Tuesday, 20 December 2011
‘Aku Rela dianggap Orang Lain Jelek’, kata isi hati Si Bapak Penarik Becak
‘Grek’, suara becak yang terparkir di depan suatu Warteg (Warung Tegal).
‘Silahkan masuk Pak’, kata gadis yang berada di dalam warteg.
‘Bagaimana narik hari ini Pak?, sudah dapat banyak penumpang nih kayaknya?’, lanjut sang gadis.
‘Syukurlah, setidaknya jam 11 sudah mampir di sini’, jawab si bapak dengan tenang.
‘hari ini mau makan apa pak?’
‘ini, itu, sama yang ini’. (dengan gaya touch screen yang sering terlihat di WARTEG).
Beberapa menit kemudian, hasilnya pun keluar yaitu satu tempe, satu tahu dan satu telor+kerupuk dan sedikit kuah ‘jangan asem’ (istilah Tegal).
‘minumnya apa pak?’, kata si gadis sambil menyodorkan makanan kepada si Bapak.
‘air putih aja Neng’.
‘Siap, Pak saya ambilkan gelas’
‘terimakasih neng’.
‘Sering makan di sini ya Pak?’, Tanya salah satu bapak yang sedang menikmati makanannya.
‘ya, begitulah Pak. Tiap hari bolak-balik ke sini’.
‘hahahaha’, sambil mulai melahap makanannya.
Mungkin karena lapar, si Bapak penarik becak tak sengaja menjatuhkan beberapa butir nasinya di atas meja. Dengan penuh ketelitian ternyata si bapak yang ada di sampingnya berkata,
‘Pak, itu nasinya jatuh loh…MUBAZIR.’
Tanpa menghiraukan omongan si Bapak yang ada di sampingnya, Bapak penarik becak itupun melanjutkan menikmati makanannya, hingga tak menyisakan makanan sedikitpun di atas piringnya.
‘Alkhamdulillah’, kata si Bapak penarik becak.
‘Enak ya Pak?’
‘ya begitulah’
‘Maaf sebelumnya Pak, hanya ingin saling mengingatkan saja. Tapi sebenarnya nasi yang jatuh dimakan saja, kan MUBAZIR Pak’
‘Kalau pun peristiwa tadi dianggap Bapak suatu peristiwa yang MUBAZIR tak apa lah, yang penting saya senang bisa berbagi dengan si Semut hari ini’ sambil menunjuk semut yang sedang membawa butiran nasi tadi.
Kedua orang tersebut pun akhirnya saling melempar senyum.
Thursday, 8 December 2011
Tak Hanya Manusia yang diuji Oleh Tuhan Semesta Alam
Pernahkah Anda mencermati kata ‘uji’ pada Kamus Besar Bahasa Indonesia? Kata UJI pada kamus Besar Bahasa Indonesia berarti percobaan untuk mengetahui mutu sesuatu (ketulenan, kecakapan ketahanan, dsb). Kata ‘uji’ dapat dikembangkan menjadi ber•u•ji v 1 mengadu kekuatan (kepandaian dsb), meng•u•ji v 1 memeriksa untuk mengetahui mutu (kepandaian dsb) sesuatu dsb, di•u•ji v dicoba untuk diketahui mutunya, uji•an n 1 hasil menguji; hasil memeriksa; 2 sesuatu yg dipakai untuk menguji mutu sesuatu (kepandaian, kemampuan, hasil belajar, dsb), 3 cobaan, ter•u•ji v 1 dapat diuji; 2 tangguh, ke•ter•u•ji•an n hal teruji, peng•u•ji n 1 orang yg menguji, peng•u•ji•an n 1 proses, cara, perbuatan menguji; 2 Keu pemeriksaan atas transaksi keuangan; audit.
Jika Anda mengamati perubahan kata dari ‘uji’ pada paragraph di atas, maka Anda tidak menemukan kata yang tepat untuk menggantikan makna ‘Orang Yang Diuji’. Anda hanya akan menemukan kata penguji yang berarti, orang yang diuji. Dari konteks di atas berarti makna dari ‘seseorang’ yang diuji tidak ada penyempitan atau pembentukan kata yung spesifik untuk ‘seseorang yang diuji’. Hal tersebut menandakan bahwa Tuhan Semesta Alam menyelipkan makna luasnya lewat bahasa Indonesia tentang tidak ada pembatasan ‘suatu objek yang diuji’. Semua makhluk yang tercipta oleh-Nya pasti di uji untuk di lihat ketaatannya dalam bersujud kepada-Nya. Manusia yang merupakan salah satu ciptaan-Nya dengan kesempurnaan berupa akal fikiran, seharusnya ketaatannya melebihi ciptaan-ciptaan-Nya yang lain, walaupun sudah jelas bahwa makhluk-makhluk Tuhan yang lain seperti sekumpulan burung, planet-planet dan sebagainya mempunyai ketaatan pada level ‘SANGAT’. Oleh sebab itulah, sudah pantas jika kata ‘uji’ pada kamus besar bahasa Indonesia pelaku dari ‘penguji’ yang sebenarnya adalah Tuhan Semesta Alam untuk menguji ‘Semua Makhluknya’ agar kedudukan di dunia mereka ‘Teruji’.
Saturday, 19 November 2011
“Kenapa HEWAN itu anaknya Banyak sih?”, Tanya dek Nisa
Disuatu pagi yang cerah terlihat anak-anak TK sedang mengantri ‘bersalaman’ dengan sang Ibu guru. Dari kejauhan mata memandang terbesit suara ibu guru mengucap salam kepada salah satu anak yang mengantri.
Ibu Guru : “Assalamualaikum dek Nisa?”
Nisa : “Waalaikumsalam bu Guru”. Sambil tersenyum.
Ibu Guru : “Bagaimana Pekerjaan Rumahnya dek Nisa?”
Nisa : “Udah tak kerjain Ibu, semalam.”
Ibu Guru : “Ayo dek Nisa, bilangnya apa?, Alkhamdu….”
Nisa : “Alkhamdulillah” sambil melanjutkan.
“Ibu-ibu, ayam ku di rumah bertelor lagi hari ini.”
Ibu Guru : “Waduh, tambah banyak dong telornya dek Nisa”
Nisa : “Ibu-ibu, Nisa mau Tanya.”
Ibu Guru : “Tanya apa dek Nisa?” tanya Bu guru.
Nisa : “Kenapa kalau hewan itu anaknya langsung banyak ya?, ayam Nisa aja sudah 10 telor yang keluar, belum bebek, belum kambing, belum yang lainnya?”
Ibu Guru terdiam mendengarkan pertanyaan dek Nisa.
Ibu Guru : “Ingat ndak dek Nisa, Tuhan Semesta Alam itu menciptakan alam semesta ini ditujukan untuk kepentingan manusia. Bagaimana akibatnya kalau ayam itu bertelur cumin satu?. Kasihan si Ayam kalau dek Nisa pengin telur ceplok, nanti si ayam gak punya anak deh.”
Nisa : “Ow iya yah, semua itu kan tercipta untuk manusia”
“Terimakasih Bu Guru.”
Ibu Guru : Sama-sama dek Nisa, makanya kita itu harus bersyukur setiap hari. Jangan lupa itu dek Nisa.”
Nisa : “Iya, Bu guru.” Sambil tersenyum dan berjalan untuk menuju kelas.
/Oliphan.blogspot.com/
Thursday, 10 November 2011
'Aku Seorang Pahlawan', teriak Bapak Penarik Becak
Dihiasi dengan senyuman, si Bapak mulai membuka pintu.
'Assalamualaikum'. Ucap Bapak dengan tenang.
'Waalaikumsalam.' Jawab si Ibu sembari membimbing anaknya belajar.
'Eh, Bapak pulang. Narik hari ini dapat berapa Pak?', Lanjut Ibu.
'Alkhamdulillah Bu, InsyaAllah cukup untuk makan kita, bayar sekolah adek dan sisanya buat menabung.' Jawab si Bapak dengan tenang.
'Tolong ambilin minum dong Bu, habis narik becak seharian capek rasanya.'
'Iya Pak, saya ambilkan.'
'Sebentar ya dek, Ibu mau ngambil air minum dulu buat Bapak'. Lanjut Ibu.
Sembari menunggu ibunya kembali, si anak dengan sigapnya bertanya kepada Si Bapak.
'Pak, Pak, Pak.'
'Ada apa nak?'. Tanya Bapak.
'Katanya hari ini, hari pahlawan ya?'.
'Iya Nak, hari ini kan tanggal 10 November.'
'Memangnya kenepa?, kalau hari ini 'Hari Pahlawan'.
“Kasihan dong Pak, para pahlawan.'
'Kasihan kenapa dek?'
'Ya, kasihan lah. Nih fotonya'. Sambil menunjukan sebuah foto dokumtasi dari selembar buku sejarahnya.
''Mereka sudah sudah susah payah, masa dibayar dengan kesengsaraan dan kesengsarahan. Bahkan sekarang pun saya tidak tahu pak, Siapa penerus mereka?' 'Nak, penerus mereka ya kita-kita ini.' 'Loh kok bisa Pak?' 'Yang namanya Pahlawan itu, tidak harus yang berbau militer. Bapak bekerja narik becak dengan sungguh-sungguh pun itu termasuk JIWA PAHLAWAN.' 'Loh kok bisa Pak?.' Tanya si Anak. 'Dengan adanya kesungguhan dari Bapak mencari nafkah yang HALAL, Bapak hanya bisa berharap dengan uang seadanya ini Bapak bisa mendidik keluarga Bapak menjadi orang-orang baik.' 'Loh, kalau aku tugasnya apa pak?, biar jadi pahlawan?.' 'Tugas kamu sekarang adalah belajar dengan sungguh-sungguh agar menjadi orang baik.' 'Ow, begitu ya Pak.' 'Ini Pak, minumnya.' kata ibu. 'Ayo belajar lagi Nak.'
''Mereka sudah sudah susah payah, masa dibayar dengan kesengsaraan dan kesengsarahan. Bahkan sekarang pun saya tidak tahu pak, Siapa penerus mereka?' 'Nak, penerus mereka ya kita-kita ini.' 'Loh kok bisa Pak?' 'Yang namanya Pahlawan itu, tidak harus yang berbau militer. Bapak bekerja narik becak dengan sungguh-sungguh pun itu termasuk JIWA PAHLAWAN.' 'Loh kok bisa Pak?.' Tanya si Anak. 'Dengan adanya kesungguhan dari Bapak mencari nafkah yang HALAL, Bapak hanya bisa berharap dengan uang seadanya ini Bapak bisa mendidik keluarga Bapak menjadi orang-orang baik.' 'Loh, kalau aku tugasnya apa pak?, biar jadi pahlawan?.' 'Tugas kamu sekarang adalah belajar dengan sungguh-sungguh agar menjadi orang baik.' 'Ow, begitu ya Pak.' 'Ini Pak, minumnya.' kata ibu. 'Ayo belajar lagi Nak.'
Wednesday, 9 November 2011
Anaknya Si Bapak Penarik Becak
Suatu ketika ada anak tukang becak yang sedang belajar bertanya kepada bapaknya.
“Kenapa ya pak, semua guru adek tu pinter-pinter semua?”, Tanya si anak dengan polosnya.
“Mmmm…karena beliau-beliau sudah tua dek.” Jawab si Bapak.
“Loh, Bapak kan juga udah tua, kenapa gak seperti mereka?” Tanya anak tiba-tiba.
“Bapak pinter kok, tapi bukan dalam hal belajar pelajaran sekolah. Bapak pinternya narik becak, handal ditikungan, ditanjakan bahkan diturunan. Coba guru-guru mu suruh narik becak, PASTI kebingunan dan akhirnya nabrak.”
“Benar juga ya Pak.” Jawab si anak dengan polosnya.
“Ingat dek, kepintaran itu berawal dari peristiwa kesalahan-kesalahan yang pernah dialami oleh seseorang, jadi jika kamu pengin pinter giat-giat lah mencari ilmu sampai kamu merasa salah dan akhirnya tanpa disadari kamu pun akan benar.”
“Baik Pak!”, Jawab si anak dengan penuh semangat.
Si anak pun melanjutkan belajarnya dan si Bapak siap untuk berangkat bekerja menarik becak.
Tuesday, 8 November 2011
kotor
Munculnya sesuatu yang dinamakan ‘kotor’ adalah salah satu efek dari perjalanan waktu. Proses kotor tidak selalu dilakukan oleh pelakunya secara disengaja, namun kebanyakan dari proses ‘kotor’ terjadi secara tidak sengaja. Hal tersebut dapat dimengerti ketika kita mengenakan pakain bersih. Pakaian yang kita pakai secara tidak sengaja terkena coklat atau semacamnya. Proses tertumpahnya coklat terjadi secara tiba-tiba, tanpa kita sadari. Hal tersebut tidak ada kaitanya dengan pemecahan telor atau penumpahan kue ulang tahun kepada seseorang, karena pada proses tersebut ada penambahan kata partikel yaitu me-, sehingga mengakibatkan bergesernya makna kotor menjadi ‘membuat jadi kotor’.
Proses kotor jangan selalu dikaitakan dengan sesuatu hal-hal yang menjijikan seperti lumpur, coklat yang tumpah dibaju, debu dan lain sebagainya. Jika proses kotor kita kaitkan dengan perilaku kita maka kesadaran akan memohon ampun kepada Tuhan Semesta Alam mulai tumbuh. Hal tersebut dapat dimengerti dari proses munculnya ‘kotor’ dari diri kita cenderung lebih mudah tercipta seiring dengan perjalannya waktu. Semakin lama kita hidup, semakin sering pula kita mengalami proses kotor.
Dari pengertian sederhana tersebut, kita akan tahu bahwa pentingnya instrospeksi diri dalam rangka mengingat Tuhan Semesta Alam di setiap kegiatan yang kita lakukan setiap hari.
senyum
Cinta merupakan salah karya Tuhan Semesta Alam yang bersifat abstrak. Penampilan dari sebuah cinta tidak pernah jelas terlihat oleh panca indra manusia, sehingga manusia seringkali merasakan bahwa banyak sekali masalah-masalah yang tumbuh dari kata cinta. Mereka terkadang mempertanyakan kapan dan dimana cinta itu akan tumbuh, seperti apakah orang yang dianugrahi sebuah cinta sejati, kenapa kita harus memilih kata cinta, kenapa aku harus berfikir tentang kata cinta, kenapa aku sakit hati karena cinta, kapan cinta ini berakhir, kenapa aku harus mengenal kata cinta, kenapa harus aku yang mencinta dia.
Tuhan Semesta Alam menciptakan ‘CINTA’ untuk menenangkan setiap karya-Nya. Dengan adanya cinta kita diharapkan menjadi makhluk yang bermanfaat serta membaikan oranglain. Pertanyaan-pertanyaan akan cinta tidaklah penting untuk kita fikirkan, yang paling penting adalah bagaimana cara kita untuk memfikirkan untuk bersyukur kepada Tuhan Semesta Alam karena telah memberikan kata cinta disetiap perbuatan yang berbuah senyum.
Thursday, 29 September 2011
Teori STRES
Sesuai dengan hukum fisika, rumus tekanan yaitu: P=F/A. P yaitu tekanan, F adalah gaya yang diberikan dan A adalah luasan penampang. Jika diasumsikan gaya yang diberikan sama maka factor A (luasan penampang) yang menjadi tolak ukur, apakah tekanan yang dihasilkan besar ataukah kecil. Semakin kecil luasan penampang yang disediakan, maka semakin besar tekanan yang dihasilkan. Hal tersebut dapat dimengerti pula ketika ada seorang cewek yang mengenakan sepatu berhak tinggi yang berjalan di jalanan becek maka hal yang terjadi adalah si cewek akan merasa kesusahan karena tekanan yang dihasilkan oleh sepatu sangatlah besar. Namun sebaliknya jika luasan penampang hak sepatu dari si cewek di perbesar maka tekanan yang dihasilkan akan semakin kecil dan selanjutnya si cewek akan mampu berjalan di atas jalanan yang becek tersebut.
Dari konsep tersebut, dapat dimengerti pula jika ‘gaya’ yang diterima merupakan masalah-masalah yang diciptakan oleh Tuhan Semesta Alam kepada manusia dan luasan penampang adalah cara-cara manusia untuk menghadapi masalah-masalah itu maka tekanan dapat disimbolkan sebagai ‘stres’. Dari pengertian tersebut diperoleh rumus baru yaitu:
Stress = masalah/cara-cara manusia
Semakin banyak inisiatif yang kita buat untuk menyelami masalah, semakin jauh pula kehidupan kita dari kata stress.
Ku ingat Rakyat ku Lewat Sir Isaac Newton
Sir Isaac Newton adalah ahli fisika, matematika, astronomi, kimia dan ahli filsafat yang lahir di Inggris. Buku yang ditulis dan dipublikasikan pada tahun 1687, Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica, dikatakan sebagai buku yang paling berpengaruh dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Karyanya ini menjelaskan tentang hukum gravitasi dan tiga asas (hukum) pergerakan, yang mengubah pandangan orang terhadap hukum fisika alam selama tiga abad kedepan dan menjadi dasar dari ilmu pengetahuan modern.
Siapa diantara kalian yang belum pernah mendengar kata GRAVITASI?, tentu sudah bukan?. Kata gravitasi santer terdengar dikalangan scientist, namun kebaradaannya seringkali luput dari pengertian dalam kehidupan. Dari hukum Tuhan ini kita akan mendapat pengertian bahwa semua benda yang berada di dunia ini akan tertarik ke bawah karena akibat adanya gravitasi bumi. Jika dikondisikan sebuah benda jatuh dari ketinggian x meter, maka benda tersebut akan menghujam ke dalam tanah sejauh x meter (karena ada pengaruh gaya jatuh dan grafitasi). Semakin tinggi kedudukan suatu benda maka semakin dalam pula bekas hujaman benda tersebut.
Jika pengertian tersebut dianalogikan sebagai kedudukan seseorang maka sesuai dengan hukum Tuhan ini, semakin tinggi kedudukan seseorang semakin dekat pula kaitannya dengan suatu hal yang berada di bawah yaitu ‘rakyat’ jelata.
Saturday, 24 September 2011
Teori ‘Lock and Key’
Teramat sulit ketika seseorang menerjemahkan arti sebuah cinta yang dikorelasikan dengan jodoh, karena kita tahu bahwa keberadaan jodoh itu sangatlah dirahasiakan oleh Tuhan Semesta Alam, kita hanya mampu meraba-raba dari setiap kekurangan dari setiap pasangan kita. Sebagian besar manusia selalu menyangkut pautakan kata cinta dengan jodoh. Keduanya memang sangatlah erat, karena kata jodoh tercipta ketika cinta mulai tumbuh. Namun yang perlu dimengerti adalah keikhlasan akan penyampaian cinta terhadap sesama makhluk Tuhan Semesta Alam.
Hiduplah dengan teori ‘Lock and Key’
Kedua benda itu selalu mendahulukan kepentingan ‘Si Pemilik Rumah’. Keduanya dapat menenangkan hati dari pemiliknya. Si Pemilik rumah akan tenang ketika meninggalkan rumahnya karena sudah percaya akan kerja ‘LOCK’, sehingga dalam perjalannannya si pemilik hanya setia menjaga ‘KEY’ nya untuk selanjutnya digunakan untuk membuga gerbang dan masuk ke rumah. Dari peristiwa tersebut, Anda tidak menyadari akan keajaiban Tuhan menciptakan kepantasan antara Lock and Key, karena keduanya mendahulukan kepentingan si Pemiliknya maka keduanya akan selalu dipertemukan dengan cara-cara yang paling indah oleh Tuhan Semesta Alam. Sejauh apapun itu jarak yang memisahkan mereka tingkat kepastian mereka akan ketemu sangatlah besar, karena Tuhan telah menakdirkan diantara keduanya untuk saling melengkapi dan membahagiakan pemiliknya.
Si Tante Memang Cantik
(Suatu ketika di depan sebuah mall kota Jogjakarta)
Bapak Tukang Becak: "waduh Tante, belanjaannya banyak bener hari ini?, buat anaknya semua ya?", tanya si Bapak sambil menuntuk kea rah belanjaannya si Tante dan menggoda (Bahasa: Lebay dikit) si Tante biar naik Becaknya.
Tante Cantik: "iya ini Pak, anterin saya dong Pak, sampe ke perumahan Palem Asri"
Bapak Tukang Becak: "siap Tante", saut Bapak dengan gembira.
Didalam perjalanan keduanya terdiam, si Bapak tetap mengayuh Becak dan si Tante tetap setia dengan BBnya (Merk HP terkenal tahun 2010an).
Bapak Tukang Becak: 'Anak-anak sekarang tu sudah mulai berani protes ke orang tua ya Tante, katanya demokratis jadi semuanya boleh ngomong', celetuk si Bapak.
Tante Cantik: 'Loh memangnya kenapa Pak, bener kan Pak?', jawab si Tante dengan tenangnya (tambah tersenyum lagi, cantiknya si Tantepun bertambah).
Bapak Tukang Becak: ‘Ya bener sih, tapi….’
Tante Cantik: ‘Tapi kenapa Pak?’, sahut si Tante Cantik.
Bapak Tukang Becak: ‘Bayangin aja ya Tan, anak saya kan 5 mereka berkomitment untuk minta uang jajan yang besarnya sama, kan ya susah to?, kata mereka kalo ngasihnya beda-beda, berarti Bapak Tidak Adil.’
Tante Cantik: ‘ada-ada aja deh ni si Bapak’, yo setidaknya Bapak harus bias ngertiin ke anak-anaknya Bapak bahwa ‘ADIL ITU TIDAK HARUS SAMA’.
Bapak Tukang Becak: ‘Ow, bener juga ya Tante. O.K saya coba Tante.’ Jawab Bapak dengan tenangnya.
Keadilan itu tidak harus sama, itu berari bahwa pengertian keadilan lebih cenderung ke arah ‘kepantasan’. Keadilan akan terasa indah ketika pelaksanaan akan suatu keadilan tersebut berdasarkan kepantasan. Tanpa kita sadari terkadang kita berfikir bahwa kehidupan dunia itu tidak adil, yang miskin tetap dengan kemiskinannya yang kaya malah tambah kaya (santer terdengar di berbagai media informasi). Tingkat kedudukan sosial merupakan suatu gambaran keadilan Tuhan kepada umatnya. Orang miskin terjadi karena mereka memang pantas diberi gelar ‘miskin’ oleh Tuhan dan yang kaya juga. Namun diantara kepantasan-kepantasan itu, kita sebagai manusia yang diberi akal dan budi, harus selalu berusaha mencari setiap makna akan gelar-gelar yang disematkan Tuhan kepada kita, karena disetiap gelar yang disematkan Tuhan kepada kita merupakan suatu cobaan yang memang didalamnya tersirat makna-makna Tuhan untuk selalu kita fikirkan agar menjadikan kita ‘Orang Baik’.
Efisiensi Kerja Mesin Carnot bagi Kehidupan
Nicolas Leonard Sadi Carnot adalah seorang insinyur militer Prancis pada tahun 1842 telah mengungkapkan teori efesiensi kerja suatu mesin. Carnot beranggapan bahwa semua energi yang diberikan kedalam sebuah sistem (biasa dikenal dengan input) akan berubah menjadi energi panas dan kerja (out put). Dari pengertian tersebut munculan suatu persamaan sebagai berikut:
Note: W= usaha Q=energi/kalor Dari persamaan tersebut dapat dimengerti bahwa jika rasa Cinta yang diberikan oleh Tuhan Semesta Alam merupakan sebuah energi (input) maka untuk menjadikan efisiensi kinerja mendekati 100%, kita dianjurkan untuk menjadi makhluk yang selalu menyayangi diantara makhluk Tuhan. Semakin banyak kita membagikan rasa cinta yang kita miliki, semakin efisien pula diri kita dihadapan Tuhan Semesta Alam. ‘menyingkirkan batu krikil yang ada di tengah jalan, itu juga bentuk dari cinta kok’
Note: W= usaha Q=energi/kalor Dari persamaan tersebut dapat dimengerti bahwa jika rasa Cinta yang diberikan oleh Tuhan Semesta Alam merupakan sebuah energi (input) maka untuk menjadikan efisiensi kinerja mendekati 100%, kita dianjurkan untuk menjadi makhluk yang selalu menyayangi diantara makhluk Tuhan. Semakin banyak kita membagikan rasa cinta yang kita miliki, semakin efisien pula diri kita dihadapan Tuhan Semesta Alam. ‘menyingkirkan batu krikil yang ada di tengah jalan, itu juga bentuk dari cinta kok’
Saturday, 17 September 2011
Pernahkah kita Belajar Kehidupan dari ‘sistem koordinat kartesius’?
Jika titik A adalah titik awal dari sistemn koordinat kartesius, maka sumbu x,y dan z adalah jarak yang akan memproyeksikan titik-titik dari A yaitu a1, a2, dan a3 untuk menduduki dimensi ruang dan waktu dari sebuah kehudupan system koordinat kartesius.
Jika dianggap bahwa titik a1, a2 dan a3 selalu berada diantara x, y dan z, maka akan diperoleh rumus:
1/a1, 1/a2 dan 1/a3
Nilai ketiganya akan samadengan 1 (satu) ketika a1=x, a2=y dan a3=z. Semakin banyak kita mendefinisikan angka a1, a2 dan a3 dari titik awal yaitu A, maka akan semakin dekat pula dengan angka 1 (satu).
Jika seorang bayi yang baru lahir diposisikan sebagai A, maka a1, a2 dan a3 adalah proyeksi perjalanan sang bayi di dalam ruang dan waktu. Didalam perjalanannya sang bayi akan menemukan nilai a1, a2 dan a3. Nilai-nilai dari a1, a2 dan a3 akan diberikan oleh Tuhan ketika sang bayi berfikir untuk setiap masalah-masalah yang dihadapi selama menempuh sumbu x, y dan z. Jika hal tersebut dimengerti, maka nilai dari a1, a2 dan a3 dapat diproyeksikan sebagai nilai-nilai yang akan membawa sang bayi akan hakikat dari angka 1 (satu). Semakin mendekati nilai a1, a2 dan a3 dengan x, y dan z, maka semakin dekat pula posisi A dengan angka 1 (satu) yaitu ‘Tuhan Semesta Alam’.
Thursday, 1 September 2011
‘Indahnya Seorang Wanita Cantik’
Pernahkah kita berfikir betapa dahsyatnya ‘seorang wanita’ dimata para ‘penelaah kehidupan’?. Mereka selalu menganggap ‘seorang’ wanita itu adalah inspirasi terbesar untuk mengenal Tuhan lebih dalam, karena dari seorang wanita banyak sekali ‘pembelajaran Tuhan’ yang dapat dipetik, diantaranya yaitu ‘Cara Mereka Berpakaian’.
Sebagai manusia, kita diperintahkan untuk berakaian yang pantas. Arti pantas di sini adalah pakaian yang sudah menutup aurat. Karena dalam pembahasan ini diambil dari sudut pandang ‘seorang wanita’, maka keterkaitan aurat dari ‘seorang pria’ tidak akan dibahas secara jauh. Pakaian minimal yang harus dikenakan oleh seorang wanita yaitu pakaian yang mampu menutup semua bagian auratnya. Adapaun pernak-pernik seperti bros serta hiasan-hiasan yang lain hanya sebagai pelengkap kecantikan ‘seorang wanita’ didalam berpakaian.
‘Seorang wanita’ yang sudah memenuhi syarat ‘menutup aurat’ dapat dikatakan wanita itu sudah cukup bahkan pantas bagi seorang pria untuk mengatakan bahwa wanita itu ‘cantik’. Namun BAYANGKAN!, apabila dalam penampilan wanita tersebut ditambahkan pernak-pernik seperti bros dan lain-lain, pria tersebut dapat menambahi kata ‘sangat’ di depan kata ‘cantik’. Penambahan kata sangat, hanyalah penambahan yang sederhana, namun jika dilihat dari makna yang terkandung didalamnya ada ‘perubahan makna yang bersifat menyempurnakan sesuatu’.
Bagitupula kaitannya dengan Ibadah Wajib dan Ibadah Sunah. Ibadah sunah akan menjadikan ibadah wajib menjadi lebih ‘cantik’ dihadapan-Nya. Ibarat ‘seorang wanita’, Ibadah wajib sebanding dengan seorang wanita yang berpakaian ‘pantas’ sedangkan Ibadah Sunah bak pernak-pernik yang dipakai sebagai pelengkap kecantikan bagi seorang wanita.
Monday, 29 August 2011
Belajar dari Makhluk Kecil
suatu ketika ada dua baby ‘worm’ sedang jalan-jalan. kedua baby ‘worm’ itu bernama ‘joe’ and ‘jie’. Usia baby ’jie’ jauh lebih muda 60 second dari pada baby ‘joe’. Didalam perjalanannya, mereka berhenti dibawah pohon yang sangat rindang untuk berteduh dan menikmati perbekalan yang telah disiapkan oleh sang ibu sewaktu mereka meninggalkan rumah.
“Jie, jika kamu di beri kesempatan untuk menelusuri pohon ini, kemana kamu akan beristirahat untuk menikmati masa tua mu nanti?”, tanya Joe kepada Jie.
“Kalau aku, mau ke ranting yang kanan itu loh kak”, kata si Jie sambil menunjuk ranting yang dimaksud.
“kenapa jie?”
“karena, kemungkinan besar dalam semasa hidupku, aku akan menikmati buahnya sampai puas, jika aku perlu daun pun aku bisa ngambil kapanpun aku mau”, jawab Jie dengan penuh semangat.
“kalau kaka sendiri mau kemana?”, tanya jie.
“Kalau aku, aku akan tetap berusaha sampai pucuk pohon itu.”
“loh kenapa joe, umur kita kan ndak sepanjang makhluk lainnya?, sebelum sampai sana pasti kamu sudah mati.”
“tapi perlu diingat Jie, aku akan mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk menikmati semua bagian dari pohon ini walaupun kenikmatan tertertinggi hanya ada pada pucuk pohon ini dan aku tidak akan pernah tahu kapan hal itu terjadi.”
“Ooo…begitu ya Joe…”.
sambil tersenyum, keduanya mulai melanjutkan perjalannya.
“Jie, jika kamu di beri kesempatan untuk menelusuri pohon ini, kemana kamu akan beristirahat untuk menikmati masa tua mu nanti?”, tanya Joe kepada Jie.
“Kalau aku, mau ke ranting yang kanan itu loh kak”, kata si Jie sambil menunjuk ranting yang dimaksud.
“kenapa jie?”
“karena, kemungkinan besar dalam semasa hidupku, aku akan menikmati buahnya sampai puas, jika aku perlu daun pun aku bisa ngambil kapanpun aku mau”, jawab Jie dengan penuh semangat.
“kalau kaka sendiri mau kemana?”, tanya jie.
“Kalau aku, aku akan tetap berusaha sampai pucuk pohon itu.”
“loh kenapa joe, umur kita kan ndak sepanjang makhluk lainnya?, sebelum sampai sana pasti kamu sudah mati.”
“tapi perlu diingat Jie, aku akan mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk menikmati semua bagian dari pohon ini walaupun kenikmatan tertertinggi hanya ada pada pucuk pohon ini dan aku tidak akan pernah tahu kapan hal itu terjadi.”
“Ooo…begitu ya Joe…”.
sambil tersenyum, keduanya mulai melanjutkan perjalannya.
‘Kehidupan dari Kata Berawalan me- dan di- ‘
Masih ingatkah pelajaran Bahasa Indonesia yang pernah disampaikan oleh Bapak/Ibu guru kita di bangku Sekolah Dasar yaitu tentang kata aktif dan pasif?. Kata Bapak/Ibu Guru, kata aktif biasanya diawali dengan awalan me-, sedangkan untuk kata pasif diawali dengan awalan di-. Betapa sederhana pengertian Bapak/Ibu guru (mari berdoa untuk Beliau,’semoga ilmu yang diajarkan kepada kita menjadi ilmu yang bermanfaat dan membaikan beliau di akherat nanti, amin).
Jika kita menyangkut pautkan pengertian kata aktif dan pasif dengan kehidupan, maka kita akan memperoleh pengertian yang lebih mendalam dari materi tersebut. Kata aktif yang berawalan me- , dapat menunjukan soul dari pelakunya untuk ‘fighting’ atau pekerja keras, optimisme akan perolehan cita-cita serta harapan-harapan terbaik dalam hidup dan masih banyak lagi. Semiasal, kata menabung, kata tersebut mengandung pengertian ‘si penabung’ mengharapkan uangnya terkumpul. mengajari, kata tersebut mengandung makna ‘si pemberi pelajaran’ menginginkan ‘orang yang diajari’ lebih pintar daripada dirinya, dan masih banyak yang lain.
Kata pasif yang berawalan di- dapat menunjukan pengertian ‘penantian-penantian’ yang dilakukan oleh pelakunya. Misalnya kata ‘diberi’. Kata ‘diberi’ berarti pelaku akan lebih suka pada proses menanti dari pada melakukan ‘pemberian’. ‘Dicintai akan mengandung makna menunggu datangnya proses ‘cinta’, dan lain-lain.
Kata kerja yang berawalan me- akan jauh lebih bermakna daripada kata kerja yang berawalan di-. Hal tersebut dikarenakan, jika kita memakai kata me- berarti secara tidak sadar kita sudah masuk dalam kata di-. Beda halnya dengan kata kerja dengan awalan di-, kata kerja awalan di- hanya mampu mendeskripsikan semua daya upaya dari suatu proses untuk dirinya sendiri.
Misalnya, Ibu Budi memberi permen kepada Toni. Ibu Budi melakukan proses ‘beri’ kepada Toni. Arti yang lain adalah Ibu Budi telah ‘diberi’ oleh Tuhan Semesta Alam untuk melakukan proses ‘beri’ kepada Toni. Toni sebagai object yang dikenai proses ‘beri’.
“Jika kita menitikberatkan pada proses membahagiakan orang lain, maka sebenartnya kita telah mengikhlaskan serta menyandarkan kebahagiaan kita kepada Tuhan Semesta Alam”
Jika kita menyangkut pautkan pengertian kata aktif dan pasif dengan kehidupan, maka kita akan memperoleh pengertian yang lebih mendalam dari materi tersebut. Kata aktif yang berawalan me- , dapat menunjukan soul dari pelakunya untuk ‘fighting’ atau pekerja keras, optimisme akan perolehan cita-cita serta harapan-harapan terbaik dalam hidup dan masih banyak lagi. Semiasal, kata menabung, kata tersebut mengandung pengertian ‘si penabung’ mengharapkan uangnya terkumpul. mengajari, kata tersebut mengandung makna ‘si pemberi pelajaran’ menginginkan ‘orang yang diajari’ lebih pintar daripada dirinya, dan masih banyak yang lain.
Kata pasif yang berawalan di- dapat menunjukan pengertian ‘penantian-penantian’ yang dilakukan oleh pelakunya. Misalnya kata ‘diberi’. Kata ‘diberi’ berarti pelaku akan lebih suka pada proses menanti dari pada melakukan ‘pemberian’. ‘Dicintai akan mengandung makna menunggu datangnya proses ‘cinta’, dan lain-lain.
Kata kerja yang berawalan me- akan jauh lebih bermakna daripada kata kerja yang berawalan di-. Hal tersebut dikarenakan, jika kita memakai kata me- berarti secara tidak sadar kita sudah masuk dalam kata di-. Beda halnya dengan kata kerja dengan awalan di-, kata kerja awalan di- hanya mampu mendeskripsikan semua daya upaya dari suatu proses untuk dirinya sendiri.
Misalnya, Ibu Budi memberi permen kepada Toni. Ibu Budi melakukan proses ‘beri’ kepada Toni. Arti yang lain adalah Ibu Budi telah ‘diberi’ oleh Tuhan Semesta Alam untuk melakukan proses ‘beri’ kepada Toni. Toni sebagai object yang dikenai proses ‘beri’.
“Jika kita menitikberatkan pada proses membahagiakan orang lain, maka sebenartnya kita telah mengikhlaskan serta menyandarkan kebahagiaan kita kepada Tuhan Semesta Alam”
‘Proses Pencapaian Energi Aktivasi dari Sebuah Kehidupan akan Selalu di Lihat Oleh Tuhan Semesta Alam’
'Tenaga aktivasi dalam suatu reaksi diukur dari keadaan ground state (keadaan paling nyaman dari reaktan) hingga titik tertinggi dari perjalannan suatu reaksi', Untuk mencapai titik tertinggi itu, diperlukan energi yang cukup dari sistem agar reaksinya berjalan dan berakhir manjadi suatu produk. Dari proses perjalanan reaksi, peneliti lebih suka mengamati proses perjalanan energi dari titik awal hingga titik tertinggi. Hal tersebut dikarenakan para peneliti akan lebih banyak melakukan penilaian dari perjalanan energi tersebut, sehingga dapat disimpulkan ‘apakah reaksinya dapat berlangsung ataupun tidak’.
Mengacu dari konsep kimia sederhana itu, kita dapat berfikir bahwa jika seseorang berada pada titik kenyamanan yaitu ‘malas’, maka untuk keluar dari keadaan paling nyaman tersebut seseorang itu harus mencari energi untuk membawanya ke proses tertinggi dari setiap proses reaksi hidup. Energi yang dimaksud biasa disebut SEMANGAT. Semakin jauh rentang antara titik kenyamanan dengan titik puncak, maka semakin tinggi pula energi (baca: semangat) yang dibutuhkan.
Puncak dari semangat bukan suatu hal yang paling penting dari reaksi kehidupan, hal yang paling penting adalah proses pencapaian semangat dari setiap reaksi kehidupan. Hal tersebut dikarenakan proses pencapaian semangat merupakan salah satu hal yang di nilai Tuhan Semesta Alam dalam usahanya untuk keluar dari rasa malas tersebut. So, tetaplah ‘BERSEMANGAT’ didalam menjalani proses kehidupan, karena Tuhan Semesta Alam selalu memperhatikan proses pencapain semangat kita.
Mengacu dari konsep kimia sederhana itu, kita dapat berfikir bahwa jika seseorang berada pada titik kenyamanan yaitu ‘malas’, maka untuk keluar dari keadaan paling nyaman tersebut seseorang itu harus mencari energi untuk membawanya ke proses tertinggi dari setiap proses reaksi hidup. Energi yang dimaksud biasa disebut SEMANGAT. Semakin jauh rentang antara titik kenyamanan dengan titik puncak, maka semakin tinggi pula energi (baca: semangat) yang dibutuhkan.
Puncak dari semangat bukan suatu hal yang paling penting dari reaksi kehidupan, hal yang paling penting adalah proses pencapaian semangat dari setiap reaksi kehidupan. Hal tersebut dikarenakan proses pencapaian semangat merupakan salah satu hal yang di nilai Tuhan Semesta Alam dalam usahanya untuk keluar dari rasa malas tersebut. So, tetaplah ‘BERSEMANGAT’ didalam menjalani proses kehidupan, karena Tuhan Semesta Alam selalu memperhatikan proses pencapain semangat kita.
FASA-FASA CINTA
Sebagian orang menganggap kata cinta identik dengan hubungan antara dua insan yang terikat didalam satu ikatan sehingga terjadi suatu interaksi yang dinamakan kangen, kebahagiaan serta kesedihan. Cinta adalah ‘suatu’ hasil karya Tuhan yang sebenarnya digunakan untuk mendasari kegiatan makhluk-Nya di alam semesta ini. Ibarat pembentukan suatu senyawa didalam ilmu kimia, cinta merupakan atom-atom inti yang menyusun dari molekul yang dimaksud. Intepretasi makna ‘cinta’ akan berbentuk fasa-fasa yang dapat dilihat maupun dirasakan oleh pelakunya.
Rasa kangen, kebahagiaan, kesedihan dan kebencian merupakan beberapa fasa dari cinta. Sebagian orang tidak menyadari bahwa di dunia ini masih banyak fasa-fasa cinta. Fasa-fasa cinta tersebut selama ini sebnarnya nampak, namun karena ada pembatasan belenggu akan artian ‘cinta’ maka fasa lain dari cinta akan terasa tak nampak darinya. Beberapa fasa cinta yang lain adalah ‘membaca, menulis dan bertanya’. Ketiganya termasuk fasa cinta dari ‘penuntutan ilmu’. Rapi, sopan, bersih merupakan fasa cinta dari ‘estetika’, dan lain-lain.
“Semakin banyak intepretasi kita akan fasa cinta, semakin sering pula untuk bersyukur kepada-Nya”
Note:
Di dalam ilmu kimia dikenal tiga jenis fasa dari suatu senyawa. Fasa-fasa tersebut yaitu fasa padat, fasa cair dan fasa padat. Yang paling membedakan dari ketiga fasa tersebut adalah interaksi serta kerapatan yang dimiliki oleh antar struktur senyawa. Fasa padat mempunyai kerapatan paling tinggi dibandingkan dengan fasa cair dan gas. Fasa Cair lebih rapat daripada gas. Jika dilihat dari kenampakan fisik dari ketiganya sangatlah berbeda, namun jika dilihat dari komponen unsur pembentuknya unsur yang sama. Misalnya senyawa air (H2O). Senyawa air terbentuk dari atom H dan O. Senyawa air mempunyai fasa padat yang sering disebut ‘es’, fasa cair ‘air’, fasa gas ‘gas H2O’.
Rasa kangen, kebahagiaan, kesedihan dan kebencian merupakan beberapa fasa dari cinta. Sebagian orang tidak menyadari bahwa di dunia ini masih banyak fasa-fasa cinta. Fasa-fasa cinta tersebut selama ini sebnarnya nampak, namun karena ada pembatasan belenggu akan artian ‘cinta’ maka fasa lain dari cinta akan terasa tak nampak darinya. Beberapa fasa cinta yang lain adalah ‘membaca, menulis dan bertanya’. Ketiganya termasuk fasa cinta dari ‘penuntutan ilmu’. Rapi, sopan, bersih merupakan fasa cinta dari ‘estetika’, dan lain-lain.
“Semakin banyak intepretasi kita akan fasa cinta, semakin sering pula untuk bersyukur kepada-Nya”
Note:
Di dalam ilmu kimia dikenal tiga jenis fasa dari suatu senyawa. Fasa-fasa tersebut yaitu fasa padat, fasa cair dan fasa padat. Yang paling membedakan dari ketiga fasa tersebut adalah interaksi serta kerapatan yang dimiliki oleh antar struktur senyawa. Fasa padat mempunyai kerapatan paling tinggi dibandingkan dengan fasa cair dan gas. Fasa Cair lebih rapat daripada gas. Jika dilihat dari kenampakan fisik dari ketiganya sangatlah berbeda, namun jika dilihat dari komponen unsur pembentuknya unsur yang sama. Misalnya senyawa air (H2O). Senyawa air terbentuk dari atom H dan O. Senyawa air mempunyai fasa padat yang sering disebut ‘es’, fasa cair ‘air’, fasa gas ‘gas H2O’.
“Tuhan Semesta Alam telah Menganuhgrahkan Keadilan terhadap Daya Tarip Setiap Makhluknya”
Keadilan Tuhan Semesta Alam akan pencipataan manusia diantaranya adalah ‘membubuhi titik penarik pada setiap manusia yang diciptakannya’. Titik penarik tersebut sering diungkapkan dengan penuh perasaan namun tanpa alasan. Hal tersebut terbukti dari setiap pasangan manusia (cowok-cewek) selalu mengagumi satu sama lain dan keduanya menganggap pasangannya paling sempurna dihadapan masing-masing sehingga munculah pujian-pujian diantara keduanya.
Hal tersebut terbukti ketika seseorang merasakan ‘suatu hal ketidak pantasan dari orang lain akan pasanganya’.
‘kok bisa ya?, orang sejelek itu pasangannya cakep banget?’
Perkataan tersebut santer terdengar diantara kita. Dari fakta di atas, dapat dimengerti bahwa diantara keduanya ‘pasti’ sudah terjadi koneksi antar titik tersebut sehingga membentuk suatu hubungan yang disebut cinta.
Mengacu pada ‘Tuhan itu telah menetapkan jodoh diantara kitA’, maka dapat dimengerti pula bahwa ‘setiap insan pasti mempunyai kepantasan masing-masing di dalam pemilihan jodohnya oleh Tuhan Semesta Alam’. Maka, janganlah khawatir tentang pemantasan yang dilakukan oleh Tuhan Semesta Alam di dalam menentukan pasangan kita.
Hal tersebut terbukti ketika seseorang merasakan ‘suatu hal ketidak pantasan dari orang lain akan pasanganya’.
‘kok bisa ya?, orang sejelek itu pasangannya cakep banget?’
Perkataan tersebut santer terdengar diantara kita. Dari fakta di atas, dapat dimengerti bahwa diantara keduanya ‘pasti’ sudah terjadi koneksi antar titik tersebut sehingga membentuk suatu hubungan yang disebut cinta.
Mengacu pada ‘Tuhan itu telah menetapkan jodoh diantara kitA’, maka dapat dimengerti pula bahwa ‘setiap insan pasti mempunyai kepantasan masing-masing di dalam pemilihan jodohnya oleh Tuhan Semesta Alam’. Maka, janganlah khawatir tentang pemantasan yang dilakukan oleh Tuhan Semesta Alam di dalam menentukan pasangan kita.
Saturday, 20 August 2011
Faktor ‘Kenyamanan’ dapat Mengubah ‘Kebiasaan’
Kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia spt kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat; Antr keseluruhan pengetahuan manusia sbg makhluk sosial yg digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yg menjadi pedoman tingkah lakunya (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Kebudayaan akan berkembang seiring dengan berkembangnya zaman. Berkembangnya suatu kebudayaan akan selalu nampak selaras dengan akar budaya yang dimilikinya. Akar-akar budaya akan selalu mengikuti disetiap perkembangan kebudayaan. Jika akar-akar budaya tidak mengikuti perkembangan suatu kebudayaan maka hal tersebut merupakan salah satu indikasi bergesernya suatu kebudayaan, bukan suatu perkembangan kebudayaan.
Salah satu kebudayaan Bangsa Indonesia adalah berbudaya ‘kerakyatan’. Budaya Indonesia seringkali melibatkan orang banyak, sehingga saya katakana sebagai budaya kerakyatan. Budaya kerakyatan ini juga dapat diartikan sebagai penumpuan kepentingan rakyat dari setiap kebudayaan yang berkembang.
Pasar Tradisional adalah salah satu tempat interaksi masyarakat Indonesia dalam membentuk suatu kebudayaan. Dari tahun ke tahun, keberadaan pasar tradisional semakin tergeser oleh ‘minimarket-minimarket’yang menyediakan berbagai macam barang dagangan seperti halnya dipasar. Dilihat dari segi ‘kemajuan’ bangsa, hal tersebut suatu tanda-tanda adanya kemajuan dibidang perekonomian. Namun, jika kita lihat akar-akar dari budaya Indonesia mulai hilang seiring bertambahnya minimarket-minimarket di Indonesia.
Kenyamanan serta kemudahan merupakan salah satu alasan mereka dalam membuat minimarket. Dari adanya alasan tersebut maka masyarakat luas pun merasakan dampak yang baik dari pembuatan minimarket tersebut. Di satu sisi ada kebaikan-kebaikan yang diperoleh dari dibuatnya minimarket, namun disisi lain kita mengabaikan ‘pasar tradisional’ yang sebenanrnya dari salah satu tempat itulah budaya Indonesia terbentuk. Semoga, dikemudian hari para pemimpin kita (serta kita) memperbaiki kenyamanan ‘pasar tradisional’ agar bisa bersaing dengan pasar-pasar modern.
Salah satu kebudayaan Bangsa Indonesia adalah berbudaya ‘kerakyatan’. Budaya Indonesia seringkali melibatkan orang banyak, sehingga saya katakana sebagai budaya kerakyatan. Budaya kerakyatan ini juga dapat diartikan sebagai penumpuan kepentingan rakyat dari setiap kebudayaan yang berkembang.
Pasar Tradisional adalah salah satu tempat interaksi masyarakat Indonesia dalam membentuk suatu kebudayaan. Dari tahun ke tahun, keberadaan pasar tradisional semakin tergeser oleh ‘minimarket-minimarket’yang menyediakan berbagai macam barang dagangan seperti halnya dipasar. Dilihat dari segi ‘kemajuan’ bangsa, hal tersebut suatu tanda-tanda adanya kemajuan dibidang perekonomian. Namun, jika kita lihat akar-akar dari budaya Indonesia mulai hilang seiring bertambahnya minimarket-minimarket di Indonesia.
Kenyamanan serta kemudahan merupakan salah satu alasan mereka dalam membuat minimarket. Dari adanya alasan tersebut maka masyarakat luas pun merasakan dampak yang baik dari pembuatan minimarket tersebut. Di satu sisi ada kebaikan-kebaikan yang diperoleh dari dibuatnya minimarket, namun disisi lain kita mengabaikan ‘pasar tradisional’ yang sebenanrnya dari salah satu tempat itulah budaya Indonesia terbentuk. Semoga, dikemudian hari para pemimpin kita (serta kita) memperbaiki kenyamanan ‘pasar tradisional’ agar bisa bersaing dengan pasar-pasar modern.
Mari Mulai dengan Kebaikan-Kebaikan yang Paling Sederhana
Salah satu anjuran Tuhan kepada manusia adalah berbuat ‘kebajikan’. Sesuai dengan kamus besar bahasa Indonesia, kata ‘kebajikan’ berasal dari kata ‘bajik’ yang mempunyai makna sesuatu yang mendatangkan kebaikan ataupun perbuatan baik. Dalam istilah ‘jawa’ kita mengenal kata ‘becik’. Kata ‘becik’ pun mempunyai arti baik. Dalam bahasa arab dikenal dengan (‘hasanun’, ‘khoir’, ‘thoyyibun’, ‘thoiyyibun’)*. Dalam kamus ‘Oxford’ kata ‘baik’ mempunyai kesetaraan dengan kata-kata seperti good, fine, kind. Dalam kaitannya dengan sifat perbuatan biasanya dipakai kata ‘kind’. kind mempunyai pengertian ‘(somebody or something) showing concern about the happiness and feelings of others in a gentle and friendly’.
Sejenak kita lepaskan diri dari kerumitan ‘estimologi’ dari kata ‘baik’. Baik adalah salah salah satu kata yang sebenarnya ‘tertumpu’ pada daya guna kita terhadap ‘kebahagiaan’ orang lain, maksudnya adalah predikat ‘baik’ akan menghampiri kita ketika perbuatan kita dapat membahagiakan orang lain. Kata ‘baik’ akan menjadi suatu sarana ‘ketenangan hati’ jika kita mampu memposisikan kata ‘baik’ diantara ‘kemanfaatan’ serta ‘Tuhan’ yang mengatur kebaikan disetiap perbuatan yang kita lakukan. Setiap perbuatan yang mengarah kepada ‘kebajikan’ akan menjurus kepada kebaikan-kebaikan yang diciptakan Tuhan untuk semua makhluk-Nya.
Sejenak kita lepaskan diri dari kerumitan ‘estimologi’ dari kata ‘baik’. Baik adalah salah salah satu kata yang sebenarnya ‘tertumpu’ pada daya guna kita terhadap ‘kebahagiaan’ orang lain, maksudnya adalah predikat ‘baik’ akan menghampiri kita ketika perbuatan kita dapat membahagiakan orang lain. Kata ‘baik’ akan menjadi suatu sarana ‘ketenangan hati’ jika kita mampu memposisikan kata ‘baik’ diantara ‘kemanfaatan’ serta ‘Tuhan’ yang mengatur kebaikan disetiap perbuatan yang kita lakukan. Setiap perbuatan yang mengarah kepada ‘kebajikan’ akan menjurus kepada kebaikan-kebaikan yang diciptakan Tuhan untuk semua makhluk-Nya.
Sunday, 7 August 2011
Pencapaian ‘key’ di dalam menembus jalan ‘penyelesaian’
Kehampaan hidup di dunia akan terasa seiring dengan munculnya perasaan ‘tak berguna’nya dirikita didalam setiap masalah. Disetiap masalah kita dituntut untuk selalu mensiasati dan berfikir untuk mencari ‘key’ atau tanda-tanda Tuhan di dalam mengarahkan kita ke jalan ‘penyelesaian’. Pemberian ‘key’ oleh Tuhan tidak selalu disampaikan kepada manusia dengan cara-cara yang wajar dan melewati akal kesadaran kita. Proses pencapaian ‘key’ untuk setiap masalah akan selalu berbeda, sesuai dengan kapasitas serta tingkatan kita dihadapan-Nya. Semakin lama dan susah pencapaian setiap ‘key’ berarti semakin tinggi pula kedudukan diri kita.
Proses kehampaan hidup akan cenderung menghilang ketika kita mulai menyadari bahwa kita itu ‘hebat’. Hebat disetiap pencapaian ‘key’ dari suatu masalah. Perasaan tersebut akan muncul ketika pola fikir kita sudah dibalik dari mulanya kepemilikan suatu ‘keterbatasan’ menjadi kepemilikan suatu ‘kehebatan’ dari setiap pencapaian ‘key’, walaupun terkadang jika dekat dengan level kepemilikan suatu ‘kehebatan’, maka dekat pula dengan sifat sombong. Oleh sebab itulah, ucapkan syukur tiap kali Tuhan masih memberi kita nafas, karena kita tak kan pernah tahu akan waktu Tuhan didalam memberikan ‘key’ untuk setiap masalah kita.
Proses kehampaan hidup akan cenderung menghilang ketika kita mulai menyadari bahwa kita itu ‘hebat’. Hebat disetiap pencapaian ‘key’ dari suatu masalah. Perasaan tersebut akan muncul ketika pola fikir kita sudah dibalik dari mulanya kepemilikan suatu ‘keterbatasan’ menjadi kepemilikan suatu ‘kehebatan’ dari setiap pencapaian ‘key’, walaupun terkadang jika dekat dengan level kepemilikan suatu ‘kehebatan’, maka dekat pula dengan sifat sombong. Oleh sebab itulah, ucapkan syukur tiap kali Tuhan masih memberi kita nafas, karena kita tak kan pernah tahu akan waktu Tuhan didalam memberikan ‘key’ untuk setiap masalah kita.
Sunday, 31 July 2011
‘Peduli tidak berarti harus memberi’
‘Peduli tidak berarti harus memberi’, frasa tersebut sering kali kita lihat dan baca ketika kita berhenti di beberapa lampu merah di Indonesia. Frasa tersebut sebenarnya mempunyai makna cukup luas, diantaranya adalah mengajari kita untuk bertindak peduli dengan cara yang lebih sederhana.
Belajar peduli dapat kita lakukan mulai dari yang paling sederhana, misalnya mengembalikan posisi kursi ketika kita selesai makan. Dengan kita mengembalikan posisi kursi pada keadaan semula, berarti kita sudah belajar untuk meperdulikan orang lain yang selanjutnya akan duduk ditempat tersebut, begitu juga dengan perilaku-perilaku yang lain. Penambahan nilai kepedulian dalam setiap perilaku kita akan meningkatkan pola fikir kita didalam hidup bermasyarakat, maka mari sama-sama untuk belajar peduli dari hal-hal yang paling sederhana kita lakukan.
Belajar peduli dapat kita lakukan mulai dari yang paling sederhana, misalnya mengembalikan posisi kursi ketika kita selesai makan. Dengan kita mengembalikan posisi kursi pada keadaan semula, berarti kita sudah belajar untuk meperdulikan orang lain yang selanjutnya akan duduk ditempat tersebut, begitu juga dengan perilaku-perilaku yang lain. Penambahan nilai kepedulian dalam setiap perilaku kita akan meningkatkan pola fikir kita didalam hidup bermasyarakat, maka mari sama-sama untuk belajar peduli dari hal-hal yang paling sederhana kita lakukan.
Berbudaya dengan frasa ‘mohon maaf lahir dan batin’
Frasa “mohon maaf lahir dan batin” santer terdengar apabila datang bulan suci Ramadhan. Setiap orang berlomba-lomba untuk mengucapkannya. Media penyampaian frasa tersebut sangatlah banyak dari mulai diucapkan secara langsung (bahasa gaul: cot to cot) hingga HP supercanggih, dari mulai telepon hingga telepati semuanya berusaha menjadi yang lebih awal untuk mengucapkan “mohon maaf lahir dan batin”.
Budaya Indonesia telah mengajarkan kesederhanaan makna maaf dari frasa tersebut. Jikalau kita cermati perilaku kita, frasa tersebut kuranglah cocok disematkan pada setiap Individu karena padahakikatnya semua perbuatan kita selalu dikontrol oleh “hati” kita terlebih dahulu sebelum kita lakukan menjadi sebuh perbuatan yang dilakukan oleh raga kita. Sehingga apabila kita melakukan sebuah kesalahan pasti dimulai dari hati kita, walaupun memang terkadang identifikasi untuk setiap perbuatan kita yang salah masih seringkali tidak kita rasakan (bahasa jawanya: Ujug-ujug kedaden). Jika kita menganut pengertian itu maka frasa “mohon maaf lahir dan batin” seharusnya “mohon maaf batin dan lahir”.
Namun, karena Bangsa Indonesia merupakan Bangsa yang rendah hati, maka pemaknaan permintaan maaf selalu diawali dengan lahirian dahulu baru kemudian batiniah. Kemampuan seseorang untuk melihat kesalahan secara lahiriah lebih mudah daripada batiniah. Dengan mudahnya intepretasi setiap kesalahan lahir diharapkan sebagai awal pembuka pintu maaf secara batiniah sehingga akan menciptakan suatu keharmonisan dalam bersilaturakhmi diantara sesame. Budaya “mohon maaf lahir dan batin” di ekspresikan oleh masyarakat Indonesia dengan acara “padusan”. Tradisi padusan ini akan selalu dilakukan secara turun temurun oleh sebagian masyarakat Indonesia. Tradisi padusan merupakan salahsatu simbol masyarakat Indonesia jaman dahulu untuk mengartikan “pembersihan secara lahir” (identik dengan ‘mohon maaf secara lahiriah’) sebelum memasuki pembersihan secara ‘batiniah’ yaitu puasa Ramadhan.
Maka tepatlah jika budaya Indonesia melahirkan “mohon maaf lahir dan batin” yang baik dan membaikan.
Budaya Indonesia telah mengajarkan kesederhanaan makna maaf dari frasa tersebut. Jikalau kita cermati perilaku kita, frasa tersebut kuranglah cocok disematkan pada setiap Individu karena padahakikatnya semua perbuatan kita selalu dikontrol oleh “hati” kita terlebih dahulu sebelum kita lakukan menjadi sebuh perbuatan yang dilakukan oleh raga kita. Sehingga apabila kita melakukan sebuah kesalahan pasti dimulai dari hati kita, walaupun memang terkadang identifikasi untuk setiap perbuatan kita yang salah masih seringkali tidak kita rasakan (bahasa jawanya: Ujug-ujug kedaden). Jika kita menganut pengertian itu maka frasa “mohon maaf lahir dan batin” seharusnya “mohon maaf batin dan lahir”.
Namun, karena Bangsa Indonesia merupakan Bangsa yang rendah hati, maka pemaknaan permintaan maaf selalu diawali dengan lahirian dahulu baru kemudian batiniah. Kemampuan seseorang untuk melihat kesalahan secara lahiriah lebih mudah daripada batiniah. Dengan mudahnya intepretasi setiap kesalahan lahir diharapkan sebagai awal pembuka pintu maaf secara batiniah sehingga akan menciptakan suatu keharmonisan dalam bersilaturakhmi diantara sesame. Budaya “mohon maaf lahir dan batin” di ekspresikan oleh masyarakat Indonesia dengan acara “padusan”. Tradisi padusan ini akan selalu dilakukan secara turun temurun oleh sebagian masyarakat Indonesia. Tradisi padusan merupakan salahsatu simbol masyarakat Indonesia jaman dahulu untuk mengartikan “pembersihan secara lahir” (identik dengan ‘mohon maaf secara lahiriah’) sebelum memasuki pembersihan secara ‘batiniah’ yaitu puasa Ramadhan.
Maka tepatlah jika budaya Indonesia melahirkan “mohon maaf lahir dan batin” yang baik dan membaikan.
Tuesday, 26 July 2011
“Belajar Kehidupan dari Pak Dodo, Paijo dan Samijo”
Sembari menunggu berbuka puasa, sebagai seorang mahasiswa yang baik saya selalu membaca buku, baik buku pelajaran maupun buku yang lain disetiap waktu luangku, walaupun memang kebanyakan dari buku yang ku baca adalah buku cerita. Terdengar bunyi gaduh dari sebuah cakruk ( istilah pos ronda, dalam bahasa Jawa) disebelah kost. Dengan penuh curiga akhirnya aku langsung menutup buku dan langsung menuju pintu untuk mendekat ke cakruk sebelah rumah. Selidik punya selidik ternyata ada pak Dodo, pak Paijo dan Pak Samijo. Ketiganya sedang asyik meributkan satu bendel uang yang berada ditangan pak Dodo.
Sebelum melanjutkan cerita, sebelumnya saya terangkan dulu siapa pak Dodo, pak Paijo dan pak Samijo. Jadi Ketiga bapak-bapak itu sebenarnya adalah bapak-bapak terpenting didalam kehidupan komplek perumahan yang saya huni. Semua warga komplek seringkali menggunakan jasa mereka-mereka. Pak Dodo adalah seorang Penarik Becak, setiap hari beliau yang mengantar anak-anak komplek untuk berangkat ke TK. Pak Paijo adalah seorang Penarik Ojek, setiap hari beliau tak kan pernah malas jika dimintai tolong Ibu Kost saya, untuk mengantarkan Painem (Pembantu di kost Saya) untuk pergi ke pasar. Sedangkan Pak Samijo adalah salah satu bapak yang digemari tante-tante komplek, dari tante-tante yang punya muka pas-pas an hingga yang paling cantik. Tak bosan bagi pak Samijo untuk selalu mengangkat telfonnya untuk melayani tante-tante itu setiap hari, karena Setiap kali mereka ingin ke mall pasti nelpon pak Samijo. Itu lah salah satu bagian terunik dari komplek perumahan tempat aku tinggal di Jogjakarta. Sudah hampir empat tahun saya tinggal bersama mereka.
Kembali ke permasalahan semula, pada awal saya keluar dari pintu kost, saya masih bingung akan keributan yang terjadi di cakruk. Tanpa ragu saya pun langsung memotong omongan bapak-bapak itu,
“Ada apa to Pak?, rame bener, sampe-sampe dari dalem kost aja kedengaran?” tanya saya.
“Ini loh mas Alphan, Pak Dodo itu nemuin satu bendel uang, gak tau berapa nilainya”, jawab Pak paijo.
“Loh, memang bagaimana sih Pak, ceritanya?”, tanya saya kepada semuanya.
Tanpa diberi komando, dengan penuh semangat Pak Dodo sebagai penemu bendelan uang lalu menjelaskan kepada saya.
“Jadi begini mas Alphan ceritanya, tadikan kami bertiga dari masjid, terus dengan tujuan yang sama yaitu cakruk, kita pulang dengan kendaraan masing-masing. Terus tiba-tiba disaat saya mengayunkan kaki, eh tau-tau saya melihat bungkusan dipinggir jalan. Saya pun berhenti mas alphan, dan akhirnya tak ambil. Sesampainya di cakruk kita buka rame-rame, eh…taunya uang satu bendel. Niatnya sih mau tak umumin di masjid, tapi mereka berdua mengusulkan untuk dibagi-bagi saja.”
“Toh, uang ini juga bukan hasil kita mencuri.” Saut Pak Samijo.
“Lagian, kita juga sama-sama butuh”, sambung Pak Paijo.
“Ow, beitu to masalahnya…ya sudah terserah Bapak-Bapak aja deh, toh itu juga yang nemuin pak Dodo. Permisi dulu Pak sudah masuk solat Magrib.
Dari peristiwa di atas pasti Anda merasa bosan untuk membacanya, karena ada beberapa sebagian orang menganggap cerita itu adalah cerita yang hampa tanpa makna. Namun jika kita cermati dengan lebih dalam lagi dari profesi Pak Dodo, Pak Paijo dan Pak Samijo maka kita akan menemukan makna hidup dari sepenggal kisah ketiga bapak tersebut.
Dari kisah di atas, pantas Pak Dodo mendapatkan sesuatu hal yang lebih dari pada yang lainnya, karena jika kita mengandaikan kecepatan kendaraan dari setiap profesi yang mereka jalani, pak dodolah yang menikmati perjalan didalam melaju kendaraannya menuju cakruk. Kemungkinan pak dodo untuk melihat kejadian-kejadian sekitar lebih tinggi dibandingkan kedua bapak yang lain. Pak dodo dapat bercerita lebih banyak daripada yang lain di saat setelah sampai di cakruk.
Bayangkan saja, jikalau titik awal “masjid” disetarakan sebagai “KELAHIRAN” kita didunia, sedangkan cakruk adalah tujuan akhir hidup kita yaitu “AKHIRAT”, maka proses perjalanan adalah dari dua titik tersebut yang paling menentukan “apakah kita menjadi orang yang bermanfaat ataukah tidak?”, semakin lambat kita menyelami peristiwa-peristiwa Tuhan, semakin detail pula kita memahami ilmu Tuhan, semakin cepat kita menyelami peristiwa-peristiwa Tuhan semakin cepat pula kita merasakan kehampaan di dalam hidup.
Sebelum melanjutkan cerita, sebelumnya saya terangkan dulu siapa pak Dodo, pak Paijo dan pak Samijo. Jadi Ketiga bapak-bapak itu sebenarnya adalah bapak-bapak terpenting didalam kehidupan komplek perumahan yang saya huni. Semua warga komplek seringkali menggunakan jasa mereka-mereka. Pak Dodo adalah seorang Penarik Becak, setiap hari beliau yang mengantar anak-anak komplek untuk berangkat ke TK. Pak Paijo adalah seorang Penarik Ojek, setiap hari beliau tak kan pernah malas jika dimintai tolong Ibu Kost saya, untuk mengantarkan Painem (Pembantu di kost Saya) untuk pergi ke pasar. Sedangkan Pak Samijo adalah salah satu bapak yang digemari tante-tante komplek, dari tante-tante yang punya muka pas-pas an hingga yang paling cantik. Tak bosan bagi pak Samijo untuk selalu mengangkat telfonnya untuk melayani tante-tante itu setiap hari, karena Setiap kali mereka ingin ke mall pasti nelpon pak Samijo. Itu lah salah satu bagian terunik dari komplek perumahan tempat aku tinggal di Jogjakarta. Sudah hampir empat tahun saya tinggal bersama mereka.
Kembali ke permasalahan semula, pada awal saya keluar dari pintu kost, saya masih bingung akan keributan yang terjadi di cakruk. Tanpa ragu saya pun langsung memotong omongan bapak-bapak itu,
“Ada apa to Pak?, rame bener, sampe-sampe dari dalem kost aja kedengaran?” tanya saya.
“Ini loh mas Alphan, Pak Dodo itu nemuin satu bendel uang, gak tau berapa nilainya”, jawab Pak paijo.
“Loh, memang bagaimana sih Pak, ceritanya?”, tanya saya kepada semuanya.
Tanpa diberi komando, dengan penuh semangat Pak Dodo sebagai penemu bendelan uang lalu menjelaskan kepada saya.
“Jadi begini mas Alphan ceritanya, tadikan kami bertiga dari masjid, terus dengan tujuan yang sama yaitu cakruk, kita pulang dengan kendaraan masing-masing. Terus tiba-tiba disaat saya mengayunkan kaki, eh tau-tau saya melihat bungkusan dipinggir jalan. Saya pun berhenti mas alphan, dan akhirnya tak ambil. Sesampainya di cakruk kita buka rame-rame, eh…taunya uang satu bendel. Niatnya sih mau tak umumin di masjid, tapi mereka berdua mengusulkan untuk dibagi-bagi saja.”
“Toh, uang ini juga bukan hasil kita mencuri.” Saut Pak Samijo.
“Lagian, kita juga sama-sama butuh”, sambung Pak Paijo.
“Ow, beitu to masalahnya…ya sudah terserah Bapak-Bapak aja deh, toh itu juga yang nemuin pak Dodo. Permisi dulu Pak sudah masuk solat Magrib.
Dari peristiwa di atas pasti Anda merasa bosan untuk membacanya, karena ada beberapa sebagian orang menganggap cerita itu adalah cerita yang hampa tanpa makna. Namun jika kita cermati dengan lebih dalam lagi dari profesi Pak Dodo, Pak Paijo dan Pak Samijo maka kita akan menemukan makna hidup dari sepenggal kisah ketiga bapak tersebut.
Dari kisah di atas, pantas Pak Dodo mendapatkan sesuatu hal yang lebih dari pada yang lainnya, karena jika kita mengandaikan kecepatan kendaraan dari setiap profesi yang mereka jalani, pak dodolah yang menikmati perjalan didalam melaju kendaraannya menuju cakruk. Kemungkinan pak dodo untuk melihat kejadian-kejadian sekitar lebih tinggi dibandingkan kedua bapak yang lain. Pak dodo dapat bercerita lebih banyak daripada yang lain di saat setelah sampai di cakruk.
Bayangkan saja, jikalau titik awal “masjid” disetarakan sebagai “KELAHIRAN” kita didunia, sedangkan cakruk adalah tujuan akhir hidup kita yaitu “AKHIRAT”, maka proses perjalanan adalah dari dua titik tersebut yang paling menentukan “apakah kita menjadi orang yang bermanfaat ataukah tidak?”, semakin lambat kita menyelami peristiwa-peristiwa Tuhan, semakin detail pula kita memahami ilmu Tuhan, semakin cepat kita menyelami peristiwa-peristiwa Tuhan semakin cepat pula kita merasakan kehampaan di dalam hidup.
“Kecemasan dapat Bermutasi menjadi Keputus asaan”
Masalah terbesar bagi negara-negara berkembang saat ini adalah krisis, baik itu krisis kepercayaan, krisis finansial, krisis kepemimpinan, krisis percaya diri dan masih banyak krisis-krisis yang lain. Krisis-krisis tersebut sebenarnya berawal dari munculnya rasa “kecemasan”. Munculnya rasa kecemasan akan terus berkembang dan menghantui kita, ketika kita hanya mampu untuk diam termenung dan selalu menghela nafas serta melakukan penyesalan-penyesalan. Sebenarnya, perilaku termenung, penghelaan nafas dalam menghadapi maslah serta melakukan penyesalan buakan suatu perbuatan yang negatif atau salah. Perbuatan-perbuatan itu akan dianggap salah, ketika penetapan momentum dari kejadian tersebut salah. Jika dibayangkan, seperti halnya kita memakai kaos kaki ke tangan kita. Secara kegunaan benar, “kaos kaki adalah salah satu penghangat tubuh kita ketika kita merasa dingin”, namun jika penempatannya tidak tepat secara estetika, maka hal tersebut akan dianggap kurang tepat bahkan ekstrimnya akan dianggap “salah”.
Perilaku “Cemas” akan membawa kita kepada keegoisan akan semua rencana-rencana kebaikan serta meningkatkan rasa ketidak pedulian kita terhadap orang lain. Jika perilaku tersebut terus dibiarkan berkembang ditubuh kita maka perilaku “cemas” itu akan bermutasi menjadi perilaku “putus asa” yang membawa dampat lebih buruk lagi terhadap kepribadian bahkan ada beberapa kasus yang mengatakan “putus asa dapat mengakibatkan kematian”. Hal tersebut merupakan fakta, banyak dari kalangan pengusaha ataupun profesi yang lain terkadang mengakhiri hidupnya lantaran mereka putus asa.
Perilaku-perilaku tersebut sebenanrnya dapat kita hambat pertumbuhannya dengan perilaku “mengasihi serta menyayangi” sesama makhluk Tuhan. Sifat tersebut dapat kita pelihara serta dipupuk setiap hari sehingga perkembangannya selalu baik dan membaikan. Dengan kita belajar mengasihi serta menyayangi sesama makhluk Tuhan setiap hari, maka dalam keseharian kita pun akan merasakan “kasih sayang Tuhan.” Tuhan itu selalu memberikan kebaikan-kebaikan terhadap semua yang diciptakan-Nya. So, mari bersemangat setiap hari dalam mengasihi serta menyayangi sasama makhluk Tuhan.
Perilaku “Cemas” akan membawa kita kepada keegoisan akan semua rencana-rencana kebaikan serta meningkatkan rasa ketidak pedulian kita terhadap orang lain. Jika perilaku tersebut terus dibiarkan berkembang ditubuh kita maka perilaku “cemas” itu akan bermutasi menjadi perilaku “putus asa” yang membawa dampat lebih buruk lagi terhadap kepribadian bahkan ada beberapa kasus yang mengatakan “putus asa dapat mengakibatkan kematian”. Hal tersebut merupakan fakta, banyak dari kalangan pengusaha ataupun profesi yang lain terkadang mengakhiri hidupnya lantaran mereka putus asa.
Perilaku-perilaku tersebut sebenanrnya dapat kita hambat pertumbuhannya dengan perilaku “mengasihi serta menyayangi” sesama makhluk Tuhan. Sifat tersebut dapat kita pelihara serta dipupuk setiap hari sehingga perkembangannya selalu baik dan membaikan. Dengan kita belajar mengasihi serta menyayangi sesama makhluk Tuhan setiap hari, maka dalam keseharian kita pun akan merasakan “kasih sayang Tuhan.” Tuhan itu selalu memberikan kebaikan-kebaikan terhadap semua yang diciptakan-Nya. So, mari bersemangat setiap hari dalam mengasihi serta menyayangi sasama makhluk Tuhan.
Monday, 25 July 2011
“Ketekukan Mengenal Tuhan akan Muncul dan Bertambah Ketika Kita ditekan Masalah-Masalah Tuhan yang Akan Membesarkan Kita”
Sebagaimana manusia pada umunya, kita seringkali tidak peduli akan kejadian-kejadian Tuhan yang sebenarnya mengejutkan hati untuk membesarkan nama-Nya. Kejadian-kejadian itu sebenarnya salah satu cara Tuhan untuk mendekatkan kita kepada-Nya. Salah satu kejadian itu adalah “berkunjung ke Rumah Sakit”. Ketika kita memasuki rumah sakit, suasa yang Nampak didalamnya adalah kesedihan, kenestapaan, kemalangan serta ketenangan hati. Namun terkadang juga kita tetap mendengarkan gelak tanpa tawa, sedih tanpa air mata. Semua itu adalah penggambaran yang buruk dari “berkunjung ke Rumah Sakit”.
Dari kesuraman penggambaran perasaan ketika kita memasuki rumah sakit sebenarnya tersirat keimanan serta kedekatan mereka terhadap Tuhan. Penekanan masalah-masalah mereka, menyebabkan lompatan ketekunan mereka dalam mengenal Tuhan yang sesungguhnya. Mereka akan selalu menginstropeksi diri akan kekurangan-kekurangan yang telah diperbuat mereka selama hidup sehingga Tuhan mengingatkan mereka dengan rasa sakit.
Bagaimana seandainya, jika kita selalu mempelajari ketekunan mereka disetiap waktu kita didalam menelusuri waktu Tuhan?, kemungkinan yang akan terjadi adalah kita akan selalu bersyukur dan akan menjadi manusia yang tunduk sehingga menciptakan manusia yang baik dan membaikan.
Dari kesuraman penggambaran perasaan ketika kita memasuki rumah sakit sebenarnya tersirat keimanan serta kedekatan mereka terhadap Tuhan. Penekanan masalah-masalah mereka, menyebabkan lompatan ketekunan mereka dalam mengenal Tuhan yang sesungguhnya. Mereka akan selalu menginstropeksi diri akan kekurangan-kekurangan yang telah diperbuat mereka selama hidup sehingga Tuhan mengingatkan mereka dengan rasa sakit.
Bagaimana seandainya, jika kita selalu mempelajari ketekunan mereka disetiap waktu kita didalam menelusuri waktu Tuhan?, kemungkinan yang akan terjadi adalah kita akan selalu bersyukur dan akan menjadi manusia yang tunduk sehingga menciptakan manusia yang baik dan membaikan.
Saturday, 23 July 2011
“Kesetiaan Cinta yang hakiki berawal dari sebuah Bayangan”
Sebagian besar manusia selalu mendefinisikan kata setia dengan berbagai macam makna. Rata-rata dari semua definisi kesetiaan akan berujung pahit ketika hidupnya sedang dirundung kepedihan akibat putusnya hubungan cinta. Konsep kesetiaan sebenarnya dapat kita pelajari dari bayangan yang dipendarkan oleh cahaya kepada tubuh kita. Bayangan yang terpendar oleh tubuh kita adalah kesetiaan yang paling hakiki yang tercipta oleh Tuhan. Tuhan tidak pernah memisahkan kita dengan sosok bayangan kita. Kita tidak akan pernah pernah tahu, kapan Tuhan akan memisahkan diantara keduanya. Ketika kita sedang sedih dia selalu datang menemani kita, begitu pula disaat kita senang.
Kehebatan Tuhan dalam menerangkan suatu makna yang kecil sungguhlah luar biasa, karena terkadang kenampakannya kasat oleh mata. Kenampakan suatu bayangan yang berpendar oleh datangnya cahaya merupakan suatu gambaran pelajaran Tuhan akan sebuah “kesetiaan” yang hakiki. Jika kita mau belajar kesederhanaan makna dari kesetian, maka kita akan selalu merasakan nikmatnya karunia Tuhan yang telah memberikan kita makna dari sebuah kesetiaan.
Kehebatan Tuhan dalam menerangkan suatu makna yang kecil sungguhlah luar biasa, karena terkadang kenampakannya kasat oleh mata. Kenampakan suatu bayangan yang berpendar oleh datangnya cahaya merupakan suatu gambaran pelajaran Tuhan akan sebuah “kesetiaan” yang hakiki. Jika kita mau belajar kesederhanaan makna dari kesetian, maka kita akan selalu merasakan nikmatnya karunia Tuhan yang telah memberikan kita makna dari sebuah kesetiaan.
Friday, 24 June 2011
Hanya untuk Sahabatku
Bingung, adalah salah satu kata yang diciptakan Tuhan yang ditempatkan di Indonesia sebagai ekspresi kebingungan orang Indonesia dalam menghadapi suatu masalah. Banyak sekali kebingungan yang muncul ketika manusia dihadapkan suatu masalah yang diberikan oleh Tuhan. Setiap manusia Indonesia tidak menyadari akan kebingungan yang muncul secara tiba-tiba, tapi yang pasti munculnya kebingungan selalu dibarengi dengan ke rasa kecemasan yang mulai muncul ketika masalah tersebut mulai mendekat dan berkembang menjadi masalah-masalah yang lain. Efek terHebat dari rasa bingung adalah “merasa takut akan kemampuan diri untuk menyelesaikan suatu masalah yang tercipta oleh Tuhan kepada kita, padahal sudah dijamin oleh Tuhan bahwa "Masalah Pasti akan Selesai".
Banyak sekali ekspresi yang dilakukan untuk menghilangkan kata “bingung” dari pikiran kita, diantaranya, sebagian orang akan bertanya kepada orang lain ketika bingung, ada juga yang menonton para motivator handal, memperbanyak doa, ibadah dan sebagainya.
Dari satu diantara banyak cara yang dilakukan, penulis sangat tertarik dengan salah satu cara yaitu “merangkai kata-kata semangat dan untaian doa buat semua sahabat yang telah memberikan kehangatan didalam mengarungi sebagian waktu hidupku agar menjadi insan yang terbaik dari setiap ujian-ujian Tuhan yang diamanahkan kepada manusia”. Hanya dari rangkaian Tulisan ini aku bisa merasa tenang akan kehangatan semua sahabatku.
Terimakasih Sahabat
Doa ku kepada Semua Sahabat yang beberapa hari kedepan
akan menghadapi Ujian Tugas Akhir
Banyak sekali ekspresi yang dilakukan untuk menghilangkan kata “bingung” dari pikiran kita, diantaranya, sebagian orang akan bertanya kepada orang lain ketika bingung, ada juga yang menonton para motivator handal, memperbanyak doa, ibadah dan sebagainya.
Dari satu diantara banyak cara yang dilakukan, penulis sangat tertarik dengan salah satu cara yaitu “merangkai kata-kata semangat dan untaian doa buat semua sahabat yang telah memberikan kehangatan didalam mengarungi sebagian waktu hidupku agar menjadi insan yang terbaik dari setiap ujian-ujian Tuhan yang diamanahkan kepada manusia”. Hanya dari rangkaian Tulisan ini aku bisa merasa tenang akan kehangatan semua sahabatku.
Terimakasih Sahabat
Doa ku kepada Semua Sahabat yang beberapa hari kedepan
akan menghadapi Ujian Tugas Akhir
Wednesday, 22 June 2011
“Hidup untuk Mati”
HIDUP itu hanya sekali, Mengapa kita harus menyakiti hati orang lain padahal belum jelas mana yang benar, mana yang salah?, HIDUP itu hanya sekali, Mengapa kita harus marah kepada orang lain ketika orang lain menyakiti kita?, HIDUP itu hanya sekali , Mengapa kita harus saling memukul disaat ada perbedaan diantara kita?, HIDUP itu sekali, Mengapa kita harus tidak saling kenal setelah sempat mencari makna cinta bersama-sama?, HIDUP itu sekali , Mengapa kita harus mengumpat kepada orang lain?, padahal dari orang itu ada berbagai macam pelajaran Tuhan yang dapat kita pelajari. HIDUP itu sekali, Mengapa kita harus putus asa, ketika usaha kita digagalkan oleh Tuhan?, HIDUP itu sekali, Mengapa kita harus mengeluh ketika Tuhan sedang memberikan ujian kepada kita?, HIDUP itu untuk MATI, “Maka benahilah setiap proses dalam menyongsong KEMATIAN, maka niscaya kita akan terSENYUM setiap saat.”
“Kebolehjadian Manusia untuk Menemukan Jodoh Sangat Kecil”
Belajar makna cinta ala dunia sangatlah tidak abadi. Itu tercermin pada pengertian bahwa semua yang ada di dunia tak ada yang bersifat kekal melainkan pasti rusak. Dengan adanya pengertian itu, maka semua arti cinta yang dilandasi dengan ke fanaan dunia pasti berakhir dengan tangis kekecewaan. Bentuk dari tangisan itu bermacam-macam, misalnya saling benci, saling maki, saling tuduh dan masih banyak lagi.
Cinta itu akan indah ketika maknanya sudah dititipkan kepada Tuhan. Tuhanlah yang mempunyai segala cinta. Manusia tak akan merasa sakit hati lagi ketika cintanya sudah dilewatkan dahulu kepada Tuhan dan baru disampaikan kepada sesama. Bagi sebagia manusia hal tersebut tidaklah penting dipirkan, karena selama sudah dianggap cocok, mereka menganggap bahwa pasangannya itu adalah “JODOH yang TEPAT”. Padahal jika kita amati lebih jauh lagi, Jodoh itu sebenarnya suatu ketidak pastian yang diciptaan Tuhan untuk dimengerti oleh manusia. Tuhan telah menjajikan kepada manusia untuk membuatkan pasangan-pasanganya sesuai. Hal Itu menandakan bahwa setiap manusia sudah mempunyai jodohnya. Lalu sekarang coba berfikir, terkadang ada beberapa pasangan yang mengakhiri hubungannya dengan perceraian. Padahal keduanya “SUDAH PERNAH” mengucapkan “INI ADALAH JODOH KU” di awal pernikahan.
Itulah sebabnya saya katakan bahwa “Jodoh itu suatu ketidak pastian yang diciptakan Tuhan untuk dimengerti oleh manusia”, kita hanya dapat membuat cocok setiap perbedaan yang ada untuk kita syukuri, dari pengertian itulah maka manusia akan diberi ketenangan oleh Tuhan akan Jodohnya dan bukti Tuhan akan ketetapan jodoh diantara manusia akan terasa indah, karena kita sudah belajar untuk saling membaikan. Dan yang pasti kita tidak akan pernah untuk sakit hati lagi hidup di dunia ini.
Cinta itu akan indah ketika maknanya sudah dititipkan kepada Tuhan. Tuhanlah yang mempunyai segala cinta. Manusia tak akan merasa sakit hati lagi ketika cintanya sudah dilewatkan dahulu kepada Tuhan dan baru disampaikan kepada sesama. Bagi sebagia manusia hal tersebut tidaklah penting dipirkan, karena selama sudah dianggap cocok, mereka menganggap bahwa pasangannya itu adalah “JODOH yang TEPAT”. Padahal jika kita amati lebih jauh lagi, Jodoh itu sebenarnya suatu ketidak pastian yang diciptaan Tuhan untuk dimengerti oleh manusia. Tuhan telah menjajikan kepada manusia untuk membuatkan pasangan-pasanganya sesuai. Hal Itu menandakan bahwa setiap manusia sudah mempunyai jodohnya. Lalu sekarang coba berfikir, terkadang ada beberapa pasangan yang mengakhiri hubungannya dengan perceraian. Padahal keduanya “SUDAH PERNAH” mengucapkan “INI ADALAH JODOH KU” di awal pernikahan.
Itulah sebabnya saya katakan bahwa “Jodoh itu suatu ketidak pastian yang diciptakan Tuhan untuk dimengerti oleh manusia”, kita hanya dapat membuat cocok setiap perbedaan yang ada untuk kita syukuri, dari pengertian itulah maka manusia akan diberi ketenangan oleh Tuhan akan Jodohnya dan bukti Tuhan akan ketetapan jodoh diantara manusia akan terasa indah, karena kita sudah belajar untuk saling membaikan. Dan yang pasti kita tidak akan pernah untuk sakit hati lagi hidup di dunia ini.
Tuesday, 21 June 2011
“Tuhan Menyelipkan Makna CINTA kedalam Kata SAHABAT”
Sungguh, manusia tak kan bosan ketika mendengarkan kata CINTA, apalagi makna didalamnya. Beberapa orang beranggapan CINTA adalah hal paling pahit yang ditemukan didunia, itu kata-kata dari orang yang patah hati akibat CINTA, tetapi sebaliknya CINTA akan bermakna paling indah ketika hatinya sedang bertaburkan kesenangan yang berlandaskan CINTA. Untuk sebagian manusia, seringkali menganggap manis pahitnya CINTA lewat kejadian-kejadian serta efek yang ditimbulkan akibat interaksi dua insan manusia yang berbeda jenis kelaminnya.
Kepemilikan semua makna CINTA hanyalah punya Tuhan. Setiap manusia di dunia hanya diperbolehkan untuk menelaah setiap kejadian agar mendapatkan suatu pengertian CINTA. Tanpa kita sadari, sebenarnya Tuhan telah menciptakan kita dalam sil-silah akar keturunan yang jelas, yang menimbulkan suatu pengertian serta istilah-istilah dalam hubungannya antar manusia. Secara garis besar hubungan antar manusia dibagi menjadi dua yaitu hubungan keluarga dan hubungan pertemanan. Hubungan antar anak, orang tua kandung dan antar anggota keluarga, diartikan manusia sebagai hubungan keluarga, interaksi antar manusia diartikan sebagai pertemanan.
Hubungan keluarga, merupakan hubungan yang sangat fundamental didalam membentuk sikap kepribadian setiap pelaku di dalamnya. Banyak sekali makna yang terkandung di dalamnya, namun untuk saat ini yang akan saya bahas adalah tingkatan konsentrasi pengertian interaksi antar manusia.
Hubungan pertemanan adalah hubungan paling sederhana dan konteks konsentrasi arti didalamnya sangatlah rendah, karena biasanya pertemanan hanya sekedar kenal nama dan saling menyapa ketika bertemu. Tingkatan yang lebih tinggi dari hubungan pertemanan adalah “PERSAHABATAN”. Sikap perSAHABATan jauh lebih kompleks dan bermakna dibandingkan dengan sikap pertemanan. Sikap perhabatan akan disematkan pada hubungan antar manusia ketika diantara kedua pelakuka sudah menjajagi dan mulai mencoba untuk saling mengingatkan suatu kebaikan yang membaikan. Sikap inilah yang pasti belum ditemukan dari hubungan pertemanan.
Pengingatan akan kebaikan yang membaikan sebenarnya taraf paling tinggi suatu hubungan antar manusia. Pelakunya akan merasa selalu peduli akan keadaan yang sedang dialami. Jika jika ada diantara keduanya yang susah, maka salah satu dari keduanya itu pasti akan membantu agar cepat keluar dari kesusahan. Jika salah satu dari keduanya ada yang senang, maka akan muncul suatu teguran untuk mensyukuri agar tidak kufur nikmat.
Interaksi-interaksi itulah yang sebenarnya makna dari sebuah CINTA yang baik dan membaikan. CINTA itu tidak harus tumbuh dari dua insan yang berbeda jenis kelaminnya, namun CINTA dapat selalu tumbuh dimana kata SAHABAT sudah disematkan ke dalam suatu hubungan. So, mulailah mencona untuk menciptakan SAHABAT sebanyak mungkin agar Anda menikmati CINTA di setiap perjalanan hidup di dunia, and smile until you are going to come heaven.
Monday, 20 June 2011
“Wanita adalah salah satu Esensi terpenting dari Reaktor Kehidupan”
Wanita adalah sesosok makhluk yang tercipta oleh Tuhan dengan keadaan paling lemah tercipta. Terlihat dari tindak-tanduknya yang lemah dan selalu menengahkan segala urusan dikembalikan kepada jernihnya hati. Sebagian besar para ahli pengetahuan, menganggap bahwa penyelesaian masalah yang dihadapi wanita berakar dari solusi hati. Jarang sekali proses penalaran peristiwa disingkrongkan dengan otak. Itulah sebabnya, banyak sekali wanita yang masih bertahan untuk mencintai seorang pria, padahal pria itu sudah pernah selingkuh atau menyakiti hatinya.
Rata-rata manusia mempunyai pola fikir yang sama dengan fakta di atas. Wanita itu sebenanrnya “Bahan Bakar Reaktor Kehidupan” yang paling sempurna didalam pencipta-Nya. Untuk menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk membangkitkan energi listrik diperlukan pengontrolan dalam reaksi Fisi pada inti atom. Pengontrolan itu dimaksudkan agar didalam pencapaian panas yang dikehendaki didalam menggerakan turbin tidak terlalu berlebihan. Jika reaksi fisi tidak terkendali maka panasnya akan melelehkan semua bahan dari reaktor (sering dikenal sebagai peristiwa melting down) sehingga bahan radio aktif akan menyebar ke lingkungan reaktor. Bahan Bakar reaktor nuklir yang sangat terkenal adalah uranium-235.
Sepertihal nya uranium-235, wanita juga mempunyai kemampuan yang dahsyat, jika kita mau berfikir berbeda dari kebanyakan manusia. Kehebatan itu sebenarnya muncul dari sifat kelemahan yang diciptakan oleh Tuhan. Banya peristiwa yang sebanrnya penggambaran kedahsyatan seorang wanita, diantaranya, sebuah negara super power dapat hancur hanya gara-gara wanita, pemimpin akan jatuh harkat martabatnya hanya gara-gara wanita, suami hebat gara-gara dibelakangnya ada seorang wanita yang setia, jarang sekali ditemukan janda tua menikah lagi (ada juga beberapa yang nikah lagi) karena kesetiaannya dan masih banyak lagi.
Dari beberapa contoh tadi, pasti kita sudah bisa membandingkan, perbedaan pengontrolan power dari reaktor kehidupan. Wanita dengan pengontrolan yang sesuai jalur Tuhan, akan mambuat semuanya menjadi takjub akan kehebatan Tuhan yang dititipkan sebagian kecil kepada wanita. Wanita dengan pengontrolan yang buruk, akan menjadikan hal-hal yang buruk pula karena adanya sifat “Radiasi” yang sangat bahaya. So, mulailah belajar untuk penjagaan di dalam “Menyikapi Bahan Bakar Reaktor Kehidupan” agar tepat guna, sehingga menciptakan hal-hal yang baik dan membaikan.
“Menyelami Hidup dari Botol Syampo”
Pernahkah Anda melihat “tempat syampo botol kita terbalik karena tinggal sisa-sisa?”, sudah pasti setiap manusia pernah melihat itu. Pernahkah Anda berfikir bahwa didalam peristiwa itu terkandung ilmu kehidupan yang sangat bermanfaat?.
Botol terbalik dengan isi yang minimum adalah bentuk ekspresi keadaan botol, dimana pemiliknya sedang mengusahakan agar mudahnya si isi itu keluar. Dengan menggunakan teori grafitasi, setiap manusia berfikir bahwa isi dari botol akan menuju ke bagian tutup ketika si botol dibalik. Usaha tersebut terkadang berhail, terkadang tidak. Keberhasilan atau tidaknya tergantung dari tingkat kecairan yang dimiliki oleh jenis syampo yang dipakai. Ada beberapa jenis syampo yang encer, ada juga jenis syampo yang mengental. Dari kedua keadaan itu, mempunyai satu persamaan yaitu “jika keduanya dalam keadan seminimal mungkin isinya maka dibutuhkan penekanan agar si isi itu mau keluar. Sebagian kecil dari pemilik syampo terkadang berusaha untuk mengetok-ketokan ke benda yang lebih keras agar semu isi yang ada di dalamnya semakin mendekati tutup.
Pada saat pemakaian syampo, pemilik syampo akan memberikan gaya semaksimal mungkin agar isinya keluar dengan maksimal. Dari peristiwa itu, kita akan tahu kekuatan daya tekan bahan dari botol syampo, kelenturan bahan botol, serta yang paling penting adalah inisiatif dari pemilik syampo untuk mendapatkan isinya semaksimal mungkin dari isi syampo yang sedikit.
Kejadian itu tak akan bermakna sedikitpun jika kita hanya melihat esensi dari hasil syampo yang kita dapat dari botol tadi. Anda akan memperoleh makna hidup syampo kerika hardware mu yaitu otak sudah dijalankan dengan software kehidupan, yang namanya hati.
Pembalikan kedaan botol akan bermakna ganda ketika diibaratkan sebagai “pembalikan fakta keadaan dari setiap masalah yang sedang dihadapi manusia”. Tujuannya adalah memberikan pengertian kepada kita agar kita merasakan kemampuan yang paling maksimal dari dalam tubuh kita dan ujung-ujungnya adalah kita akan selalu merasa hebat akan diberi karunia dari Tuhan akan kemampuan yang kita miliki.
Sunday, 19 June 2011
“Keberuntungan adalah Reaksi Terbaik dari Tuhan”
Keberuntungan adalah salah satu aspek dimana setiap orang ingin mendapatkannya. Keberuntungan biasanya datang pada saat tak terduga. Sebagian orang berfikir bahwa keberuntungan merupakan suatu penentu dari sebuah kerja keras dan kecerdasan. Hingga saat ini dari beberapa tempat di dunia masih terdengar kata-kata mengenai “faktor keberuntungan” adalah faktor terpenting dalam suatu usaha. Keberuntungan dalam melakukan sesuatu, merupakan sesuatu yang kejadiannya tak diduga-duga oleh pelakunya. Setiap orang tidak akan pernah merasakan akan hadirnya suatu keberuntungan, yang kita rasakan hanyalah takjub dan kaget ketika keberuntungan hadir dihadapan kita secara tiba-tiba.
Kata keberuntungan merupakan salah satu istilah yang pernah ditemukan oleh Manusia. Arti keberuntunga yang hingga kini dimengerti oleh manusia sangatlah sempit dalam mengartikannya. Faktor keberuntungan selalu disangkut pautkan oleh takdir Tuhan yag diberikan oleh Tuhan kepada kita. Semuanya itu, tidaklah salah dalam pengartian sebuah makna dari kata “keberuntungan”. Mungkin jika dikaji lebih dalam dan diberi persentase akan pengertian tersebut, saya kasih nilai 50% dari total pemahaman akan kata “keberuntungan”.
Keberuntungan berasal dari kata “untung” yang berarti ada daya tambah setelah melakukan sesuatu. Penciptaan akan untung tidak akan pernah secara tiba-tiba. Keberhasilan dalam memperoleh makna dari “untung” berawal dari kesungguhan kita di dalam menghadapi semua ujian dari Tuhan. Tuhan itu Maha Cerdas yang tak akan pernah salah dalam setiap penciptaan-Nya. Sehingga Tuhan pasti tahu akan kepantasan manusia didalam memperoleh predikat kata “untung”. Tuhan tidak akan memberikan makna dari “untung”, ketika manusia tidak ingin berusaha untuk menjadikan dirinya tidak pantas untuk berdiri disuatu tempat. Makna “untung” akan menjadi “buntung” ketika hati kita sudah tidak percaya akan teori “aksi-reaksi”.
Teori “aksi-reaksi” akan merasa tidak ada gunanya dalam memandang kata “untung” ketika hati kita merasa reaksi yang ditimbulkan oleh aksi kita belum sesuai. Tingginya reaksi yang ditimbulkan tidak akan terjadi secepat mungkin yang kita harapkan. Perlu kita ingat bahwa, munculnya reaksi maksimal ketika aksinya juga maksimal pula. Salah satu sifat alamiah manusia adalah selalu merasa sudah tepat dan puas dalam melakukan setiap aksi. Rasa kepuasan itu akan muncul sendirinya dari dalam hati. Tuhan mempunyai hak yang paling tinggi dimana tidak untuk mempercayai setiap aksi yang kita lakukan. Tuhan akan selalu memberikan reaksi yang “terbaik”, bukan “tertinggi” suatu reaksi yang Tuhan ciptakan atas aksi tertinggi yang kita lakukan.
Keputusan yang Tuhan lakukan adalah keputusan yang paling baik bagi manusia, karena kuputusan itu akan membawa kepada manusia kepada ilmu “syukur”. Ilmu syukur akan muncul setelah kita mengartikan dari makna “reaksi terbaik” yang diberikan oleh Tuhan. Jika kita sudah merasakan arti dari “reaksi terbaik”, maka kita sudah menjadi orang yang beruntung, karena sebenarnya Tuhan sudah melihat kepantasan dari dalam diri kita untuk menduduki pengertian hidup yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Friday, 17 June 2011
“Belajar Ilmu Kehidupan dari Si Kecil Semut”
Pernahkan kita mencoba untuk mengamati semut berjalan?, tentu kebanyakan orang akan menjawab “bukan suatu hal yang penting, mending ngelakuin pekerjaan yang lain, yang lebih bermanfaat”. Jawaban itulah yang sering keluar dari manusia biasa. Saya fikir, itulah jawaban manusiawi. Sebagian orang menganggap bahwa kegiatan tersebut membuang waktu, namun jika kita jeli sebenarnya dari yang kecil itu dapat membangun motifasi baru setiap hari. Cobalah menikmati pemberian Tuhan dengan kita memikirkan jalan ke dua dari setiap penciptaan-Nya, pasti suatu ketika mendapatkan suatu pengertian baru didalam hidup.
Semut, adalah binatang yang kecil identik dengan gula. Jika kita bandingkan dengan bentuk dan ukuran tubuh manusia semut hanyalah binatang yang sangat kecil bahkan kita sendiri sering tak sengaja menginjaknya karena ukurannya yang terlalu kecil sehingga kita sulit untuk memperhatikannya. Jika kita memperhatikan 1 atau 2 menit semut berjalan di ruangan 4X4 meter, kita akan melihat suatu kehebatan Tuhan dalam menciptakan. Dengan ukurannya yang sangat mini, semut mampu menempuh rungan yang sebesar itu tanpa adanya istirahat yang terlalu panjang. Semut selalu semangat didalam perjalannya dalam mencari makanan yang membuat sahabat-sahabatnya dapat bertahan hidup, termasuk dirinya. Jika kita selalu membanding-bandingkan menang tidak akan pernah usai, apa lagi perbandingannya dengan semut yang kecil.
Penciptaan Tuhan tak kan tercipta sia-sia jika kita mau mencoba untuk membuka hati untuk membuat suatu pengertian tentang ilmu yang baik membaikan. Manusia diciptakan oleh Tuhan dua kaki yang sempurna. Terkadang kita tidak sadar betapa malasnya diri kita. Perjalanan beberapa KM saja terkadang sudah mengeluh, apalagi yang tujuannya memang buat membaikan orang lain, pasti akan berfikir ulang jika sampai harus berjalan jauh. Saya tidak tahu apa alasan manusia untuk mengeluh itu apa, ada yang berpendapat bahwa rasa mengeluh adalah suatu kespresi kehidupan bagi setiap manusia, ada yang bilang bahwa mengeluh adalah suatu efek samping dari pekerjaan yang menumpuk dan masih banyak lagi.
Mengeluh adalah kata-kata yang sebenarnya suatu kegiatan yang sebenarnya digunakan untuk mengekspresikan suatu pekerjaan yang mempunyai nilai yang tinggi yang bisa membaikan jika kita berfikir untuk membuka hati agar supaya mendapat pengertian hidup. Mengeluh berarti suatu tanda Tuhan sedang menguji kita dengan sesuatu hal yang besar, namun terkadang proses mengeluh mengakibatkan manusia untuk hidup bermalas-malasan.
Coba sekarang bayangkan, jika kita mengeluh dan mempunyai semangat seperti si semut keci, niscaya kita akan menjadi orang yang baik dan membaikan, karena dari si semut yang kecil kita dapat belajar pengabdian dirinya dengan tekad menyenangkan orang lain dan tanpa mengeluh. Serta rasa pengeluhan manusia adalah suatu tanda amanah besar sedang diberikan kepada kita oleh Tuhan. So, artinya adalah tetap semangat ketika kita merasa mengeluh, karena mengeluh adalah tanda Tuhan akan meningkatkan derajat kita, ketika sudah mencapai suatu pengertian hidup yang baik membaikan.
Tuesday, 14 June 2011
“Ekspresikan Cinta dan Kasih Sayang dengan Cara Yang Sesederhana Mungkin”
Hingga sekarang, masih banyak orang yang bingung untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang terhadap sesama. Saya tidak tahu apakah pengertian cinta atau kasih sayang untuk saat ini masih selalu dihubungkan dengan “hubungan antara pria dan wanita?”. Pengertian tersebut sangatlah sempit untuk mendeskripsikan suatu makna cinta dan kasih sayang. Tuhan telah menciptakan makna cinta dan kasih sayang begitu luas dan dalam sebenarnya, terkadang manusianya saja yang selalu membatasi hatinya sendiri untuk memperoleh pengertian yang lebih luas.
Tuhan telah menyempurnaan penciptaan bagi setiap manusia untuk dikaruniai hati yang berfungsi sebagai konektor suatu kebaikan jalan Tuhan. Setiap hati manusia akan lebih berarti ketika lingkungan dari hati itu sendiri kita buka seluas-luasnya, karena jika kita mulai mencoba untuk membuka lingkungan yang mengitari hati dengan senyum, maka pengertian-pengertian kebaikan akan lebih mudah masuk untuk membesarkan hati kita.
Jika kita sudah mempersiapkan hati kita untuk menerima pengertian cinta dan kasih sayang yang lebih luas, kita akan menemukan pengertian cinta dan kasih sayang untuk sesama makhluk yang telah diciptakan Tuhan. Cinta dan kasih sayang adalah titipan Tuhan kepada kita untuk kita jaga dan kita rawat setiap hari agar berbuah suatu kebaikan yang membaikan. Cara yang paling sederhana adalah kita selalu mengekspresikanya. Waktu yang paling tepat dalam mengekspresikan cinta dan kasih sayang tidaklah ada, pengekspresian cinta dan kasih sayang seharusnya kita lakukan setiap saat, karena dengan kita melakukannya disetiap saat kita berarti selalu memupuk kebaikan yang nantinya akan memperbesar hati kita untuk memperoleh pengertian yang baik membaikan. Ekspresi paling sederhana adalah “Ucapkan Salam Ketika Bertemu Saudara-Saudara mu”.
Setiap orang terkadang meremehkan ucapan salam diantara sesama. Padahal jika kita telusuri lebih dalam, ucapan salam untuk sesama adalah ungkapan yang baik membaikan. Hal tersebut diindikasi disetiap salam yang diucapkan pasti membawa doa kepada Tuhan untuk saling dijaga dari suatu keburukan. Itulah ekspresi cinta dan kasih sayang yang paling ikhlas diantara sesama manusia. So, mari kuatkan hati untuk menerima pengertian yang lebih luas dan mulailah belajar untuk mengucapkan salam kepada sesama, karena ucapan salam adalah ekspresi cinta kasih sayang manusia yang paling ikhlas.
Tuhan telah menyempurnaan penciptaan bagi setiap manusia untuk dikaruniai hati yang berfungsi sebagai konektor suatu kebaikan jalan Tuhan. Setiap hati manusia akan lebih berarti ketika lingkungan dari hati itu sendiri kita buka seluas-luasnya, karena jika kita mulai mencoba untuk membuka lingkungan yang mengitari hati dengan senyum, maka pengertian-pengertian kebaikan akan lebih mudah masuk untuk membesarkan hati kita.
Jika kita sudah mempersiapkan hati kita untuk menerima pengertian cinta dan kasih sayang yang lebih luas, kita akan menemukan pengertian cinta dan kasih sayang untuk sesama makhluk yang telah diciptakan Tuhan. Cinta dan kasih sayang adalah titipan Tuhan kepada kita untuk kita jaga dan kita rawat setiap hari agar berbuah suatu kebaikan yang membaikan. Cara yang paling sederhana adalah kita selalu mengekspresikanya. Waktu yang paling tepat dalam mengekspresikan cinta dan kasih sayang tidaklah ada, pengekspresian cinta dan kasih sayang seharusnya kita lakukan setiap saat, karena dengan kita melakukannya disetiap saat kita berarti selalu memupuk kebaikan yang nantinya akan memperbesar hati kita untuk memperoleh pengertian yang baik membaikan. Ekspresi paling sederhana adalah “Ucapkan Salam Ketika Bertemu Saudara-Saudara mu”.
Setiap orang terkadang meremehkan ucapan salam diantara sesama. Padahal jika kita telusuri lebih dalam, ucapan salam untuk sesama adalah ungkapan yang baik membaikan. Hal tersebut diindikasi disetiap salam yang diucapkan pasti membawa doa kepada Tuhan untuk saling dijaga dari suatu keburukan. Itulah ekspresi cinta dan kasih sayang yang paling ikhlas diantara sesama manusia. So, mari kuatkan hati untuk menerima pengertian yang lebih luas dan mulailah belajar untuk mengucapkan salam kepada sesama, karena ucapan salam adalah ekspresi cinta kasih sayang manusia yang paling ikhlas.
Saturday, 11 June 2011
“Pejuang Cerdas Peraih Cita”
Pejuang adalah salah satu tokoh di dunia yang kerjanya memperjuangkan apa yang dianggap benar bagi kaumnya. Sebagian kecil dari pejuang terkadang menggunakan otak “gila” nya didalam meraih apa saja yang sedang diperjuangkannya. Mereka mengganggap bahwa apa yang sedang diperjuangkannya itu adalah hal yang paling benar dari apa yang mereka cita-citakan. Jiwa pejuang ini akan muncul ketika secercah cahaya muncul dari timur dunia yang mebisikan akan adanya harapan baru. Harapan baru itu adalah cita-cita.
Cita-cita adalah salah satu faktor dimana para pejuang akan memperjuangkan nya mati-matian. Pejuang yang gila selalu menemukan jalannya dimana ia sedang menghadapi penghalang yang dibuat oleh Tuhan. Namun, perlu diingat bahwa pejuang yang dianggap baik oleh Tuhan adalah pejuang yang selalu memperjuangkan cita-cita di jalan Tuhan. Tak akan ada jalan Tuhan yang mulus, karena kita tahu bahwa diujung jalan itu ada taman yang mengalir didalamnya air serta segala minuman, buah-buahan dan yang lainnya yang semuanya itu diciptakan oleh Tuhan bagi makhluknya yang telah ditempa oleh semua masalah Tuhan. Masalah yang diberikan oleh Tuhan sudah dijamin solusinya oleh Tuhan. Itu artinya bahwa kita tidak boleh putus asa didalam menyelami semua masalah yang dating kepada kita, dan jangan sekali-kali kita mundur untuk menunda penyelesain dari masalah yang kita hadapi. Ingat bahwa, Tuhan itu tidak akan menguji suatu kaum diatas kemampuan kaum tersebut untuk mengatasinya, so itu berarti bahwa masalah yang dibuat Tuhan yang disajikan ke kita pasti bisa diselesaikan dengan cara-cara Tuhan.
Cita-cita perlu dipupuk dan ditingkatkan derajatnya sesuai kedudukan kita. Kita tidak mungkin bercita-cita sebagai pilot padahal kita sebagai siswa lulusan IPS. Memang terkadang sebagian pembelajar masih menganggap bahwa “Kalau Tuhan sudah berkehendak, pastilah jadi”. Tapi perlu diingat bahwa Tuhan itu Maha Cerdas, tidak mungkin memberikan sesuatu kepada setiap pembelajar tanpa ada maksudnya. Cita-cita yang selalu di upgrade komposisinya akan lebih berharga dari pada kita mencita-cita kan sesuatu hal yang memang jauh dari jangkauan kita.
Pembelajar yang paling cerdas di dalam membuat cita-cita adalah pembelajar yang selau mempersiapkan kematian disetiap langkahnya (Guru Besar School of Art, tahun gajah). Hal tersebut akan kita fahami ketika kita berfikir bahwa sesuatu hal yang terdekat dengan kita adalah kematian. Dari pengertian tersebut kita pasti akan selalu menilai apakah perbuatan kita baik ataukah tidak. Efek yang muncul dari hal tersebut adalah kita selalu berbuat kebaikan disetiap waktu, So mari kita menjadi pejuang cerdas yang meraih cita-cita.
Cita-cita adalah salah satu faktor dimana para pejuang akan memperjuangkan nya mati-matian. Pejuang yang gila selalu menemukan jalannya dimana ia sedang menghadapi penghalang yang dibuat oleh Tuhan. Namun, perlu diingat bahwa pejuang yang dianggap baik oleh Tuhan adalah pejuang yang selalu memperjuangkan cita-cita di jalan Tuhan. Tak akan ada jalan Tuhan yang mulus, karena kita tahu bahwa diujung jalan itu ada taman yang mengalir didalamnya air serta segala minuman, buah-buahan dan yang lainnya yang semuanya itu diciptakan oleh Tuhan bagi makhluknya yang telah ditempa oleh semua masalah Tuhan. Masalah yang diberikan oleh Tuhan sudah dijamin solusinya oleh Tuhan. Itu artinya bahwa kita tidak boleh putus asa didalam menyelami semua masalah yang dating kepada kita, dan jangan sekali-kali kita mundur untuk menunda penyelesain dari masalah yang kita hadapi. Ingat bahwa, Tuhan itu tidak akan menguji suatu kaum diatas kemampuan kaum tersebut untuk mengatasinya, so itu berarti bahwa masalah yang dibuat Tuhan yang disajikan ke kita pasti bisa diselesaikan dengan cara-cara Tuhan.
Cita-cita perlu dipupuk dan ditingkatkan derajatnya sesuai kedudukan kita. Kita tidak mungkin bercita-cita sebagai pilot padahal kita sebagai siswa lulusan IPS. Memang terkadang sebagian pembelajar masih menganggap bahwa “Kalau Tuhan sudah berkehendak, pastilah jadi”. Tapi perlu diingat bahwa Tuhan itu Maha Cerdas, tidak mungkin memberikan sesuatu kepada setiap pembelajar tanpa ada maksudnya. Cita-cita yang selalu di upgrade komposisinya akan lebih berharga dari pada kita mencita-cita kan sesuatu hal yang memang jauh dari jangkauan kita.
Pembelajar yang paling cerdas di dalam membuat cita-cita adalah pembelajar yang selau mempersiapkan kematian disetiap langkahnya (Guru Besar School of Art, tahun gajah). Hal tersebut akan kita fahami ketika kita berfikir bahwa sesuatu hal yang terdekat dengan kita adalah kematian. Dari pengertian tersebut kita pasti akan selalu menilai apakah perbuatan kita baik ataukah tidak. Efek yang muncul dari hal tersebut adalah kita selalu berbuat kebaikan disetiap waktu, So mari kita menjadi pejuang cerdas yang meraih cita-cita.
“Antara Politisi, Pebisnis dan Akademisi”
Tiga contoh bentuk pekerjaan yang ada di dunia adalah politisi, pebisnis dan akademisi. Banyak sekali sebenarnya bentuk pekerjaan di Dunia, hanya saja saya lebih tertarik untuk membahas keterkaitannya perkerjaan yang lain dengan satu pandangan yaitu “akademisi yang tercipta dari School of Art”. Semakin bertambah umur Dunia, semakin bertambah pula pengertian setiap kata, misalnya saja politisi, pebisnis dan akademisi.
Kata Politisi acap kali dihubungkan dengan sesuatu pemerintahan, bahkan terkadang menganggap bahwa politisi adalah sarana untuk mencapai kekuasaan tertinggi. Menurut buku yang ditulis oleh guru besar di School of Art, politisi adalah seseorang yang mempelajari ilmu interaksi manusia yang berkeinginan untuk mewujudkan suatu pemerintahan yang baik serta membaikan. Politisi yang ideal adalah selalu didasarkan dengan kelakukan yang baik dan membaikan.
Kelakukan yang baik dan membaikan adalah salah satu ilmu yang bersifat meningkatkan manusia ke tingkat yang lebih tinggi dari yang sebelumnya. Sehingga apabila ilmu tersebut diterapkan dalam membangun suatu konstitusi pasti menghasilkan sesuatu yang baik pula. Sebuah konstitusi janganlah dipandang suatu negara yang besar. Konstitusi juga dapat diartikan sebuah keluarga sakinah, mawadah, warokhmah. Keluarga adalah pondasi yang mendasari berdirinya sebuah negara. Jika semua unsur pondasi tersebut baik yaitu dalam mendidik generasi penerusnya, pasti negaranya akan menjadi negara yang baik dan membaikan. Lalu pertanyaanya adalah bagaimana mencetak pondasi yang benar?, jawaban itulah yang harus di fikirkan dan dihayati oleh pembelajar School of Art.
Pebisnis adalah salahsatu bidang yang saat ini sedang diminati oleh anak muda di dunia khususnya Indonesia. Mereka beranggapan bahwa, pebisnis kerjanya tak perlu diatur. Acap kali terdengar slogan “Mendingan jadi kepala ayam, dari pada ekor Gajah”, “jadi pebisnis tak perlu sekolah tinggi yang penting ada modal dan keberanian untuk mencoba”. Semuanya itu memang benar, tapi kalau kita ulas lagi kata-kata itu lebih dalam, maka akan tercipta sebuah pemikiran, “Orang yang seperti apa, yang bisa mengucapkan slogan seperti itu?”. Pertanya itu perlu diulas lebih dalam oleh pembelajar, karena dengan kita tahu jawaban itu, maka kita akan tahu pula kedudukan mana yang pantas bagi kita dalam menyelami hidup di dunia ini. Harapannya adalah agar tidak salah dalam menafsirkan pemberian Tuhan, dan ujung-ujungnya tidak bersyukur dan mengeluh.
Akademisi, merupakan salah satu kata yang saat ini sangat sering terdengar di telinga masayarakat Indonesia. Biasanya bagi kaum-kaum masyarakat biasa seperti saya, kata akademisi hanya cocok bagi orang yang bergelut dibidang pendidikan dan beranggapan sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Akademisi dapat diartikan secara luas sebagai pembelajar ilmu Tuhan, so itu artinya bahwa pembelajar yang selalu menaati peraturan Tuhan. Akademisi seperti ini lah yang kelak derajatnya diangkat lebih tinggi dari yang lain. Akademisi semacam ini selalu mempertimbangkan baik atau tidaknya dahulu kemudian baru berfikir seberapa gunanya kita terhadap makhluk Tuhan lainnya. Anda tidak perlu khawatir tentang makan, minum harta atau sebagainya, karena akademisi seperti itu telah dijanjikan oleh Tuhan untuk dipelihara. Bukankah kita sering mendengar pemeliharaan Tuhan akan semua makhluk-makhluknya? Misalnya cicak yang makananya nyamuk setiap hari populasinya bertambah, padahal kita tahu bahwa cicak tak bisa terbang.
Setiap akademisi telah disempurnakan oleh Tuhan dengan diberi hardware dan software paling canggih yaitu otak dan hati nurani. Hati nurani adalah pengontrol kualitas dari perbuatan yang akan kita lakukan,apakah baik ataukah tidak. Tanpa kita sadari hati nurani kita selalu menunjuk kea rah kebaikan yang membaikan, itu terbukti pada saat kita akan berbuat jahat, hati kita selalu berdebar-debar atau cemas. Oleh sebab itulah maka Anda sebenarnya sudah mengetahui akan kesempurnaan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.
Semua jenis pekerjaan yang dilandasi oleh sifat yang dibentuk oleh jiwa akademisi tersebut, pasti akan dinaikan derajatnya lebih tinggi dari pada yang lain, so Marilah kita berjuang untuk menjadi akademi-akademisi yang berperilaku baik dan membaikan.
Kata Politisi acap kali dihubungkan dengan sesuatu pemerintahan, bahkan terkadang menganggap bahwa politisi adalah sarana untuk mencapai kekuasaan tertinggi. Menurut buku yang ditulis oleh guru besar di School of Art, politisi adalah seseorang yang mempelajari ilmu interaksi manusia yang berkeinginan untuk mewujudkan suatu pemerintahan yang baik serta membaikan. Politisi yang ideal adalah selalu didasarkan dengan kelakukan yang baik dan membaikan.
Kelakukan yang baik dan membaikan adalah salah satu ilmu yang bersifat meningkatkan manusia ke tingkat yang lebih tinggi dari yang sebelumnya. Sehingga apabila ilmu tersebut diterapkan dalam membangun suatu konstitusi pasti menghasilkan sesuatu yang baik pula. Sebuah konstitusi janganlah dipandang suatu negara yang besar. Konstitusi juga dapat diartikan sebuah keluarga sakinah, mawadah, warokhmah. Keluarga adalah pondasi yang mendasari berdirinya sebuah negara. Jika semua unsur pondasi tersebut baik yaitu dalam mendidik generasi penerusnya, pasti negaranya akan menjadi negara yang baik dan membaikan. Lalu pertanyaanya adalah bagaimana mencetak pondasi yang benar?, jawaban itulah yang harus di fikirkan dan dihayati oleh pembelajar School of Art.
Pebisnis adalah salahsatu bidang yang saat ini sedang diminati oleh anak muda di dunia khususnya Indonesia. Mereka beranggapan bahwa, pebisnis kerjanya tak perlu diatur. Acap kali terdengar slogan “Mendingan jadi kepala ayam, dari pada ekor Gajah”, “jadi pebisnis tak perlu sekolah tinggi yang penting ada modal dan keberanian untuk mencoba”. Semuanya itu memang benar, tapi kalau kita ulas lagi kata-kata itu lebih dalam, maka akan tercipta sebuah pemikiran, “Orang yang seperti apa, yang bisa mengucapkan slogan seperti itu?”. Pertanya itu perlu diulas lebih dalam oleh pembelajar, karena dengan kita tahu jawaban itu, maka kita akan tahu pula kedudukan mana yang pantas bagi kita dalam menyelami hidup di dunia ini. Harapannya adalah agar tidak salah dalam menafsirkan pemberian Tuhan, dan ujung-ujungnya tidak bersyukur dan mengeluh.
Akademisi, merupakan salah satu kata yang saat ini sangat sering terdengar di telinga masayarakat Indonesia. Biasanya bagi kaum-kaum masyarakat biasa seperti saya, kata akademisi hanya cocok bagi orang yang bergelut dibidang pendidikan dan beranggapan sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Akademisi dapat diartikan secara luas sebagai pembelajar ilmu Tuhan, so itu artinya bahwa pembelajar yang selalu menaati peraturan Tuhan. Akademisi seperti ini lah yang kelak derajatnya diangkat lebih tinggi dari yang lain. Akademisi semacam ini selalu mempertimbangkan baik atau tidaknya dahulu kemudian baru berfikir seberapa gunanya kita terhadap makhluk Tuhan lainnya. Anda tidak perlu khawatir tentang makan, minum harta atau sebagainya, karena akademisi seperti itu telah dijanjikan oleh Tuhan untuk dipelihara. Bukankah kita sering mendengar pemeliharaan Tuhan akan semua makhluk-makhluknya? Misalnya cicak yang makananya nyamuk setiap hari populasinya bertambah, padahal kita tahu bahwa cicak tak bisa terbang.
Setiap akademisi telah disempurnakan oleh Tuhan dengan diberi hardware dan software paling canggih yaitu otak dan hati nurani. Hati nurani adalah pengontrol kualitas dari perbuatan yang akan kita lakukan,apakah baik ataukah tidak. Tanpa kita sadari hati nurani kita selalu menunjuk kea rah kebaikan yang membaikan, itu terbukti pada saat kita akan berbuat jahat, hati kita selalu berdebar-debar atau cemas. Oleh sebab itulah maka Anda sebenarnya sudah mengetahui akan kesempurnaan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.
Semua jenis pekerjaan yang dilandasi oleh sifat yang dibentuk oleh jiwa akademisi tersebut, pasti akan dinaikan derajatnya lebih tinggi dari pada yang lain, so Marilah kita berjuang untuk menjadi akademi-akademisi yang berperilaku baik dan membaikan.
Wednesday, 8 June 2011
“Connector Cinta adalah Rasa Kangen”
Cinta salah satu kata yang membawa kita ke dalam kebahagian dan kesedihan bahkan terkadang tak berasa maknanya. Kepopuleran kata cinta selalu didominasi dengan hubungan antara dua makhluk yang berbeda jenis. Sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa sebenarnya ada connector antara kebahagiaan, kesedihan dan cinta. Ketiga kata itu tidak akan ada makna dan rasanya ketika belum diinstal program connector. Connector yang dimaksud adalah “rasa kangen”.
Untuk mempermudah penjelasan cara kerja connector tersebut Anda dihadapkan dalam masalah sebagai berikut, suatu ketika Anda sedang falling in love, rasa cinta bertemu kebahagiaan ketika hati Anda sedang merasakan kangen. Kesedihan akan muncul katika kita kangen untuk diberi keadilan, kasih sayang, perhatian dan sebagainya. Kebahagian dan kesedihan yang diakibatkan oleh cinta sebenarnya tidak ada yang menyakitkan, karena Tuhan menciptakan Cinta untuk digunakan manusia sebagai sarana menikmati pemberian Tuhan, karena semua pemberian Tuhan pasti bersifat baik dan membaikan. So,mulailah mencoba untuk merasakan kangen dalam setiap kebaikan yang membaikan.
Tuesday, 7 June 2011
“Kemudahan Teori Kehidupan”
Teori kehidupan adalah suatu “art” yang dititipkan oleh Tuhan kepada manusia. Teori kehidupan adalah salah satu bentuk art yang sebenarnya paling mudah diungkapkan oleh manusia. Setiap orang sebenarnya mempunyai kemampuan atau daya guna didalam menciptakan suatu teori kehidupan. Banyak sekali teori kehidupan telah diutarakan oleh manusia, misalnya teori dari Newton dengan grafitasinya, teori relativitas dari Einstein dan banyak lagi yang lain. Orang-orang tersebut mengutarakan teori kehidupan dari Tuhan sangat gamblang dan mudah dimengerti bagi setiap pembelajar “School of Art”.
Setiap manusia di dunia, rata-rata takut didalam membuat teori kehidupan. Padahal teori kehidupan adalah teori termudah yang sebenarnya dimiliki oleh setiap manusia. Setiap orang takut untuk membuat suatu teori kehidupan. Semuanya beranggapan bahwa teori kehidupan hanya dapat dicetuskan oleh pembelajar yang mempunyai kemampuan jauh diatas rata-rata manusia. Padahal kalau kita salami hardware yang diamanahkan oleh Tuhan, kita dilengkapi hardware maha dahsyat yaitu brainware. Semua manusia mempunyai brainware yang sama, yang berbeda adalah kecepatan membaca dari setiap persoalan yang diberi Tuhan. Kecepatan pembacaan seringkali diganggu oleh virus yang supercanggih. Virus ini diciptakan Tuhan dengan sebaik mungkin pencitaan, sehingga menurut hand book alam semesta, virus ini pernah mempunyai passing grade hingga mencapai surga, sehingga derajatnya hamper sama dengan manusia. Virus ini diciptakan oleh api. Dari sifat alami api yang dimiliki oleh virus tersebut, maka sifatnya akan selalu menghanguskan apasaja yang dilewatinya. Oleh sebab itulah kinerja dari virus ini sangat mempengaruhi kinerja dari brainware setiap manusia.
Teori kehidupan sangatlah mudah dibentuk oleh setiap manusia. Hanya saja kita selalu takut untuk mencoba didalam merangkai setiap kata-kata yang dibisikan Tuhan kepada kita. Teori kehidupan mempunyai makna yang baik dan membaikan, sehingga kecanggihan suatu teori tidak harus sebagai bumbu yang dimiliki oleh setiap teori kehidupan. Jika sudah tercipta suatu rangkaian kata-kata yang mempunyai nilai baik dan membaikan, itu berarti kita sudah dapat membentuk suatu teori kehidupan. So, mulailah membuat teori kehidupan dalam setiap waktu yang ada.
Monday, 6 June 2011
Hardware and Software from Our God
Pernahkah kita berfikir bahwa Tuhan itu suka membuat perumpamaan sesuatu hal dengan yang paling kecil?. Kata kecil bagi sebagian orang adalah sesuatu yang tidak lebih baik daripada yang besar. Misalkan saja, kita disuruh memilih kue, Anda akan memilih yang kecil atau yang besar?, pasti tidak disadari kita memilih kue yang besar. Contoh yang lain adalah, jika kita dihadapkan pilihan uang yang bernilai kecil atau yang bernilai besar?, pasti secara manusiawi kita memilih yang besar. Begitu juga contoh yang lain. Sesuatu hal yang kecil biasanya susah untuk dirasakan, diraba, ataupun dilihat oleh mata.
Tuhan menciptakan makhluknya dengan bentuk paling sempurna. Untuk menyelesaikan masalah yang kecil pun Tuhan telah menyiapkan hardware and software yang paling sempurna. Tuhan mencitakan hardware untuk semua makhluk yang diciptakannya. Hardware yang tercipta oleh Tuhan adalah hardware paling sempurna yang pernah ada di dunia ini. Pemakaian hardware akan berbeda ketika dilekati software yang nantinya akan membedakan mana makhluk yang hanya dikasihi Tuhan namun belum disayang, atau mana makhluk Tuhan yang dikasih dan disayang.
Kemampuan hardware dan software akan di up grade secara continue oleh Tuhan. Proses kinetik dalam up grading hardware dan software akan selalu berbeda bagi setiap makhluk, sehingga produk keluarannya juga berbeda-beda. Semakin lama dan berat penempaan hardware dan software yang dilakukan oleh Tuhan, maka kualitas dan harga dari keduanya akan meningkat. Hardware dan software diciptakan oleh Tuhan untuk memberikan fasilitas kepada makhluknya untuk berinteraksi didalam kaitanya dengan program “bersyukur”. Hasil keluaran dari program bersyukur adalah keihlasan yang hakiki. Keikhlasan makhluk didalam menjalankan program “syukur” yang paling sempurna adalah berawal dari indikator supermikro.
Indikator supermikro hanya akan dimiliki oleh makhluk Tuhan yang telah mengotimalkan kesingkrongan kinerja dari hardware dan software. Indikator supermikro telah digambarkan oleh Tuhan dalam kitab-Nya dalam bentuk makhluk-makhluk kecil, seperti laba-laba, lebah, begitu juga si kecil semut. Indikator supermikro yang diciptakan Tuhan hanyalah sebagian perumpamaan yang digunakan Tuhan untuk memaksimalkan kinerja dari hardware dan software.
Tuhan selalu menggunakan indicator supermikronya untuk menilai kapasitas dari sebuah hardware dan software. Hal tersebut dikarenakan indicator supermikro yang telah diciptakan Tuhan adalah indicator yang mempunyai kemampuan membaca nilai-nilai keTuhanan yang hakiki, walaupun indikator supermikro ini hanya mempunyai hardware yang dilengkapi dengan software yang dinamakan “naluri”. Software yang dimiliki oleh indicator supermikro dijalankan dengan hokum alam sehingga kemampuannya akan jauh lebih hebat ketika mulai ber”tasbih” atas semua keagungan-Nya.
Manusia adalah salah satu makhluk yang diberi amanah untuk menjaga hardware dan software yang super canggih. Namun sebagian manusia belum bisa menyadari akan kehebatan hardware dan software tersebut. Sebagian manusia menganggap selalu sudah maksimal disetap perilakunya didalam mendayagunakan keduanya, padahal sebenarnya belum disingkrongkan dengan sebaik-baiknya. Hardware dan software yang dimaksud adalah Otak dan Hati Nurani.
“Belajar Makna Hidup dari kata Menunggu”
Setiap orang menganggap bahwa menunggu itu hal yang paling menyebalkan. Tidak tahu apa alasan mereka mengucapkan hal semacam itu, mungkin sikap menunggu dianggap sebagai suatu sikap yang merugikan diri sendiri. Memang sih, terkadang sikap menunggu bikin kita menjadi emosi. Namun, perlu dipikir lagi bahwa, sikap menunggu adalah sala satu sikap yang sebenarnya diciptakan Tuhan untuk melekat disetiap manusia. Sadar ataupun tidak, kita hidup di dunia adalah hidup untuk menunggu, menunggu hasil dari pekerjaan jita, menunggu hak kita setelah kewajiban kita jalankan, sampai-sampai kita menunggu kematian. Kalau kita menyadari hal itu, pasti kita tidak akan menyesal untuk belajar yang namanya “menunggu”.
Ilmu perhitungan matematika mengajari kita untuk mengetahui definisi dari “jarak”. Jarak terbentuk dari dua titik yang dihubungkan dalam satu garis. Diantara dua titik itu adalah jarak. Jika kita ibaratkan suatu garis adalah suatu perjalanan yang ditempuh dari satu titik ketitik lain, kita akan menemukan definisi makna setiap titik yang kita temukan. Setiap titik yang kita temukan mempunyai makna dan bentuk yang berbeda jika kita memandang titik tersebut berbeda dari orang lain yang memandang. Setiap orang akan mempunyai makna yang berbeda dari setiap titik yang mereka lewati. Hal tersebut dikarenakan, kedudukan dari setiap orang dalam hidup pasti berbeda, walaupun hanya satu derajat untuk geser. Itulah mengapa, setiap orang akan mempunyai pengertian untuk setiap titik yang mereka lewati dalam hidup.
Perjalan yang ditempuh dari titik satu ke titik yang lain ditempuh dalam kurun waktu yang mengakibatkan kita untuk menunggu kesampaian titik satu ketitik yang lain. Makna yang berbeda akan muncul ketika kita melakukan suatu gaya yang dilakukan dalam kita menunggu. Pemberian suatu gaya yang berlebih akan membuat titik tersebut keluar dari jalur yang semestinya dilewati. Hal tersebut bukanlah suatu kesalahan, namun suatu konsekuensi dimana kita memilih untuk melakukan hal yang berbeda di dalam mencari suatu kebenaran. Untuk mengatasi hal tersebut Tuhan telah menyiapkan solusinya. Solusi tersebut dibuat Tuhan dalam bentuk variable pengontrol. Variabel pengontrol yang Tuhan ciptakan adalah benda-benda yang diciptakan-Nya yang bermakna disetiap keadaan. Makna dari benda-benda pengontrol itu akan muncul ketika kita mulai menyingkronkan otak yang kita miliki dengan hati nurani. Penyingkrongan antara otak dan hati nurani akan menuntun kita dalam menjalani kegiatan “menunggu” dari perjalanan titik ke titik yang lain dengan selamat, dan mencipkan suatu kata yang bermakna yaitu “garis Tuhan”.
Arti Kesuksesan Adalah Suatu Perbedaan
Kebanyakan orang memandang suatu perbedaan adalah suatu kewajaran yang diciptakan Tuhan untuk menghiasi indahnya dunia. Pada dasarnya perbedaan dibagi menjadi dua yaitu, perbedaan yang tumbuh ke arah yang buruk dan perbedaan yang tumbuh ke arah yang baik membaikan. Perlu dimengerti bahwa didunia ini tidak ada perbedaan yang tumbuh ke arah buruk, yang ada adalah keluar dari kebaikan. Hal tersebut wajar terjadi ketika kita hidup didunia. Peristiwa tersebut menjadi tidak wajar ketika tingkat intensitasnya terlalu berlebih, karena sebenarnya didalam menjalani perbedaan yang tumbuh ke arah buruk Tuhan selalu mengingatkan kita untuk kembali ke track yang semestinya. Hanya terkadang kita tidak menyadari akan tanda-tanda yang Tuhan kasih kepada kita. Kita hanya bisa berdoa dan bersyukur agar Tuhan selalu melimpahkan kenikmatan “hidayah” disetiap saat, karena nikmat hidayah hanya dating langsung dari Tuhan.
Perubahan yang baik membaikan adalah perubahan yang sangat ideal dicita-citakan oleh setiap manusia. Perubahan yang baik tidaklah cukup, karena perubahan baik hanya memandang dari satu sisi yaitu “aku”. Kata perubahan yang disertai sudut pandang “aku” akan hidup sementara. Maknanya akan jauh berbeda ketika dibubuhi kata “membaikan”. Intepretasi makna “aku” didalam kata membaikan akan selalu terbawa, karena setelah kita membubuhkan kata membaikan kata “aku” akan berubah menjadi “kami”. Menurut kamus Bahasa Indonesia, kata “kami” adalah termasuk dari kata “aku”, maka berbuatlah suatu perubahan kearah yang baik membaikan.
Sebagian orang beranggapan bahwa suatu perubahan hidup dianggap sesuatu yang sangat berat dilakukan. Padahal jika kita lihat dari konsepnya kata “berubah” itu sebenarnya merujuk kepada “berbeda”. Sesuatu dikatakan berubah dikala penampilan atau sifatnya mengalami perbedaan sepersekian detik dari yang kita lihat atau rasakan. Dari konsep itu maka kita dapat memahami bahwa perubahan yang kearah baik yang membaikan tidak perlu menggunakan suatu konsep yang terlalu tinggi, namun gunakanlah konsep yang paling sederhana.
Salah satu contoh dari konsep diatas yaitu memandang suatu perbedaan sebagai arti dari kesuksesan. Kesuksesan dipandang sebagian orang sebagai kehebatan-kehebatan yang belum bisa diraih oleh orang lain, namun dirinya sekarang mendapatkannya. Kesuksesan berawal dari perbedaan, walaupun kuantitasnya sangat sedikit (bahkan bernilai “limit mendekati tak hingga”). Coba bayangkan, ketika Anda bersama teman-teman Anda mendatangi sebuah warung untuk makan malam. Semua teman-teman Anda (termasuk Anda) memesan makanan dan minuman yang disukai, ketika semua makanan dan minuman sudah habis Anda tentu langsung berdiri dan menuju kasir untuk membayar makanan yang sudah dimakan. Pertanyaannya adalah dari Anda dan teman-teman Anda, adakah yang mengembalikan kursi ketika badan mulai meninggalkan dari tempat makan untuk munuju ke kasir?. Jika ada salah satu dari kalian melakukan itu,berarti orang itu melakukan kesuksesan dalam mempersiapkan orang lain untuk duduk ditempat yang baru ditinggalkan. So, cukuukan berperilaku yang selalu wah…atau megah…didalam memandang suatu kata kesuksesan.
SCHOOL OF ART
Karya adalah suatu bentuk dari citaan manusia yang bersumber dari kreasi hati dari pembuatnya. Art adalah bentuk dari sebuah karya yang tercipta oleh manusia dalam menyelami sebuah kehidupan di dunia. Sebagian besar orang memandang kata art hanya cocok bagi semua seniman. Dari pengertian yang sempit itu, coba sekarang Anda berfikir ulang tentang kata Art. Kata Art akan berarti lebih luas ketika Anda memandang semua kejadian yang diciptakan oleh Tuhan adalah Art. Bentuk Art yang diciptakan oleh Tuhan selalu melekat pada setiap manusia yang dianggap pantas di dalam mengekspresikannya. Dari pengertian itu, kita akan mulai mencoba memandang bahwa dunia ini hanyalah “School of Art from the God”.
“School of Art” adalah salahsatu tempat belajar paling luas yang pernah ada di dunia yang diciptakan oleh Tuhan. Semua pembelajar boleh memilih mata pelajaran yang dikehendakinya. Tidak ada masalah tentang waktu pelaksanaan dan standar nilai yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar dalam school of art. Tingkat kenaikan kelas telah diatur Tuhan sedemikian hingga, sehingga ujian akan muncul sendirinya ketika Tuhan telah mengganggap kita tidak pantas lagi dalam posisi itu. Perilaku di dalam menghadapi setiap ujian, pembelajar diwajibkan untuk berusaha dan berdoa untuk dikuatkan hatinya didalam menghadapi setiap ujian yang diberikan. Jika pembelajar pintar didalam mensiasati setiap soal yang diberikan, ilmu yang diperoleh oleh pembelajar akan meningkatkan derajat pembelajar satu derajat lebih tinggi dari golongan pembelajar yang lainnya.
School of Art maknanya akan lebih luas ketika kita berfikir dengan jalan yang berbeda dari pembelajar biasa di dalam memikirkan suatu permasalahan. Pembelajar biasa akan menjawab angka 2 (dua) ketika ditanya 1+1. Pembelajar “School of Art” akan menjawab ((25-5)/4)-3=1+1. Itulah kenapa ilmu dari school of art akan dijamin meningkatkan derajat pembelajarnya.
Subscribe to:
Comments (Atom)

