Powered By Blogger

Wednesday, 22 June 2011

“Kebolehjadian Manusia untuk Menemukan Jodoh Sangat Kecil”

Belajar makna cinta ala dunia sangatlah tidak abadi. Itu tercermin pada pengertian bahwa semua yang ada di dunia tak ada yang bersifat kekal melainkan pasti rusak. Dengan adanya pengertian itu, maka semua arti cinta yang dilandasi dengan ke fanaan dunia pasti berakhir dengan tangis kekecewaan. Bentuk dari tangisan itu bermacam-macam, misalnya saling benci, saling maki, saling tuduh dan masih banyak lagi.
Cinta itu akan indah ketika maknanya sudah dititipkan kepada Tuhan. Tuhanlah yang mempunyai segala cinta. Manusia tak akan merasa sakit hati lagi ketika cintanya sudah dilewatkan dahulu kepada Tuhan dan baru disampaikan kepada sesama. Bagi sebagia manusia hal tersebut tidaklah penting dipirkan, karena selama sudah dianggap cocok, mereka menganggap bahwa pasangannya itu adalah “JODOH yang TEPAT”. Padahal jika kita amati lebih jauh lagi, Jodoh itu sebenarnya suatu ketidak pastian yang diciptaan Tuhan untuk dimengerti oleh manusia. Tuhan telah menjajikan kepada manusia untuk membuatkan pasangan-pasanganya sesuai. Hal Itu menandakan bahwa setiap manusia sudah mempunyai jodohnya. Lalu sekarang coba berfikir, terkadang ada beberapa pasangan yang mengakhiri hubungannya dengan perceraian. Padahal keduanya “SUDAH PERNAH” mengucapkan “INI ADALAH JODOH KU” di awal pernikahan.
Itulah sebabnya saya katakan bahwa “Jodoh itu suatu ketidak pastian yang diciptakan Tuhan untuk dimengerti oleh manusia”, kita hanya dapat membuat cocok setiap perbedaan yang ada untuk kita syukuri, dari pengertian itulah maka manusia akan diberi ketenangan oleh Tuhan akan Jodohnya dan bukti Tuhan akan ketetapan jodoh diantara manusia akan terasa indah, karena kita sudah belajar untuk saling membaikan. Dan yang pasti kita tidak akan pernah untuk sakit hati lagi hidup di dunia ini.

No comments:

Post a Comment