Pejuang adalah salah satu tokoh di dunia yang kerjanya memperjuangkan apa yang dianggap benar bagi kaumnya. Sebagian kecil dari pejuang terkadang menggunakan otak “gila” nya didalam meraih apa saja yang sedang diperjuangkannya. Mereka mengganggap bahwa apa yang sedang diperjuangkannya itu adalah hal yang paling benar dari apa yang mereka cita-citakan. Jiwa pejuang ini akan muncul ketika secercah cahaya muncul dari timur dunia yang mebisikan akan adanya harapan baru. Harapan baru itu adalah cita-cita.
Cita-cita adalah salah satu faktor dimana para pejuang akan memperjuangkan nya mati-matian. Pejuang yang gila selalu menemukan jalannya dimana ia sedang menghadapi penghalang yang dibuat oleh Tuhan. Namun, perlu diingat bahwa pejuang yang dianggap baik oleh Tuhan adalah pejuang yang selalu memperjuangkan cita-cita di jalan Tuhan. Tak akan ada jalan Tuhan yang mulus, karena kita tahu bahwa diujung jalan itu ada taman yang mengalir didalamnya air serta segala minuman, buah-buahan dan yang lainnya yang semuanya itu diciptakan oleh Tuhan bagi makhluknya yang telah ditempa oleh semua masalah Tuhan. Masalah yang diberikan oleh Tuhan sudah dijamin solusinya oleh Tuhan. Itu artinya bahwa kita tidak boleh putus asa didalam menyelami semua masalah yang dating kepada kita, dan jangan sekali-kali kita mundur untuk menunda penyelesain dari masalah yang kita hadapi. Ingat bahwa, Tuhan itu tidak akan menguji suatu kaum diatas kemampuan kaum tersebut untuk mengatasinya, so itu berarti bahwa masalah yang dibuat Tuhan yang disajikan ke kita pasti bisa diselesaikan dengan cara-cara Tuhan.
Cita-cita perlu dipupuk dan ditingkatkan derajatnya sesuai kedudukan kita. Kita tidak mungkin bercita-cita sebagai pilot padahal kita sebagai siswa lulusan IPS. Memang terkadang sebagian pembelajar masih menganggap bahwa “Kalau Tuhan sudah berkehendak, pastilah jadi”. Tapi perlu diingat bahwa Tuhan itu Maha Cerdas, tidak mungkin memberikan sesuatu kepada setiap pembelajar tanpa ada maksudnya. Cita-cita yang selalu di upgrade komposisinya akan lebih berharga dari pada kita mencita-cita kan sesuatu hal yang memang jauh dari jangkauan kita.
Pembelajar yang paling cerdas di dalam membuat cita-cita adalah pembelajar yang selau mempersiapkan kematian disetiap langkahnya (Guru Besar School of Art, tahun gajah). Hal tersebut akan kita fahami ketika kita berfikir bahwa sesuatu hal yang terdekat dengan kita adalah kematian. Dari pengertian tersebut kita pasti akan selalu menilai apakah perbuatan kita baik ataukah tidak. Efek yang muncul dari hal tersebut adalah kita selalu berbuat kebaikan disetiap waktu, So mari kita menjadi pejuang cerdas yang meraih cita-cita.

No comments:
Post a Comment