'Tenaga aktivasi dalam suatu reaksi diukur dari keadaan ground state (keadaan paling nyaman dari reaktan) hingga titik tertinggi dari perjalannan suatu reaksi', Untuk mencapai titik tertinggi itu, diperlukan energi yang cukup dari sistem agar reaksinya berjalan dan berakhir manjadi suatu produk. Dari proses perjalanan reaksi, peneliti lebih suka mengamati proses perjalanan energi dari titik awal hingga titik tertinggi. Hal tersebut dikarenakan para peneliti akan lebih banyak melakukan penilaian dari perjalanan energi tersebut, sehingga dapat disimpulkan ‘apakah reaksinya dapat berlangsung ataupun tidak’.
Mengacu dari konsep kimia sederhana itu, kita dapat berfikir bahwa jika seseorang berada pada titik kenyamanan yaitu ‘malas’, maka untuk keluar dari keadaan paling nyaman tersebut seseorang itu harus mencari energi untuk membawanya ke proses tertinggi dari setiap proses reaksi hidup. Energi yang dimaksud biasa disebut SEMANGAT. Semakin jauh rentang antara titik kenyamanan dengan titik puncak, maka semakin tinggi pula energi (baca: semangat) yang dibutuhkan.
Puncak dari semangat bukan suatu hal yang paling penting dari reaksi kehidupan, hal yang paling penting adalah proses pencapaian semangat dari setiap reaksi kehidupan. Hal tersebut dikarenakan proses pencapaian semangat merupakan salah satu hal yang di nilai Tuhan Semesta Alam dalam usahanya untuk keluar dari rasa malas tersebut. So, tetaplah ‘BERSEMANGAT’ didalam menjalani proses kehidupan, karena Tuhan Semesta Alam selalu memperhatikan proses pencapain semangat kita.

No comments:
Post a Comment