Powered By Blogger

Tuesday, 21 June 2011

“Tuhan Menyelipkan Makna CINTA kedalam Kata SAHABAT”


Sungguh, manusia tak kan bosan ketika mendengarkan kata CINTA, apalagi makna didalamnya. Beberapa orang beranggapan CINTA adalah hal paling pahit yang ditemukan didunia, itu kata-kata dari orang yang patah hati akibat CINTA, tetapi sebaliknya CINTA akan bermakna paling indah ketika hatinya sedang bertaburkan kesenangan yang berlandaskan CINTA. Untuk sebagian manusia, seringkali menganggap manis pahitnya CINTA lewat kejadian-kejadian serta efek yang ditimbulkan akibat interaksi dua insan manusia yang berbeda jenis kelaminnya.
Kepemilikan semua makna CINTA hanyalah punya Tuhan. Setiap manusia di dunia hanya diperbolehkan untuk menelaah setiap kejadian agar mendapatkan suatu pengertian CINTA. Tanpa kita sadari, sebenarnya Tuhan telah menciptakan kita dalam sil-silah akar keturunan yang jelas, yang menimbulkan suatu pengertian serta istilah-istilah dalam hubungannya antar manusia. Secara garis besar hubungan antar manusia dibagi menjadi dua yaitu hubungan keluarga dan hubungan pertemanan. Hubungan antar anak, orang tua kandung dan antar anggota keluarga, diartikan manusia sebagai hubungan keluarga, interaksi antar manusia diartikan sebagai pertemanan.
Hubungan keluarga, merupakan hubungan yang sangat fundamental didalam membentuk sikap kepribadian setiap pelaku di dalamnya. Banyak sekali makna yang terkandung di dalamnya, namun untuk saat ini yang akan saya bahas adalah tingkatan konsentrasi pengertian interaksi antar manusia.
Hubungan pertemanan adalah hubungan paling sederhana dan konteks konsentrasi arti didalamnya sangatlah rendah, karena biasanya pertemanan hanya sekedar kenal nama dan saling menyapa ketika bertemu. Tingkatan yang lebih tinggi dari hubungan pertemanan adalah “PERSAHABATAN”. Sikap perSAHABATan jauh lebih kompleks dan bermakna dibandingkan dengan sikap pertemanan. Sikap perhabatan akan disematkan pada hubungan antar manusia ketika diantara kedua pelakuka sudah menjajagi dan mulai mencoba untuk saling mengingatkan suatu kebaikan yang membaikan. Sikap inilah yang pasti belum ditemukan dari hubungan pertemanan.
Pengingatan akan kebaikan yang membaikan sebenarnya taraf paling tinggi suatu hubungan antar manusia. Pelakunya akan merasa selalu peduli akan keadaan yang sedang dialami. Jika jika ada diantara keduanya yang susah, maka salah satu dari keduanya itu pasti akan membantu agar cepat keluar dari kesusahan. Jika salah satu dari keduanya ada yang senang, maka akan muncul suatu teguran untuk mensyukuri agar tidak kufur nikmat.
Interaksi-interaksi itulah yang sebenarnya makna dari sebuah CINTA yang baik dan membaikan. CINTA itu tidak harus tumbuh dari dua insan yang berbeda jenis kelaminnya, namun CINTA dapat selalu tumbuh dimana kata SAHABAT sudah disematkan ke dalam suatu hubungan. So, mulailah mencona untuk menciptakan SAHABAT sebanyak mungkin agar Anda menikmati CINTA di setiap perjalanan hidup di dunia, and smile until you are going to come heaven.

No comments:

Post a Comment