada selokan industri itu. Aku hanya mampu untuk bermimpi, beranga-angan tinggi dan membual janji kesetiap orang-orang disekitarku. Aku malu Tuhan. Namu itulah kenyataannya. Pusingnya kerjaan kantor dan stress nya cita-cita membuatku lebih dalam lagi terhanyut dalam selokan industri itu. Badanku semakin bau busuk, hatiku semakin hitam pekat. Tak ada lagi cahaya bumi yang mampu menembusku hingga dasar selokan. Karena hatiku sudah tertutup oleh hitamnya lumpur yang terakumulasi di dasar selokan. Tak banyak yang bisa aku lakukan. Aku hanya mampu terdiam, merenungi nasibku sekarang. Tak tau kapan Kau akan angkat aku dari selokan ini dan Kau berikan semua angan-anganku.
Tuhan, terimakasih Engkau masih memberi ku waktu untuk bisa melewati tanggal satu November, dan Kau genapkan nikmat-Mu hidup ditanggal dua November.
Ditanggal dua November tahun ini yang bertepatan dengan hari libur alias aksi mogok kerja bagi semua buruh se-Indonesia. Akupun menikmatinya dengan secangkir kopi hitam, dua pisang goreng dan satu tahu sumedang. Wanginya kopi yang kuseduh pagi ini setia menemaniku untuk mengamati semua aksi buruh-buruh industri yang sedang berjuang untuk menuntut naiknya gaji dilayar televisi punya ibu kost.
Tak bertahan lama ku nikmati siaran siaran itu. Akhirnya ku ganti channel TV nya ibu kost dengan saluran anak-anak yaitu kartun sabtu pagi. Itu jauh lebih menyenangkan ketimbang melihat kelakuan kelakuan orang lain yang akan membuatku lebih tenggelam lagi di selokan ini.
Akupun mulai tertawa ketika melihat tayangan anak-anak tersebut dari mulai kartun hingga bukan kartun, dalam hati kecilku berkata ‘Terimakasih Tuhan, Engkau masih memberikan sedikit kebahagiaan di saat aku sedih melihat diriku sendiri yang sangat kotor’.
‘Terimakasih Tuhan’, itulah kalimat yang mampu aku ucapkan saat ini untuk membujuk-Mu agar Engkau angkat aku dari selokan ini.

Bersambung...

Tuesday, 11 June 2013

LingKaran dan Angka satu

Lingkaran adalah salah satu bidang ruang 2D. Dari semua bidang ruang yang ada yaitu persegi panjang, kubus, segi tiga dan lain-lain hanya lingkaranlah yang mengajarkan kita tentang kebersamaan. Satu titik kesetimbangan yang berada di tengah merupakan satu titik pusat dimana semua garis tepi dari lingkaran akan terpusat dan bersifat setimbang ketika semuanya menuju ke satu titik tengah tersebut. Tidak ada salah salah satu titik pun yang saling berebut untuk menjadi yang terdepan. Semuanya satu jalur dan saling beriringan untuk membentuk satu bidang yaitu LINGKARAN. Semua titik tepi lingkaran patuh terhadap satu titik pusat agar semuanya saling menenangkan. Satu titik tersebut adalah Tuhan Semesta Alam dan titip tepi itulah biasa kita sebut makhluk Tuhan (dalam hal ini adalah manusia). Keutuhan bidang tersebut biasa biasa dikenal dengan kesetaraan makhluk hidup.


Kesetaraan Manusia adalah Sama di mata Tuhan Semesta Alam

Wednesday, 13 March 2013

Hati Nurani Manusia


Pernahkah Anda menyadari bahwa setiap manusia yang diciptakan Tuhan Semesta Alam adalah manusia yang baik. Semua kebaikan Tuhan Semesta Alam di klaim pada saat ruh ditiupkan pertama kali disaat kita masih berada di dalam kandungan sang bunda. Kebaikan-kebaikan itu di taruh di dalam hati nurani. Keberadaannya akan terasa jikalau kita melakukan suatu pekerjaan namun pekerjaan itu tidak sesuai dengan tuntunan Tuhan Semesta Alam (yaitu Al-Quran) maka hati nurani kita pasti akan membatah dan menolak suatu perkara atau pekerjaan yang kita lakukan didunia. Efek dari hal itu adalah rasa khawatir yang berkepanjangan.
Oleh karena itulah, Tuhan Semesta Alam memberi contoh kita lewat Manusia Pilihannya untuk selalu mengingat-Nya setiap hari (minimal 5 ketetapan waktu yaitu solat). Dari pekerjaan itulah kita sebenarnya diharapkan untuk selalu kembali kepada hati nurani kita yang sesungguhnya yang telah Tuhan Semesta Alam ciptakan pada setiap manusia.
MENGAPA TUHAN SEMESTA ALAM selalu menguji Setiap Manusia?
                Jawabannya akan saling melengkapi jika mengingat bahwa Tuhan Semesta Alam telah menciptakan ‘SURGA & NERAKA’ serta ‘MALAIKAT & SYEITAN’. Tak akan mungkin Tuhan Semesta Alam menciptakan semuanya tanpa ada tujuan dan manfaatnya. Oleh sebab itulah Tuhan menciptakan manusia dengan akal pikirannya untuk mengenali hati nurani yang sesungguhnya Tuhan titipkan kepada kita.

Wednesday, 3 October 2012

PAKAIAN DUNIA?


Cikarang 1 oktober 2012 jam 00.00 WIB, Jalan Kali Malang kawasan Industri pintu bagian 10-11 masih tetap menunjukan aktivitas seperti biasanya.  Nampak para wanita paruh baya, remaja sedang duduk-duduk santai di bangku yang telah disiapkan oleh pemilik lapak. Mereka berdandan sebaik baik dandanan. Pakean ketat beserta jeans mini yang mereka paksa paksakan muat agar lebih kelihatan sexy dipandang dan menggairahkan selalu mereka kenakan setiap malam. Setiap kali melintas satu, dua motor mereka akan menyapa dengan merdu ‘mari mas mampir’. Ada pula yang membuat kode-kode dengan layar Hp, asap rook, bahkan api korek gas pun mereka jadikan kode bagi pelanggan. Tak habis fikir mereka membuat kode-kode khas untuk setiap pelanggannya.
Speedo meter motor ku tetap terjaga di angka 20 km/jam. Selang 1 menit dari perjalanan pintu 10 ke pintu 11 akupun memberanikan diri untuk berhenti di salah satu lapak mereka.  Pemandangan nikmat dunia mereka hamparkan semuanya, namun yang hingga aku fikirkan sampai saat ini ada beberapa anak kecil yang secara langsung menyaksikan kenikmatan-kenikmatan tersebut. APA YANG MEREKA FIKIRKAN?
Dengan bermodalkan keberanian dan beberapa lembar uang, akhirnya aku menemukan jawaban jujur yang mereka lontarkan. Walaupun bahasanya sangat susah untuk aku susun pada saat itu, tetapi alhasil aku pulang dengan hati yang lega ternyata aku tahu di setiap hati mereka ‘Masih ada Iman dan kesetian kepada sang Maha Pencipta Alam Semesta ini’.
Beberapa diantara mereka menuturkan, karena alasan klasik kepepet masalah keuangan, punya background pengalaman yang pahit tentang asmara mereka, dan masih banyak alasan lagi yang mereka sampaikan. Sesungguhnya mereka sadar akan semua resiko dari jalan yang mereka pilih, bagaimana nasib anak-anaknya, keluarganya nanti dimasa depan, namun kenyataanya nikmat dunia sangatlah membutakan mereka untuk mengatakan TIDAK.
Ucap syukur aku panjatkan kepada Mu ya Tuhan Semesta Alam, karena Engkaulah yang selalu menjaga keimanan kami dari mulai membuka hingga menutup mata di setiap malam hari. Betapa dahsyatnya keistimewaan wanita yang Engkau pasangkan buat kami ya Tuhan Semesta Alam, dari suara mereka Engkau beri energi untuk menggoda kaum kami, belum lagi bentuk badan hingga warna kulit pun Engkau beri energi untuk menggoda kami.
Itulah kenapa, ada istilah ‘Wanita itu adalah pakaian dunia bagi kaum pria’. Semakin baik wanita itu untuk menjaga semua keistimewaan itu, semakin baik pula pria yang disampingnya. Banyak para pemimpin besar lahir karena kebesaran wanita-wanita disekitarnya. Keadilan Mu, Engkau sematkan ketika kesuksesan pria selalu di buntuti dengan kebesaran seorang wanita. Semoga Tuhan Semesta Alam selalu mencintai semua wanita yang berada di sekitar kita, Amin.

Sunday, 30 September 2012

PUTIH?


Jika Tuhan Semesta Alam mentakdirkan warna putih merupakan kesatuan dari warna-warna  monokrom maka dapat diartikan bahwa warna putih merupakan suatu kumpulan spectrum yang mempunyai panjang kelombang khas. Warna putih sering juga disebut sebagai symbol kesucian dan permulaan dari suatu kehidupan . Jika pemahaman tersebut benar, maka muncul perumpamaan seperti gambar di bawah ini, (ingat ilmu sinar dan difragsi sinar-sinar).

Jika warna-warna monokrom dianggap sebagai setiap makhluk Tuhan Semesta Alam yang mempunyai segala perbedaan, maka warna putih adalah tujuan satu satunya untuk mendapatkan kesucian yaitu Tuhan Semesta Alam. Karena jika kita padukan semua warna itu maka yang diperoleh hanyalah satu warna yaitu putih.

“Jika Setiap Makhluk Bertasbih Dengan Caranya Masing-Masing maka Angka 1/Keterpusatan serta Kesucian yaitu warna putih lah yang Diperoleh”

Tuesday, 28 August 2012

Aku ini Pecundang dan Pendusta Ulung


Aku adalah seorang pecundang yang selalu mengaku seorang pahlawan. Seorang pecundang akan mundur dan melarikan diri ketika masalah datang. Aku adalah seorang pendusta ulung, karena ikrar setia ketika masih di dalam kandungan ibu sering ku abaikan, padahal Dia telah memberikan lima kesempatan waktu dimana kita dapat bercumbu untuk melepas semua rasa kangen yang telah lama dimakan usia dan salah satu action dari ikrar setia yang kita ucapkan dahulu kala. Malasnya si pendusta sebenarnya telah diketahui oleh Sang Pencipta, oleh sebab itulah Dia memberikan beberapa keringanan bagi sang pendusta dalam hal bersuci ataupun pelaksanaannya. Keringan-keringanan itu sebenarnya salah satu kemudahan untuk meng-ECTION kan ikrar setia yang kita ucapkan.
Semakin lama sang pendusta itu hidup, semakin luntur bahkan semakin gak percaya diri ‘Apakah bener, kita telah berikrar?’ Mungkin pertanyaan tersebut tak pernah disadari oleh sang pendusta terucap dari mulutnya, namun tingkah lakunya serta pola fikirnya lah yang menggambarkan pertanyaan tersebut terucap secara jelas. Salah satu efek dari pertanyaan tersebut adalah sang pendusta akan selalu merasa tidak mampu dalam menghadapi ujian-Nya, padahal sudah jelas bahwa disetiap ujiannya pasti ada jawaban yang nantinya akan meningkatkan derajat bagi sang pendusta.
Karena sang pendusta pernah mengaku pahlawan, maka untuk menjawab pertanyaan tersebut sang pendusta berandai-andai untuk berkompetisi dengan waktu. Apajadinya jika sang pendusta mempu menghentikan waktu satu menit saja ketika sedang bercumbu dengan-Nya. Betapa nikmat sang pendusta, jikalau dia mampu untuk melakukan itu setiap lima waktu.

Thursday, 2 August 2012

Pemikiran Mahasiswa ‘GILA’?


Panas terik di Yogyakarta tanggal 27 Maret 2009 tak dapat dirasakan oleh salah seorang mahasiswa tingkat 2 Universitas Negeri di Yogyakarta. Tepat jam 10 mahasiswa tersebut membentangkan spanduk di depan rektorat. Sepanduk tersebut bertuliskan:
‘Universitas Macam Apaan ini !?,
Mahasiswa sendiri di JAJAH pemerintah Sendiri?
Kalian (akademisi) Pernahkah Sadar akan Itu?
Begitu membingungkan bukan?, setiap orang yang melihat spanduk itu terperangah keheranan melihat tingkah laku mahasiswa tersebut. Apakah mahasiswa tersebut ‘STREZ’ akibat tekanan hidup sebagai mahasiswa ataukah memang benar pertanyaan-pertanyaan tersebut patut dilontarkan kita.
Hampir 12 jam mahaiswa tersebut membentangkan spanduk tersebut di depan rektorat, alhasil adalah mahasiswa tersebut diusir oleh Satuan Keamanan Kampus. Dengan dalih ingin berdiskusi dengan Pak Rektor, Mahasiswa ini tetap bersikukuh duduk dan membentangkan spanduk tadi. Namun hal tersebut sia-sia, karena mahasiswa tersebut tak punya daya untuk melawan 5 SKK yang mengusirnya dari depan rektorat.
Dengan penuh keingin tahuan, saya yang awalnya hanya berdiam diri duduk di trotoar akhirnya menghampiri mahasiswa tadi dan menanyakan semua maksud dari tulisan yang dia tulis. Usut punya usut ternyata pemikiran mahasiswa yang satu ini cukuplah logic, karena mahasiswa ini berfikir bahwa Program Kreativitas Mahasiswa yang dibuat oleh Pemerintah (DIKTI) merupakan salah satu belenggu yang dibuat untuk memperlemah kualitas Bangsa Indonesia itu sendiri. Kenapa?
                Karena, Lewat program tersebut setiap mahasiswa di Indonesia diiming-imingi uang yang lebih dari cukup (bagi mahasiswa) untuk tetap berkreatif. ‘Loh, itu kan bagus kan?’, kata aku keheranan.
‘Ada bagus, ada enggaknya mas’, jawab mahasiswa tersebut.
‘Coba jelaskan mas?’ lanjut saya.
‘Segi bagusnya adalah Mahasiswa Indonesia akan tetap di asah daya otaknya agar tetap dan selalu berfikir kreatif akan fenomena-fenomena yang dianggapnya sesuatu hal yang baru dan patut untuk di teliti. Hal jeleknya adalah MAHASISWA Indonesia hanya akan berfokus di masalah-masalah yang baru tidak memperhatikan masalah-masalah yang lama. Misalnya kita lihat dari segi pertanian, kita pasti telah sadar dan pasti mengakui bahwa tanah kita subur TAPI KENAPA banyak hasil pertanian yang impor dari luar negeri?, kenapa dana-dana itu tidak difokuskan untuk meniliti masalah-masalah yang muncul itu?. Dari bidang teknologi juga seperti itu mas, kita hanya mampu berkreasi tapi sangat susah untuk merealitasikan menjadi produk jadi (seperti kasus mobil SMK) dan masih banyak lagi mas.’
Dengan penuh heran, aku pun hanya berkata ‘Oooo seperti itu ya?’.
‘Mari mas’, kata mahasiswa tadi yang kemudian melanjutkan perjalannya.
Memangkah benar hal tersebut tang difikirkan mahasiswa tadi?, Kita sebenarnya di kurung di sebuah kurungan yang begitu besar sehingga ita tidak mampu merasakan kehadiran kurungan tersebut. Kita hanya mampu dan mengikuti pola yang dibuat oleh si pembuat kurungan tersebut (dalam hal ini pemerintah) tanpa menyadari efek jangka pajang yang dibuat oleh si pembuat kurungan itu.
‘Semoga kita dianugrahi berfikir seperti Mahasiswa ‘GILA’ tadi yaitu berfikir diluar pengekang-pengekang yang merampas kekuasaan akan diri kita sendiri’.