Powered By Blogger

Monday, 29 August 2011

‘Kehidupan dari Kata Berawalan me- dan di- ‘

Masih ingatkah pelajaran Bahasa Indonesia yang pernah disampaikan oleh Bapak/Ibu guru kita di bangku Sekolah Dasar yaitu tentang kata aktif dan pasif?. Kata Bapak/Ibu Guru, kata aktif biasanya diawali dengan awalan me-, sedangkan untuk kata pasif diawali dengan awalan di-. Betapa sederhana pengertian Bapak/Ibu guru (mari berdoa untuk Beliau,’semoga ilmu yang diajarkan kepada kita menjadi ilmu yang bermanfaat dan membaikan beliau di akherat nanti, amin).
Jika kita menyangkut pautkan pengertian kata aktif dan pasif dengan kehidupan, maka kita akan memperoleh pengertian yang lebih mendalam dari materi tersebut. Kata aktif yang berawalan me- , dapat menunjukan soul dari pelakunya untuk ‘fighting’ atau pekerja keras, optimisme akan perolehan cita-cita serta harapan-harapan terbaik dalam hidup dan masih banyak lagi. Semiasal, kata menabung, kata tersebut mengandung pengertian ‘si penabung’ mengharapkan uangnya terkumpul. mengajari, kata tersebut mengandung makna ‘si pemberi pelajaran’ menginginkan ‘orang yang diajari’ lebih pintar daripada dirinya, dan masih banyak yang lain.
Kata pasif yang berawalan di- dapat menunjukan pengertian ‘penantian-penantian’ yang dilakukan oleh pelakunya. Misalnya kata ‘diberi’. Kata ‘diberi’ berarti pelaku akan lebih suka pada proses menanti dari pada melakukan ‘pemberian’. ‘Dicintai akan mengandung makna menunggu datangnya proses ‘cinta’, dan lain-lain.
Kata kerja yang berawalan me- akan jauh lebih bermakna daripada kata kerja yang berawalan di-. Hal tersebut dikarenakan, jika kita memakai kata me- berarti secara tidak sadar kita sudah masuk dalam kata di-. Beda halnya dengan kata kerja dengan awalan di-, kata kerja awalan di- hanya mampu mendeskripsikan semua daya upaya dari suatu proses untuk dirinya sendiri.
Misalnya, Ibu Budi memberi permen kepada Toni. Ibu Budi melakukan proses ‘beri’ kepada Toni. Arti yang lain adalah Ibu Budi telah ‘diberi’ oleh Tuhan Semesta Alam untuk melakukan proses ‘beri’ kepada Toni. Toni sebagai object yang dikenai proses ‘beri’.

“Jika kita menitikberatkan pada proses membahagiakan orang lain, maka sebenartnya kita telah mengikhlaskan serta menyandarkan kebahagiaan kita kepada Tuhan Semesta Alam”

No comments:

Post a Comment