Kebanyakan orang memandang suatu perbedaan adalah suatu kewajaran yang diciptakan Tuhan untuk menghiasi indahnya dunia. Pada dasarnya perbedaan dibagi menjadi dua yaitu, perbedaan yang tumbuh ke arah yang buruk dan perbedaan yang tumbuh ke arah yang baik membaikan. Perlu dimengerti bahwa didunia ini tidak ada perbedaan yang tumbuh ke arah buruk, yang ada adalah keluar dari kebaikan. Hal tersebut wajar terjadi ketika kita hidup didunia. Peristiwa tersebut menjadi tidak wajar ketika tingkat intensitasnya terlalu berlebih, karena sebenarnya didalam menjalani perbedaan yang tumbuh ke arah buruk Tuhan selalu mengingatkan kita untuk kembali ke track yang semestinya. Hanya terkadang kita tidak menyadari akan tanda-tanda yang Tuhan kasih kepada kita. Kita hanya bisa berdoa dan bersyukur agar Tuhan selalu melimpahkan kenikmatan “hidayah” disetiap saat, karena nikmat hidayah hanya dating langsung dari Tuhan.
Perubahan yang baik membaikan adalah perubahan yang sangat ideal dicita-citakan oleh setiap manusia. Perubahan yang baik tidaklah cukup, karena perubahan baik hanya memandang dari satu sisi yaitu “aku”. Kata perubahan yang disertai sudut pandang “aku” akan hidup sementara. Maknanya akan jauh berbeda ketika dibubuhi kata “membaikan”. Intepretasi makna “aku” didalam kata membaikan akan selalu terbawa, karena setelah kita membubuhkan kata membaikan kata “aku” akan berubah menjadi “kami”. Menurut kamus Bahasa Indonesia, kata “kami” adalah termasuk dari kata “aku”, maka berbuatlah suatu perubahan kearah yang baik membaikan.
Sebagian orang beranggapan bahwa suatu perubahan hidup dianggap sesuatu yang sangat berat dilakukan. Padahal jika kita lihat dari konsepnya kata “berubah” itu sebenarnya merujuk kepada “berbeda”. Sesuatu dikatakan berubah dikala penampilan atau sifatnya mengalami perbedaan sepersekian detik dari yang kita lihat atau rasakan. Dari konsep itu maka kita dapat memahami bahwa perubahan yang kearah baik yang membaikan tidak perlu menggunakan suatu konsep yang terlalu tinggi, namun gunakanlah konsep yang paling sederhana.
Salah satu contoh dari konsep diatas yaitu memandang suatu perbedaan sebagai arti dari kesuksesan. Kesuksesan dipandang sebagian orang sebagai kehebatan-kehebatan yang belum bisa diraih oleh orang lain, namun dirinya sekarang mendapatkannya. Kesuksesan berawal dari perbedaan, walaupun kuantitasnya sangat sedikit (bahkan bernilai “limit mendekati tak hingga”). Coba bayangkan, ketika Anda bersama teman-teman Anda mendatangi sebuah warung untuk makan malam. Semua teman-teman Anda (termasuk Anda) memesan makanan dan minuman yang disukai, ketika semua makanan dan minuman sudah habis Anda tentu langsung berdiri dan menuju kasir untuk membayar makanan yang sudah dimakan. Pertanyaannya adalah dari Anda dan teman-teman Anda, adakah yang mengembalikan kursi ketika badan mulai meninggalkan dari tempat makan untuk munuju ke kasir?. Jika ada salah satu dari kalian melakukan itu,berarti orang itu melakukan kesuksesan dalam mempersiapkan orang lain untuk duduk ditempat yang baru ditinggalkan. So, cukuukan berperilaku yang selalu wah…atau megah…didalam memandang suatu kata kesuksesan.

No comments:
Post a Comment