Powered By Blogger

Saturday, 20 August 2011

Faktor ‘Kenyamanan’ dapat Mengubah ‘Kebiasaan’

Kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia spt kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat; Antr keseluruhan pengetahuan manusia sbg makhluk sosial yg digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yg menjadi pedoman tingkah lakunya (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Kebudayaan akan berkembang seiring dengan berkembangnya zaman. Berkembangnya suatu kebudayaan akan selalu nampak selaras dengan akar budaya yang dimilikinya. Akar-akar budaya akan selalu mengikuti disetiap perkembangan kebudayaan. Jika akar-akar budaya tidak mengikuti perkembangan suatu kebudayaan maka hal tersebut merupakan salah satu indikasi bergesernya suatu kebudayaan, bukan suatu perkembangan kebudayaan.
Salah satu kebudayaan Bangsa Indonesia adalah berbudaya ‘kerakyatan’. Budaya Indonesia seringkali melibatkan orang banyak, sehingga saya katakana sebagai budaya kerakyatan. Budaya kerakyatan ini juga dapat diartikan sebagai penumpuan kepentingan rakyat dari setiap kebudayaan yang berkembang.
Pasar Tradisional adalah salah satu tempat interaksi masyarakat Indonesia dalam membentuk suatu kebudayaan. Dari tahun ke tahun, keberadaan pasar tradisional semakin tergeser oleh ‘minimarket-minimarket’yang menyediakan berbagai macam barang dagangan seperti halnya dipasar. Dilihat dari segi ‘kemajuan’ bangsa, hal tersebut suatu tanda-tanda adanya kemajuan dibidang perekonomian. Namun, jika kita lihat akar-akar dari budaya Indonesia mulai hilang seiring bertambahnya minimarket-minimarket di Indonesia.
Kenyamanan serta kemudahan merupakan salah satu alasan mereka dalam membuat minimarket. Dari adanya alasan tersebut maka masyarakat luas pun merasakan dampak yang baik dari pembuatan minimarket tersebut. Di satu sisi ada kebaikan-kebaikan yang diperoleh dari dibuatnya minimarket, namun disisi lain kita mengabaikan ‘pasar tradisional’ yang sebenanrnya dari salah satu tempat itulah budaya Indonesia terbentuk. Semoga, dikemudian hari para pemimpin kita (serta kita) memperbaiki kenyamanan ‘pasar tradisional’ agar bisa bersaing dengan pasar-pasar modern.

No comments:

Post a Comment