Powered By Blogger

Sunday, 8 July 2012

Ajining diri ono ing lati,Ajining rogo ono ing sukmo


‘Anjing’, kata seorang supir angkutan kota yang mengumpat seorang pengendara motor didepannya. Dengan mata masih melotot supir itupun masih mengumpat, ‘Ancukkkkkk, minggir mas’. Akupun hanya mampu menyaksikan kejadian itu sambil menikmati enaknya tempe goreng dan tahu goreng yang ku beli 10 menit yang lalu, sewaktu aku berjalan dipinggiran kota Bekasi. Dengan baju dan celana lusuh serta tas kecil yang berisikan air minum aku hanya mampu berfikir betapa sangat ‘BUTA’nya mata kita terhadap kebaikan orang lain. Kita lebih terbiasa mampu melihat keburukan-keburukan orang lain.
                Kata yang terbesat sesaat aku mendengar kata-kata supir tadi hanyalah ‘betapa buruk ucapan sang supir. Aku tak akan mampu mengetahui apa alasan serta isi hati dari supir tadi, ‘apakah si pak supir lagi terburu-buru untuk mencari setoran, ataukah pak supir lagi terburu-buru pulang karena anaknya lagi sakit atau apakah kata-kata itu hanyalah kata seruan kepada sang pengendara motor agar secepatnya minggir. Aku tidak akan pernah tahu, apakah di lubuk hatinya ada sebersit sifat ‘amarah’ yang sedang bergejolak. Jika aku mampu untuk membaca sifat amarah  yang terlintas di hati pak supir, berarti aku juga seharusnya mampu untuk melihat betapa besar Anjing yang memperhatikan supir tadi. Tak teramati oleh pak supir tadi bahwa di seberang jalan tadi sebenarnya ada seekor anjing yang mengaku dirinya adalah seorang manusia. Paras yang rupawan serta penampilannya bak seorang terpelajar mampu menutupi kebejatan semua kelakuannya selama ini. Anjing itu sudah terbiasa untuk menyalak kapanpun dia mau, demi menunjukan jati diri seutuhnya bahwa dirinya adalah ‘bukan ANJING’. Namun hal itu tetaplah sia-sia, ketika ribuan kata-kata terucap hanya disetarakan dengan ‘gong-gongan’ setiap kali dia menyalak tanpa merubah bentuk dari segumpal daging yang berada di lubuk hati si anjing tersebut.
                ‘Apakah akan lebih baik jika ada anjing berhati manusia ataukah manusia berhati anjing?’

Ajining diri ono ing lati,Ajining rogo ono ing sukmo.

2 comments:

  1. Tulisan sing JOss,
    melu ngerevisi secuil masalah tulisan ya bos,
    penulisan ono, rogo, sukmo meskipun vokale dibaca o tapi dalam hal penulisan tetep ditulis pake vokal a, jadi penulisan sing benere ana, raga, sukma,
    Nuwun

    ReplyDelete
  2. o.k siap, terimakasih min masukannya, InsyaAllah bisa memperbaiki untuk kedepannya, and terimakasih juga wis maca

    ReplyDelete