Keberuntungan adalah salah satu aspek dimana setiap orang ingin mendapatkannya. Keberuntungan biasanya datang pada saat tak terduga. Sebagian orang berfikir bahwa keberuntungan merupakan suatu penentu dari sebuah kerja keras dan kecerdasan. Hingga saat ini dari beberapa tempat di dunia masih terdengar kata-kata mengenai “faktor keberuntungan” adalah faktor terpenting dalam suatu usaha. Keberuntungan dalam melakukan sesuatu, merupakan sesuatu yang kejadiannya tak diduga-duga oleh pelakunya. Setiap orang tidak akan pernah merasakan akan hadirnya suatu keberuntungan, yang kita rasakan hanyalah takjub dan kaget ketika keberuntungan hadir dihadapan kita secara tiba-tiba.
Kata keberuntungan merupakan salah satu istilah yang pernah ditemukan oleh Manusia. Arti keberuntunga yang hingga kini dimengerti oleh manusia sangatlah sempit dalam mengartikannya. Faktor keberuntungan selalu disangkut pautkan oleh takdir Tuhan yag diberikan oleh Tuhan kepada kita. Semuanya itu, tidaklah salah dalam pengartian sebuah makna dari kata “keberuntungan”. Mungkin jika dikaji lebih dalam dan diberi persentase akan pengertian tersebut, saya kasih nilai 50% dari total pemahaman akan kata “keberuntungan”.
Keberuntungan berasal dari kata “untung” yang berarti ada daya tambah setelah melakukan sesuatu. Penciptaan akan untung tidak akan pernah secara tiba-tiba. Keberhasilan dalam memperoleh makna dari “untung” berawal dari kesungguhan kita di dalam menghadapi semua ujian dari Tuhan. Tuhan itu Maha Cerdas yang tak akan pernah salah dalam setiap penciptaan-Nya. Sehingga Tuhan pasti tahu akan kepantasan manusia didalam memperoleh predikat kata “untung”. Tuhan tidak akan memberikan makna dari “untung”, ketika manusia tidak ingin berusaha untuk menjadikan dirinya tidak pantas untuk berdiri disuatu tempat. Makna “untung” akan menjadi “buntung” ketika hati kita sudah tidak percaya akan teori “aksi-reaksi”.
Teori “aksi-reaksi” akan merasa tidak ada gunanya dalam memandang kata “untung” ketika hati kita merasa reaksi yang ditimbulkan oleh aksi kita belum sesuai. Tingginya reaksi yang ditimbulkan tidak akan terjadi secepat mungkin yang kita harapkan. Perlu kita ingat bahwa, munculnya reaksi maksimal ketika aksinya juga maksimal pula. Salah satu sifat alamiah manusia adalah selalu merasa sudah tepat dan puas dalam melakukan setiap aksi. Rasa kepuasan itu akan muncul sendirinya dari dalam hati. Tuhan mempunyai hak yang paling tinggi dimana tidak untuk mempercayai setiap aksi yang kita lakukan. Tuhan akan selalu memberikan reaksi yang “terbaik”, bukan “tertinggi” suatu reaksi yang Tuhan ciptakan atas aksi tertinggi yang kita lakukan.
Keputusan yang Tuhan lakukan adalah keputusan yang paling baik bagi manusia, karena kuputusan itu akan membawa kepada manusia kepada ilmu “syukur”. Ilmu syukur akan muncul setelah kita mengartikan dari makna “reaksi terbaik” yang diberikan oleh Tuhan. Jika kita sudah merasakan arti dari “reaksi terbaik”, maka kita sudah menjadi orang yang beruntung, karena sebenarnya Tuhan sudah melihat kepantasan dari dalam diri kita untuk menduduki pengertian hidup yang lebih tinggi dari sebelumnya.

No comments:
Post a Comment