Sebagian orang menganggap kata cinta identik dengan hubungan antara dua insan yang terikat didalam satu ikatan sehingga terjadi suatu interaksi yang dinamakan kangen, kebahagiaan serta kesedihan. Cinta adalah ‘suatu’ hasil karya Tuhan yang sebenarnya digunakan untuk mendasari kegiatan makhluk-Nya di alam semesta ini. Ibarat pembentukan suatu senyawa didalam ilmu kimia, cinta merupakan atom-atom inti yang menyusun dari molekul yang dimaksud. Intepretasi makna ‘cinta’ akan berbentuk fasa-fasa yang dapat dilihat maupun dirasakan oleh pelakunya.
Rasa kangen, kebahagiaan, kesedihan dan kebencian merupakan beberapa fasa dari cinta. Sebagian orang tidak menyadari bahwa di dunia ini masih banyak fasa-fasa cinta. Fasa-fasa cinta tersebut selama ini sebnarnya nampak, namun karena ada pembatasan belenggu akan artian ‘cinta’ maka fasa lain dari cinta akan terasa tak nampak darinya. Beberapa fasa cinta yang lain adalah ‘membaca, menulis dan bertanya’. Ketiganya termasuk fasa cinta dari ‘penuntutan ilmu’. Rapi, sopan, bersih merupakan fasa cinta dari ‘estetika’, dan lain-lain.
“Semakin banyak intepretasi kita akan fasa cinta, semakin sering pula untuk bersyukur kepada-Nya”
Note:
Di dalam ilmu kimia dikenal tiga jenis fasa dari suatu senyawa. Fasa-fasa tersebut yaitu fasa padat, fasa cair dan fasa padat. Yang paling membedakan dari ketiga fasa tersebut adalah interaksi serta kerapatan yang dimiliki oleh antar struktur senyawa. Fasa padat mempunyai kerapatan paling tinggi dibandingkan dengan fasa cair dan gas. Fasa Cair lebih rapat daripada gas. Jika dilihat dari kenampakan fisik dari ketiganya sangatlah berbeda, namun jika dilihat dari komponen unsur pembentuknya unsur yang sama. Misalnya senyawa air (H2O). Senyawa air terbentuk dari atom H dan O. Senyawa air mempunyai fasa padat yang sering disebut ‘es’, fasa cair ‘air’, fasa gas ‘gas H2O’.

No comments:
Post a Comment