Powered By Blogger

Saturday, 11 June 2011

“Antara Politisi, Pebisnis dan Akademisi”

Tiga contoh bentuk pekerjaan yang ada di dunia adalah politisi, pebisnis dan akademisi. Banyak sekali sebenarnya bentuk pekerjaan di Dunia, hanya saja saya lebih tertarik untuk membahas keterkaitannya perkerjaan yang lain dengan satu pandangan yaitu “akademisi yang tercipta dari School of Art”. Semakin bertambah umur Dunia, semakin bertambah pula pengertian setiap kata, misalnya saja politisi, pebisnis dan akademisi.
Kata Politisi acap kali dihubungkan dengan sesuatu pemerintahan, bahkan terkadang menganggap bahwa politisi adalah sarana untuk mencapai kekuasaan tertinggi. Menurut buku yang ditulis oleh guru besar di School of Art, politisi adalah seseorang yang mempelajari ilmu interaksi manusia yang berkeinginan untuk mewujudkan suatu pemerintahan yang baik serta membaikan. Politisi yang ideal adalah selalu didasarkan dengan kelakukan yang baik dan membaikan.
Kelakukan yang baik dan membaikan adalah salah satu ilmu yang bersifat meningkatkan manusia ke tingkat yang lebih tinggi dari yang sebelumnya. Sehingga apabila ilmu tersebut diterapkan dalam membangun suatu konstitusi pasti menghasilkan sesuatu yang baik pula. Sebuah konstitusi janganlah dipandang suatu negara yang besar. Konstitusi juga dapat diartikan sebuah keluarga sakinah, mawadah, warokhmah. Keluarga adalah pondasi yang mendasari berdirinya sebuah negara. Jika semua unsur pondasi tersebut baik yaitu dalam mendidik generasi penerusnya, pasti negaranya akan menjadi negara yang baik dan membaikan. Lalu pertanyaanya adalah bagaimana mencetak pondasi yang benar?, jawaban itulah yang harus di fikirkan dan dihayati oleh pembelajar School of Art.
Pebisnis adalah salahsatu bidang yang saat ini sedang diminati oleh anak muda di dunia khususnya Indonesia. Mereka beranggapan bahwa, pebisnis kerjanya tak perlu diatur. Acap kali terdengar slogan “Mendingan jadi kepala ayam, dari pada ekor Gajah”, “jadi pebisnis tak perlu sekolah tinggi yang penting ada modal dan keberanian untuk mencoba”. Semuanya itu memang benar, tapi kalau kita ulas lagi kata-kata itu lebih dalam, maka akan tercipta sebuah pemikiran, “Orang yang seperti apa, yang bisa mengucapkan slogan seperti itu?”. Pertanya itu perlu diulas lebih dalam oleh pembelajar, karena dengan kita tahu jawaban itu, maka kita akan tahu pula kedudukan mana yang pantas bagi kita dalam menyelami hidup di dunia ini. Harapannya adalah agar tidak salah dalam menafsirkan pemberian Tuhan, dan ujung-ujungnya tidak bersyukur dan mengeluh.
Akademisi, merupakan salah satu kata yang saat ini sangat sering terdengar di telinga masayarakat Indonesia. Biasanya bagi kaum-kaum masyarakat biasa seperti saya, kata akademisi hanya cocok bagi orang yang bergelut dibidang pendidikan dan beranggapan sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Akademisi dapat diartikan secara luas sebagai pembelajar ilmu Tuhan, so itu artinya bahwa pembelajar yang selalu menaati peraturan Tuhan. Akademisi seperti ini lah yang kelak derajatnya diangkat lebih tinggi dari yang lain. Akademisi semacam ini selalu mempertimbangkan baik atau tidaknya dahulu kemudian baru berfikir seberapa gunanya kita terhadap makhluk Tuhan lainnya. Anda tidak perlu khawatir tentang makan, minum harta atau sebagainya, karena akademisi seperti itu telah dijanjikan oleh Tuhan untuk dipelihara. Bukankah kita sering mendengar pemeliharaan Tuhan akan semua makhluk-makhluknya? Misalnya cicak yang makananya nyamuk setiap hari populasinya bertambah, padahal kita tahu bahwa cicak tak bisa terbang.
Setiap akademisi telah disempurnakan oleh Tuhan dengan diberi hardware dan software paling canggih yaitu otak dan hati nurani. Hati nurani adalah pengontrol kualitas dari perbuatan yang akan kita lakukan,apakah baik ataukah tidak. Tanpa kita sadari hati nurani kita selalu menunjuk kea rah kebaikan yang membaikan, itu terbukti pada saat kita akan berbuat jahat, hati kita selalu berdebar-debar atau cemas. Oleh sebab itulah maka Anda sebenarnya sudah mengetahui akan kesempurnaan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.
Semua jenis pekerjaan yang dilandasi oleh sifat yang dibentuk oleh jiwa akademisi tersebut, pasti akan dinaikan derajatnya lebih tinggi dari pada yang lain, so Marilah kita berjuang untuk menjadi akademi-akademisi yang berperilaku baik dan membaikan.

No comments:

Post a Comment